Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar Putri Mas Intan Silalahi; Demmina Ginting; Shofyani Salasa; Indah Mutia; Yusnadi Yusnadi; Anita Yus
Jurnal Tematik Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Tematik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v14i2.69520

Abstract

The aim of this study is to analyze the implementation of the Problem Based Learning (PBL) Model in Integrated Thematic Learning in Elementary Schools. The main focus of this study is to analyze the suitability of the syntax in the application of the problem-based learning model in integrated thematic learning in elementary schools. Thematic learning in elementary schools is designed to improve and enrich the quality of education in a more enjoyable and meaningful way for students. The problem-based learning model is a learning model that can encourage students to actively participate in solving problems through a series of scientific method activities, so that the knowledge gained can be meaningful. The method used is a qualitative approach with descriptive research type. Data sources were obtained through primary and secondary data, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research results indicate that the implementation of the PBL model has not been carried out well and effectively in Grade VI at Langkat State Elementary School. There were inconsistencies in the PBL model's syntax or steps at certain stages, such as the teacher not clearly communicating the learning objectives, insufficiently encouraging student engagement in problem-solving, and not providing reflection at the end of the lesson. Furthermore, the students were less enthusiastic and focused, resulting in the learning objectives not being optimally achieved.
Meta Analisis Kesulitan Belajar Materi Pecahan Matematika Siswa Kelas 3 SD Putri Mas Intan Silalahi; Shofyani salasa; Demmina Ginting; Indah Mutia; Wildansyah Lubis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.7637

Abstract

This study aims to determine students' difficulties in learning mathematics and the factors that contribute to their difficulties. This study used a qualitative approach with a descriptive qualitative research method intended to describe students' difficulties in learning mathematics. The subjects were ten third-grade students at an elementary school in Medan City. The results indicate that the difficulties experienced by students tend to be conceptual difficulties, where students do not fully understand the concept of fractions, have difficulty determining the numerator and denominator, write fractions in reverse, and have difficulty distinguishing between the symbols greater than (>) and less than (<). Factors contributing to students' difficulties in learning mathematics include low student attitudes and interest, a dislike of mathematics, which leads to students not paying attention to the teacher during mathematics lessons, resulting in a lack of enthusiasm for mathematics.  
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengelola Inovasi Pembelajaran Digital Shofyani Salasa; Indah Mutia; Winara Winara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.928

Abstract

Penyesuaian lingkungan pendidikan dasar dengan dunia digital merupakan keharusan mutlak di abad ke-21 demi meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa. Namun, adopsi teknologi di sekolah dasar masih membentur hambatan serius, mulai dari kesenjangan kompetensi digital guru, keterbatasan anggaran dan infrastruktur, hingga adanya resistensi budaya dari guru senior. Di sinilah kepemimpinan digital kepala sekolah memegang peran krusial sebagai faktor penentu transformasi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola inovasi pembelajaran digital, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang dihadapi di lapangan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan, membaca, dan menganalisis data dari buku, jurnal, serta artikel ilmiah dari penelitian terdahulu yang relevan dengan objek penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital kepala sekolah dasar dieksekusi secara efektif melalui tiga ranah utama: (1) strategi manajerial-fasilitatif melalui penyusunan roadmap digitalisasi terintegrasi RKAS, workshop media interaktif berkala (e-module/flipbook), dan program peer-tutoring lintas generasi guru; (2) manajemen perubahan lewat pembentukan digital culture yang humanis-konsisten melalui digitalisasi administrasi (shared Google Drive) dan optimalisasi Platform Merdeka Mengajar (PMM); serta (3) pemenuhan perspektif pedagogis operasional konkret anak SD melalui inovasi digital aktif berbasis case method. Kombinasi strategi ini terbukti meluluhkan resistensi guru, menggeser pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan esensial, serta mengakselerasi berpikir kritis (HOTS) dan keterlibatan aktif siswa di ruang kelas.  
Peran Filsafat Ilmu Pendidikan dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Abad 21 Indah Mutia; Anggun Agia Ardhita; Daulat Saragi; Yakobus Ndona
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol. 16 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/817jmr60

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menghadapi tantangan kompleks seperti perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan kebutuhan keterampilan baru seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas. Penelitian ini menggunakan studi literatur kualitatif untuk menganalisis peran filsafat ilmu pendidikan sebagai landasan teoretis dan praktis dalam menjawab tantangan tersebut. Hasilnya menunjukkan filsafat pendidikan berfungsi sebagai kompas moral dan intelektual yang mengarahkan pengembangan pendidikan, strategi pembelajaran, dan evaluasi yang relevan. Filsafat ini mendorong transformasi pendidikan menjadi proses pembentukan karakter, adaptasi, dan pemecahan masalah, dengan progresivisme dan rekonstruksionisme sosial menekankan pembelajaran berpusat pada siswa dan perubahan sosial.