Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluation of Green Open Space Needs Based on Oxygen Requirements: Implementation of the 13th Goal of The SDGs 2030 Rahma Musyawarah; Mutmainnah Mutmainnah; Nurul Ilmi Rasjusti
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v10i2.421

Abstract

Kendari City is an area experiencing rapid population growth and urbanization. Over the past two decades, the population growth rate in this area has been 1.70%/year. This condition has resulted in the conversion of green land into residential, commercial, and industrial land, which has an impact on the decline in the availability of Green Open Space and has an effect on the phenomenon of climate change. This study utilizes Sentinel 2A satellite imagery and the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) transformation to map the distribution of Green Open Space in Kendari City. Identification of the need for Green Open Space is carried out based on oxygen needs using the modified Gerakis (1974) formula. The results of the study show that: 1) Kendari City has a total area of ​​Green Open Space based on NDVI analysis of 19,458.94 hectares; 2) based on the analysis of oxygen needs for residents, animals, and motorized vehicles, the total area of ​​Green Open Space needed in Kendari City is 1,927.79 hectares; and 3) the implementation of the results of this study can support the achievement of Goal 13 of the SDGs 2030 through strengthening environmental policies, increasing public awareness, and involving local communities in environmental conservation efforts. This shows that the green open space available in Kendari City is sufficient to accommodate oxygen needs so that additional green open space is not needed. Therefore, the focus of Kendari City's future policies can be shifted to the management and optimization of existing green open spaces to support broader sustainable development goals.
Evaluasi Efektivitas Program Keluarga Berencana di Perkotaan: Studi Kasus Kota Makassar Mutmainnah Mutmainnah; Irwansyah Sukri; Nurul Ilmi Rasjusti; Fadil Muhammad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.599

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali di kawasan urban seperti Kota Makassar menimbulkan tantangan serius terhadap kapasitas layanan publik dan keberlanjutan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan dan masyarakat, serta analisis dokumen kebijakan dan data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KB di Kota Makassar berhasil menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) hingga di bawah target nasional, serta mengurangi laju pertumbuhan penduduk secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Efektivitas ini didukung oleh strategi komunikasi yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal dan perluasan akses layanan kontrasepsi melalui penyuluhan dan program “Kampung KB”. Namun demikian, tantangan masih ada dalam bentuk keterbatasan akses di wilayah tertentu, kesenjangan informasi, dan resistensi budaya terhadap penggunaan kontrasepsi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dalam kebijakan kependudukan. Implikasinya, kebijakan KB yang dirancang secara kontekstual mampu meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pengendalian penduduk di kawasan urban Indonesia.
Improving Spatial Thinking Skills through GEE-Integrated STEM Learning: A Quasi-Experimental Study among Geography Undergraduates Haris Haris; Syamsunardi; Abdul Mannan; Nurul Ilmi Rasjusti
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10463

Abstract

This study examines the effectiveness of integrating Google Earth Engine (GEE) into a STEM-based learning framework to enhance the spatial thinking skills of geography undergraduates. A quasi-experimental design involving 60 students was implemented, with one class assigned to the experimental group receiving GEE-integrated STEM instruction and the other to the control group receiving conventional instruction. Spatial thinking outcomes were measured using pretest–posttest cognitive assessments and four performance indicators: spatial representation, spatial relation, spatial analysis, and spatial application. Data analysis included descriptive statistics, normality and homogeneity tests, paired-sample t-tests, independent-sample t-tests, Cohen’s d effect size, and ANCOVA controlling for pretest scores. The results indicate that the experimental group achieved significantly higher posttest scores than the control group (t(58) = 10.24, p < 0.001), with a large effect size (d = 2.64). ANCOVA further confirmed the robustness of the treatment effect after adjusting for initial differences (F(1,57) = 101.99, p < 0.001). Indicator-level analysis also showed consistent improvement across all spatial thinking components. This study is limited by its single-institution context, quasi-experimental design, and potential novelty effects associated with geospatial technology integration. Future research should involve larger and more diverse samples to validate these findings.
Edukasi Penggunaan Antibiotik sebagai Upaya Pencegahaan Antimicrobial Resisten (AMR) Novarina Sulsia Ista’in Ningtyas; Dinil Qaiyimah; Nurul Ilmi Rasjusti; Nasrul Nasrul; Elvika Aulia Fitroningtyas
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.79073

Abstract

Antibiotik merupakan salah satu obat yang umum digunakan untuk membunuh dan mengobati infeksi bakteri. Seiring perkembangan dan intensitas pemakaian antibiotik yang tinggi menimbulakn berbagai masalah, diantaranya terjadi antimicrobial resisten (AMR) atau yang dikenal dengan resistensi antibiotik. Salah satu penyebab terjadinya AMR adalah pemakaian yang irrasional pada upaya pengobatan pasien. Berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh AMR diantaranyanya terapi obat yang tidak dapat menyembuhkan penyakit, waktu pengobatan yang relatif lebih lama, motrtalitas dan morbiditas terhadap pasien. Berdasarkan hal tersebut edukasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap masyarakat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, Tidak menggunakan antibiotik untuk infeksi selain bakteri, Tidak menyimpan antibiotik untuk persediaan dirumah, Tidak memberi antibiotik sisa kepada orang lain dan Tanyakan pada apoteker informasi obat antibiotic. Dari hasil edukasi ini didapatkan bahwa Sebesar 80,77% responden mengatakan mendapatkan antibiotic secara bebas tanpa resep dokter dan tidak dibawah pengawasan dokter. Sebesar 73,08% penggunaan antibiotic tidak tepat dosis, yakni menghentikan pengobatan jika gejala sudah hilang dan tidak menghabiskan sesuai dengan aturan pakai. Setelah dilakukan edukasi ini diharapkan masyarakat mulai sadar dan berhati-hati dalam penggunaan antibiotic. Kata Kunci: AMR, Antibiotik, Resistensi, Irrasional
Edukasi Interaktif  Tentang Reproduksi Remaja dalam Menyikapi Bonus Demografi di Madrasah Aliyah DDI Paria Mutmainnah Mutmainnah; Sukri Nyompa; Nurul Ilmi Rasjusti; Aldhila Gusta Handiarya Yoga; Mar Athul Wazithah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/3r9pqr49

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of adolescent reproductive education in addressing the demographic bonus at Madrasah Aliyah DDI Paria. Reproductive education plays an important role in shaping adolescents’ awareness of personal health, future planning, and responsibility in facing population-related challenges. Through the distribution of questionnaires to students, the data obtained indicate that the majority of respondents have a good understanding of the material, feel more aware of the importance of maintaining reproductive health, and understand the relationship between reproductive education and the demographic bonus. In addition, participants reported feeling comfortable engaging in discussions, motivated to learn, and prepared to make healthy and responsible decisions. These findings suggest that reproductive education in the madrasah environment is capable of enhancing adolescents’ readiness to face the demographic bonus in a positive and constructive manner. Therefore, this program is considered effective and is recommended to be implemented continuously and sustainably.