Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Perbedaan Pengetahuan Konseptual IPA Dengan Motivasi Belajar Siswa Di SDIT Hj. Siti Mardiah Lubis Binjai Emha Fidiyan Akhadi; Yusnadi Yusnadi; Mara Bangun Harahap
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan konseptual adalah pengetahuan yang dimiliki seseorang tentang sesuatu termasuk fakta-fakta, konsep-konsep, definisi-definisi serta rumus dan diperoleh siswa siswa penanaman konsep, pengaitan satu konsep dengan konsep lainnya sehingga dapat medorong motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan konseptual IPA dan Motivasi siswa kelas IV yang memiliki motivasi yang tinggi maupun motivasi yang rendah. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif dilakukan dengan membuat distribusi frekuensi dan membuat histogram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan konseptual siswa antara kelompok motivasi belajar di atas rata-rata lebih baik dari pengetahuan konseptual IPA dengan kelompok motivasi belajar di bawah rata-rata, dimana rata-rata penegetahuan konseptual dengan kelompok motivasi belajar di atas rata-rata sebesar 85,5 dan rata-rata hasil belajar IPA dengan kelompok motivasi di bawah rata-rata sebesar 72,6.
Analisis manajemen standar proses Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berakreditasi unggul di Kota Medan Maria Perangin Angin; Arif Rahman; Yusnadi Yusnadi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengamatan langsung, serta dokumentasi dengan Pimpinan Lembaga, Pendidik Lembaga dan Tenaga Kependidikan sebagai subjek penelitian pada manajemen standar proses lembaga kursus dan pelatihan (LKP) berakreditasi unggul. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji Keabsahan data, kepercayaan (credibility), keterlihatan (transferability), ketergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Penelitian ini menghasilkan (1) Perencanaan proses pembelajaran dilaksankan dengan mengacu pada keberadaan silabus, keberadaan RPP, dan materi pembelajaran. Semua beracuan pada standar kompetensi lulusan (SKL). (2) Pengorganisasian proses pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada delapan standar pendidikan. (3) Pelaksanaan proses pembelajaran dikelola kesiapan pembelajaran interaktif, rasio alat belajar dengan peserta didik, dan rasio pendidik dengan peserta didik. (4) Evaluasi dan pengawasan dilakukan melalui tahapan penyiapan panduan pengawasan proses pembelajaran, hasil pengawasan proses pembelajaran, kehadiran peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, laporan pengawasan pembelajaran, evaluasi silabus, dan evaluasi RPP.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS BERBASIS PENINGGALAN SEJARAH LOKAL PADA MATERI PENINGGALAN SEJARAH Wina Yanti Nasution; Hidaya Hidaya; Yusnadi Yusnadi
JURNAL TEMATIK Vol 9, No 3 (2019): JURNAL TEMATIK
Publisher : JURNAL TEMATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jt.v9i3.16697

Abstract

This study aims to produce social studies based social studies teaching materials on historical relic materials. This type of research is development research with the Dick & Carey development model. The results showed that: (1) the learning outcomes obtained by the experimental class were higher than the learning outcomes obtained by the control class. This was seen in the results of the pre test and post test conducted by researchers. At the time of the pre-test of 31 students in class IV-A only 13 people (41.94%) completed, while another 18 people (58.06%) did not complete with RRK 60. While in class IV-B out of 34 students only 10 people (29.41%) who finished, as many as 24 more people (70.59%) had not finished with RRK 56.03. At the time of the post-test of class IV-A as many as 28 students (90.32%) had completed only 3 more people (9.68%) who did not complete with RRK 68.71. While from class IV-B as many as 33 people (97.06%) had been completed, the remaining 1 person (2.94%) who had not completed the RRK was 73.82. (2) The validity of the product also gets a very good value, it is proven from the values obtained from the four validators, namely: material validation score 3.62 (90.63%), language validation score 3.75 (93.75%), the media validation score was 3.69 (92.19%), and the learning design validation score was 4.00 (100%).
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Melayu Pada Anak Usia Dini 4-6 Tahun Di Paud Cendana Kecamatan Pantai Labu Muciani Sulistiawati; Yusnadi yusnadi; Rizka Ramadhana Sembiring; Eviza Husnika
Journal of Millennial Community Vol 1, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v1i2.14753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter melalui budaya melayu pada anak usia dini 4-6 tahun di PAUD Cendana Kec. Pantai Labu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan subjek dalam penelitian ini adalah seluruh tutor PAUD Cendana yang berjumlah 5 orang, penulis menjadikan tutor sebagai subjek karena mengingat usia anak yang berumur 4-6 tahun. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa kegiatan kelompok belajar di PAUD Cendana kecamatan Pantai Labu baik dari pendidik/tutor maupun peserta didik telah mengimplementasikan pendidikan karakter melalui budaya melayu seperti ; (1) Nilai religius, (2).Jujur, (3).Disiplin, (4).Mandiri, (5).Semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan karekter melalui budaya melayu di PAUD Cendana Kecamatan Pantai Labu dinyatakan berhasil dalam menerapkan pendidikan karakter melalui budaya melayu.
The Effect of Guided Inquiry Learning Model on Process Skills Science and Students' Higher-Level Thinking Skills on Heat and Transfer Themes of Class V SD Negeri 104260 Melati Ahmad Marwan; Hasruddin Hasruddin; Yusnadi Yusnadi
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 4, No 2 (2021): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, May
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v4i2.1931

