Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesan Komunikasi Berbasis Sosial, Ekonomi dan Budaya untuk Pengembangan Wisata Pesisir di Kampung Bandar Pekanbaru Zulkarnain Zulkarnain; Asnika Putri Simanjuntak; Lamun Bathara; Ardi Gustri Purbata; M. Irsyad Nur; Habib Irsya
SYNERGY: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/synergy.v5i2.80

Abstract

This study explores community empowerment through social, economic, and cultural communication in developing community-based tourism in Kampung Bandar, Pekanbaru. Using a qualitative approach supported by quantitative methods, the research aimed to provide a comprehensive understanding of community involvement in tourism management and promotion. Data was gathered from Focus Group Discussions (FGDs) with the Tourism Awareness Group and surveys from tourists visiting Kampung Bandar. The results indicate that community empowerment, which includes skill development, knowledge enhancement, and technology use, significantly influences tourism management and promotion. The community in Kampung Bandar acknowledges the importance of preserving local culture as a key tourism attraction, yet they still need further training in using digital technology, especially social media, for tourism promotion. Furthermore, strengthening communication networks among stakeholders such as local communities, tourism operators, and the government can speed up decision-making and foster collaboration in managing tourism destinations. Economic empowerment through micro-enterprises linked to tourism, such as local cuisine and handicrafts, has increased local income and boosted tourism competitiveness. This study suggests a need for capacity building, technology-focused training, and enhanced collaboration between the public and private sectors to maximize Kampung Bandar's tourism potential.
OPTIMALISASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 40 PEKANBARU: OPTIMALISASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SMPN 40 PEKANBARU Muhammad Natsir Kholis; Ardi Gustri Purbata; M. Irsyad Nur; Nabila Afifah Azuga; Asnika Putri Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5786

Abstract

Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, adopsinya masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi teknologi di kalangan guru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada Januari 2025 di SMPN 40 Pekanbaru dengan tujuan (1) meningkatkan literasi teknologi AI bagi tenaga pendidik agar mereka mampu memahami konsep dasar AI dan manfaatnya dalam dunia pendidikan, dan (2) mengembangkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam strategi pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pengajaran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung, dengan evaluasi melalui survei berbasis skala Likert. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang AI sebesar 80%, serta antusiasme dalam pemanfaatannya untuk personalisasi pembelajaran dan otomatisasi tugas administratif. Namun, kendala seperti keterbatasan perangkat dan kebutuhan pelatihan lanjutan masih ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, serta pengembangan strategi pembelajaran berbasis AI untuk memastikan penerapannya lebih optimal dan berkelanjutan.
KERENTANAN PETANI TAMBAK TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN MASALAH SOSIAL YANG DITIMBULKAN DI KECAMATAN LANRISANG KABUPATEN PINRANG Andri Sarifuddin; Ian Tubangsa; Asnika Putri Simanjuntak; Elia Damayanti; Petrus Suse Kobesi; Aang Setyawan Anjasmara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3007

Abstract

Abstract: Climate change is a global challenge that has created vulnerabilities for coastal communities, not least for eco-farming pond farmers in Pinrang Regency who are highly dependent on environmental conditions. This research aims to explain the forms of vulnerability experienced by the community of pond farmers in Lanrisang District. Through participant observation research in three villages in Lanrisang, we conducted in-depth interviews with a number of pond farming households which we present ethnographically by looking at three components of vulnerability: exposure, sensitivity and resilience. We found that climate change has led to a 0.5C-1C increase in average annual temperature as well as irregular rainfall patterns. These conditions have resulted in declining pond water quality, which is characterized by changes in salinity, pH, and DO that are not ideal for shrimp and milkfish growth so that posing a risk of failed harvest. In addition, we also found that there are emerging social issues such as competition and theft practices that could pose a security risk. This can reduce income and threaten the productivity of aquaculture. Pond farmers respond to these challenges by finding side jobs or opening businesses, leasing ponds, and converting ponds into agricultural land. We recommend community empowerment policies that focus more on climate resilience and pond farmers' welfare. Keywords: vulnerability;pond;climate change;social problems. Abstrak: Perubahan iklim merupakan tantangan global yang telah menimbulkan kerentanan bagi komunitas pesisir, tidak terkecuali bagi petani tambak eco-farming di Kabupaten Pinrang yang sangat bergantung pada kondisi alam. Penelitian untuk bertujuan untuk menjelaskan bentuk kerentanan yang dialami oleh komunitas petani tambak di Kecamatan Lanrisang. Melalui penelitian observasi partisipan di tiga desa/ kelurahan di Lanrisang, kami melakukan wawancara mendalam terhadap sejumlah rumah tangga petani tambak yang kami sajikan secara etnografis dengan melihat tiga komponen kerentanan yaitu paparan (exposure), sensitivitas (sensitivity), dan ketahanan (resilience). Kami menemukan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan suhu rata-rata tahunan sebesar 0,5C-1C serta pola curah hujan yang tidak teratur. Kondisi ini mengakibatkan kualitas perairan tambak menurun yang ditandai dengan perubahan salinitas, pH, dan DO yang tidak ideal bagi pertumbuhan udang dan bandeng sehingga menimbulkan risiko gagal panen. Selain itu, kami juga menemukan adanya masalah sosial yang muncul seperti persaingan dan praktik pencurian yang dapat menimbulkan risiko keamanan. Hal ini dapat menurunkan pendapatan dan mengancam produktivitas budidaya tambak. Para petani tambak merespon untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut dengan mencari pekerjaan sampingan atau membuka usaha, melakukan sistem sewa tambak, dan melakukan alih fungsi lahan tambak menjadi lahan pertanian. Kami merekomendasikan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang lebih berfokus pada ketahanan iklim dan kesejahteraan petani tambak.Kata kunci: kerentanan;tambak;perubahan iklim; masalah sosial.