p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Annisya Sukma Dewi
Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Oroh-Oroh Sawah Tangah: Fenomena Pengangguran Pada Kalangan Anak Muda di Nagari Sawah Tangah Annisya Sukma Dewi; Marwatil Husna; Alya Farhani; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini; Ika Sandra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.71

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena pengangguran di kalangan anak muda yang ada di nagari Sawah Tangah. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena fenomena pengangguran di kalangan pemuda menjadi isu penting yang mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi di Nagari Sawah Tangah. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposiv sampling. Adapun kriteria informan dalam penelitian ini diantaranya adalah beberapa anak muda yang sudah menyelesaikan pendidikan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi dimana peneliti melakukan pengamatan lansung terhadap fenomena pengangguran di kalangan anak muda yang ada di nagari Sawah Tangah. Wawancara yaitu dengan mengumpulkan informasi langsung faktor apa yang mendorong terjadinya pengangguran di kalanagan anak muda di nagari Sawah Tangah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pemuda di nagari Sawah Tangah dipicu oleh kurangnya lapangan pekerjaan, rendahnya tingkat pendidikan, dan keterbatasan akses informasi tentang peluang kerja.
Antara Legitimasi dan Distrust: Stigma Mahasiswa terhadap Elit Politik Pasca Pemilu 2024 Aisyah Zahra; Eka Vidya Putra; Adzmy Altha Azkiya; Annisya Sukma Dewi; Difa Afriani Salsabila; Metra Alvionita; Dyanatul Arsyi; Aulia Uzzaki
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan stigma mahasiswa terhadap elit politik setelah Pemilu 2024. Penelitian ini penting dikaji karena banyaknya mahasiswa yang komplain dengan kinerja anggota politisi yang kurang memuaskan untuk mewakilkan suara masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian dilakukan terhadap 185 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang yang terdiri dari Program Studi Pendidikan IPS, Geografi NK, dan Pendidikan Geografi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin. Hasil analisis menunjukkan bahwa legitimasi tradisional memiliki rata-rata tertinggi (mean = 9.94), diikuti oleh legitimasi rasional (mean = 9.6), sementara legitimasi kharismatik memperoleh skor terendah (mean = 6.77). Skor stigma sosial terhadap elit politik juga cukup tinggi (mean = 10.05). Temuan ini mengindikasikan adanya ketidakpercayaan yang signifikan dari kalangan mahasiswa terhadap elit politik, mencerminkan krisis representasi dan kepercayaan dalam sistem politik pasca pemilu. Penelitian ini menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui transparansi, integritas, dan representasi yang nyata terhadap aspirasi masyarakat.
Surau/MDTA sebagai Ruang Pembelajaran Berbasis Komunitas di Sumatera Barat Aisyah Zahra; Gusmira Wita; Adzmy Altha Azkiya; Annisya Sukma Dewi; Syiva Rezki; Marwatil Husna; Widya Trisna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan berbasis surau/MDTA sebagai ruang pembelajaran berbasis komunitas dalam pembentukan karakter siswa, pewarisan nilai budaya Minangkabau, serta penguatan identitas sosial masyarakat di Nagari Sawah Tangah, Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan pola interaksi sosial generasi muda yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan pendidikan tradisional berbasis surau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala MDTA, guru mengaji, orang tua siswa, alumni, serta siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di surau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis surau tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran agama, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter melalui pembiasaan nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta pembentukan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, surau juga berperan penting dalam mempertahankan nilai budaya Minangkabau melalui internalisasi norma sosial dan adat yang terintegrasi dengan ajaran Islam berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Di sisi lain, modernisasi dan penggunaan teknologi digital menjadi tantangan bagi keberlangsungan pendidikan berbasis surau karena mempengaruhi minat belajar serta pola interaksi sosial anak. Namun demikian, surau tetap relevan sebagai institusi pendidikan berbasis komunitas yang mampu memperkuat karakter, moralitas, dan ketahanan budaya masyarakat di tengah perubahan zaman.
Ketimpangan Paparan Risiko Bencana: Modal Sosial dalam Resiliensi Masyarakat Pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto Kota Padang Eva Dwi Iswari; Delmira Syafrini; Fauzi Ariansyah; Annisya Sukma Dewi; Syiva Rezki; Daffa Febrian; Roby Syafwar; Nuwirman Nuwirman
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.582

Abstract

Bencana banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Kapalo Koto, Kota Padang, telah menimbulkan dampak yang signifikan dengan tingkat kerentanan yang tidak merata akibat adanya ketimpangan paparan risiko bencana. Perbedaan kondisi sosial-ekonomi, kepemilikan sumber daya, serta kapasitas adaptasi menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan yang bervariasi dalam proses pemulihan pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan paparan risiko bencana serta mengkaji peran modal sosial dalam membangun resiliensi masyarakat pascabencana di Kelurahan Kapalo Koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe kajian etnosains. Informan penelitian berjumlah 8 (delapan) orang yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari masyarakat terdampak bencana, tokoh masyarakat, pemuda setempat, dan korban bencana. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan paparan risiko bencana terefleksi pada perbedaan tingkat kerusakan aset fisik, kehilangan mata pencaharian, serta kemampuan ekonomi pascabencana. Di tengah keterbatasan tersebut, modal sosial yang termanifestasi melalui praktik gotong royong, solidaritas, hubungan saling percaya, dan jaringan sosial antarwarga terbukti menjadi sumber daya kunci dalam memperkuat resiliensi kolektif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan manajemen bencana tidak dapat hanya bertumpu pada mitigasi fisik, tetapi harus mengintegrasikan penguatan modal sosial sebagai variabel krusial dalam pemulihan berkelanjutan (sustainable recovery). Penelitian ini memiliki limitasi pada lingkup lokus yang spesifik, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan wilayah penelitian dengan pendekatan kuantitatif atau metode campuran guna menguji peran kebijakan kelembagaan dan faktor ekonomi secara lebih komprehensif.