Abstract

This research aims to determine the effect of guided inquiry learning models on science process skills and higher order thinking skills on the theme of heat and its displacement in grade V SD Negeri 104260 Melati. The research instrument included observation of science process skills and tests of higher order thinking skills. This study uses the analysis of the Independent Sample Test (t test).The average value of science process skills in the guided inquiry class was 81.62 and the direct instruction learning model class was 79.02. A significant influence on students' science process skills in the learning process on the theme of heat and its displacement, with a score of tcount (2.384)> ttable (2.004) for n = 56, α = 0.05 and sig. 2 tailed (0.021) <α = 0.05, so that H₀rejected. then Ho was rejected and Ha accepted. The average value of high-order thinking skills in the guided inquiry class is 75.57 and in the class of direct instruction learning model. A total of 67.43. The results of the analysis of high-order thinking skills have tcount (3.597)> ttable (2.004) for n = 56, α = 0.05 and sig. 2 tailed (0.001) <α = 0.05, so that H₀rejected and Ha accepted. Guided inquiry learning model affects science process skills and high-order thinking skills of students on the theme of heat and its displacement in grade V SD Negeri 104260 Melati.
The Influence of Cooperative Learning Models of Think Pair Share Types and Social Attitudes towards Learning Outcomes Theme of Deliberation in the Contents of Learning of Student Citizenship Education in Class V of Medan Experimental SDN Masjuliana Saragih; Yusnadi Yusnadi; Alesyanti Alesyanti
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 1 (2020): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v3i1.801

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of the topic of learning about Citizenship Education in the SD Negeri Experimental District in Medan. The aim of this study was to find out how the Think Pair cooperative learning model works. To determine the effect of the social attitudes of the students; Identify the interaction between Think Pair Share collaborative learning models and social attitudes and their impact on learning outcomes. This study uses quasi-experimental research methods. The study population consisted of all fifth grade students of SD Negeri Experiment Medan, which consisted of 60 people in two classes. The experimental class received a cooperative learning model of the type Think Pair Share and the control class a conventional learning models. The results of the study show that: (1) the Think Pair Share Learning Model has an impact on learning outcomes. This is evident from the ANAVA results of an increase in Citizenship Education learning outcomes, which averaged 91.97 in the experimental class, above the average of the control class of 70.37. (2) The influence of social attitudes on learning outcomes. From the ANAVA results it can be seen that the average civilian learning outcomes with social attitudes are 80.61 higher than the control class 76.81, while the social attitudes in the experimental class are low. (3) Interaction between Think-Pair-Share cooperative learning models and social attitudes and their impact on learning outcomes. It can be said that the higher the social attitudes, the higher the learning outcomes achieved. Conversely, the lower the social attitudes, the lower the learning outcomes achieved. 
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN II DALAM KEGIATAN MENGAJAR SISWA KELAS 1 SD DI SD NEGERI 177041 SIMARHOMPA PADA TAHUN 2021 Paulina Panjaitan; Milka Simanjuntak; Febri Dungo Silitonga; Seniwati Pardede; Lilis Napitupulu; Njuah Moenda Sari Silitonga; Herman Herman; Mula Sigiro; Yusnadi Yusnadi; Dian Syahfitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.955-967

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbud yang memberdayakan para mahasiswa/i Indonesia untuk dapat belajar dan berkontribusi secara langsung dalam dunia pendidikan, terutama dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas yang berada pada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Program ini telah berjalan pada dua angkatan yakni angkatan sebelumnya, Kampus Mengajar Angkatan I (KM1) dan angkatan yang sedang berjalan saat ini yaitu Kampus Mengajar Angkatan II (KM2). Mahasiswa yang lolos seleksi dalam program ini ditugaskan pada mitra sekolah yang dipilih oleh pihak penyelenggara program Kampus Mengajar. Adapun sekolah yang menjadi tempat pelaksaan program Kampus Mengajar Angkatan II yang telah saya lakukan bersama dengan teman-teman mahasiswa lainnya yaitu SD Negeri 177041 Simarhompa, Desa Siabal-abal III, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa selama penugasan yaitu program mengajar, program membantu adaptasi teknologi, serta program membantu administrasi guru dan sekolah. Setelah melakukan penugasan Kampus Mengajar Angkatan II di SD Negeri 177041 Simarhompa dari 09 Agustus 2021 sampai dengan 17 Desember 2021, mahasiswa maupun pihak sekolah sama-sama mendapatkan banyak manfaat dari program ini. Mahasiswa mendapat banyak sekali pengalaman secara langsung dilapangan, baik saat pembelajaran dan juga saat menyusun program bersama teman sejawat. Sedangkan pihak sekolah penempatan mengaku banyak terbantu dengan kehadiran mahasiswa, baik dalam bidang program mengajar, membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi sekolah mapun guru.
Identifikasi Proses Perencanaan PKBM PMI Medan Denai Mikael Togatorop; Ratih Syahfitri; Mhd Rizky Fadhillah Saragih; Widya Dwi Puspita Sari; Rotuah Mei Yohana Simanjuntak; Mohammad Gerrard Raidan Aziz; Feby yessi Rumapea; Yusnadi Yusnadi; Friska Nora Harahap
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v6i1.48333

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini  adalah untuk mendeskripsikan proses perencanaan program PKBM PMI Medan Denai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dimana subjek dalam penelitian Bapak Bapak Musa Rajekshah (ijek), pendiri PKBM PMI kecamatan Medan Denai. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini hasil yang ditemukan: 1) proses terbentuknya PKBM PMI Medan Denai karena ada dukungan antusias masyarakat untuk mengubah tempat negatif menjadi tempat belajar dan menambah wawasan  yaitu PKBM PMI Medan Denai; 2) Kondisi pandemi saat ini menyebabkan kurangnya semangat belajar anak-anak yang lebih memilih menghabiskan waktu di rumah dengan bermain handphone; 3) Pencapaian dari PKBM PMI Medan Denai itu sendiri berasal dari slogannya yaitu bersama berkerja ikhlas yang sudah tercapai sampai saat ini; dan 4) hambatan yang terjadi dari mulai awal tahap proses terbentuknya juga sangat banyak, namun yang menjadi masalah yaitu masih kurangnya bantuan pendanaan dan juga kerjasama dari berbagai PKBM lainnya. Identification of the PKBM PMI Medan Denais PKBM Program Planning ProcessAbstract: The aims of this study were to 1) describe from the PKBM PMI Medan Denai Program Planning. This study uses a descriptive approach where the subject in the study is Mr. Musa Rajekshah (ijek), the founder of PKBM PMI, Medan Denai sub-district. Data was collected by means of observation, interviews and documentation. In this study the results found: 1) the process of forming PKBM PMI Medan Denai because there was enthusiastic support from the community to turn a negative place into a place of learning and add insight, namely PKBM PMI Medan Denai; 2) The current pandemic condition causes a lack of enthusiasm for learning in children who prefer to spend time at home by playing with their cellphones; 3) The achievement of PKBM PMI Medan Denai itself comes from its slogan, namely working together sincerely which has been achieved so far; and 4) the obstacles that occurred from the early stages of the formation process were also numerous, but the problem was the lack of financial assistance and cooperation from various other PKBM.
The Influence Of Search Engine Student's Conduct In Junior High School Country Pancur Batu District Daryanto Setiawan; Ahmad Tamrin Sikumbang; Yusnadi Yusnadi
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Volume 1 Issue 3 November 2021
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v1i3.69

Abstract

Research this start because of existence the anxiety that happened moment it's on morality student, a goal for uncovering influence search engine against akhlah students at Junior High School State in the District Stone Shower. Method research used is field research with data collection techniques using questionnaires as well. There are 30 respondents in the study. Research results show that (1). There is a direct effect of the use of social media on the use of student search engine Junior High School State in the District Stone Shower of 0.518 with a t - count coefficient of 10,457, which is greater than the value of t table a(0.05) = 1.97 and a(0.01 ) = 2.59. This thing means the more often use social media so will the more take effect to use the student search engine Junior High School State in the District Stone Shower. (2). There is a direct effect of a useful search engine on morality student Junior High School Country in Sub-District Stone Shower of 0.162 with a t-count coefficient of 2.609, greater than the value of t table a(0.05) = 1.97 and a(0.01 ) = 2.59. This thing means the more often use search engines so will the more takes effect on the morals of students in Junior High School State in the District Stone Shower.
Budidaya Jamur Tiram di Kota Medan Baharuddin Baharuddin; Hesti Fibriasari; Abdul Muin Sibuea; Yusnadi Yusnadi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PROSIDING EDISI 2: SEMNAS 2020
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.387 KB)

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi untuk permasalahan kumbung jamur yang representatif, meningkatkan hasil produksi yang masih rendah yang tidak mampu melayani permintaan pasar, membuat tungku lowon untuk menghasilkan panas yang efektif untuk proses sterilisasi bibit dan memperbaiki manajemen pemasaran dari kelompok budidaya Suka Maju dan Mekar sehingga diharapkan penghasilan ekonomi kelompok budidaya meningkat. Program PKM ini dilakukan melalui pelatihan dengan menggunakan berbagai metode, antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas dan partisipatif. Kegiatan yang dilakukan pada program PKM meliputi: 1) Pelatihan pembuatan kumbung yang baik, 3) Pelatihan pemeliharaan jamur 3) Pembuatan tungku lowon; sehingga menghasilkan luaran berupa kumbung jamur yang berstandar baik, produksi jamur tiram yang berkualitas dan tungku lowon. Dari kegiatan ini diharapkan adanya tindak lanjut pada pengembangan produk usaha baik dari sudut kuantitas maupun kualitas serta jangkauan pemasaran yang lebih luas