p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Marwatil Husna
Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Oroh-Oroh Sawah Tangah: Fenomena Pengangguran Pada Kalangan Anak Muda di Nagari Sawah Tangah Annisya Sukma Dewi; Marwatil Husna; Alya Farhani; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini; Ika Sandra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.71

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena pengangguran di kalangan anak muda yang ada di nagari Sawah Tangah. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena fenomena pengangguran di kalangan pemuda menjadi isu penting yang mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi di Nagari Sawah Tangah. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposiv sampling. Adapun kriteria informan dalam penelitian ini diantaranya adalah beberapa anak muda yang sudah menyelesaikan pendidikan formal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi dimana peneliti melakukan pengamatan lansung terhadap fenomena pengangguran di kalangan anak muda yang ada di nagari Sawah Tangah. Wawancara yaitu dengan mengumpulkan informasi langsung faktor apa yang mendorong terjadinya pengangguran di kalanagan anak muda di nagari Sawah Tangah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pemuda di nagari Sawah Tangah dipicu oleh kurangnya lapangan pekerjaan, rendahnya tingkat pendidikan, dan keterbatasan akses informasi tentang peluang kerja.
Transformasi Kehidupan Sosial Masyarakat Pasca Banjir Bandang di Lubuak Minturun Kota Padang Aisyah Zahra; Adzmy Altha Azkiya; Zuama Furgani; Atiqah Mufidah; Marwatil Husna; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca banjir bandang di kawasan Air Dingin, Kelurahan Lubuak Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi pola kehidupan sosial masyarakat yang terdampak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan sepuluh (10) orang informan yang terdiri dari masyarakat terdampak banjir bandang dan tokoh masyarakat setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens untuk memahami hubungan antara tindakan masyarakat dan perubahan struktur sosial pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi kehidupan sosial masyarakat yang ditandai dengan menguatnya pola interaksi sosial melalui meningkatnya solidaritas dan gotong royong antarwarga, perubahan mata pencaharian sebagai bentuk adaptasi ekonomi pascabencana, serta meningkatnya kesadaran lingkungan dan kewaspadaan terhadap risiko bencana. Selain itu, masyarakat juga membangun ketahanan sosial melalui komunikasi dan kesiapsiagaan berbasis komunitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi korban bencana, tetapi juga berperan sebagai agen yang mampu beradaptasi dan membentuk struktur sosial baru yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Surau/MDTA sebagai Ruang Pembelajaran Berbasis Komunitas di Sumatera Barat Aisyah Zahra; Gusmira Wita; Adzmy Altha Azkiya; Annisya Sukma Dewi; Syiva Rezki; Marwatil Husna; Widya Trisna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan berbasis surau/MDTA sebagai ruang pembelajaran berbasis komunitas dalam pembentukan karakter siswa, pewarisan nilai budaya Minangkabau, serta penguatan identitas sosial masyarakat di Nagari Sawah Tangah, Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan pola interaksi sosial generasi muda yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan pendidikan tradisional berbasis surau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala MDTA, guru mengaji, orang tua siswa, alumni, serta siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di surau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis surau tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran agama, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter melalui pembiasaan nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta pembentukan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, surau juga berperan penting dalam mempertahankan nilai budaya Minangkabau melalui internalisasi norma sosial dan adat yang terintegrasi dengan ajaran Islam berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Di sisi lain, modernisasi dan penggunaan teknologi digital menjadi tantangan bagi keberlangsungan pendidikan berbasis surau karena mempengaruhi minat belajar serta pola interaksi sosial anak. Namun demikian, surau tetap relevan sebagai institusi pendidikan berbasis komunitas yang mampu memperkuat karakter, moralitas, dan ketahanan budaya masyarakat di tengah perubahan zaman.
Flexing di Kalangan Mahasiswa FIS UNP: Strategi Mencari Pengakuan Sosial di Era Media Sosial Riva Nasrila; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Hafid Pradana; Ratih Haifa Putri; Nur Aisyah; Marwatil Husna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.625

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat dan melahirkan berbagai fenomena baru, salah satunya adalah flexing. Di kalangan mahasiswa, flexing tidak hanya berkaitan dengan tindakan memamerkan kepemilikan materi atau gaya hidup, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra diri dan memperoleh pengakuan sosial di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna flexing di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) sebagai strategi memperoleh pengakuan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya dalam  menjelaskan fenomena flexing secara lebih komprehensif sebagai tindakan sosial yang berkaitan dengan pengakuan sosial, identitas diri, status sosial, dan eksistensi, bukan semata-mata sebagai perilaku konsumtif sebagaimana banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus dengan melibatkan delapan informan yang dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen,  kemudian diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berangkat dari perspektif teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing dimaknai mahasiswa sebagai sarana memperoleh pengakuan sosial, membangun identitas diri, menunjukkan status sosial, serta mempertahankan eksistensi di era digital. Media sosial menjadi arena penting bagi mahasiswa untuk menampilkan simbol-simbol sosial yang membentuk citra diri dan memperoleh legitimasi dari lingkungan sekitarnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing perlu dipahami sebagai bentuk interaksi sosial yang mengandung makna simbolik dalam proses pembentukan identitas dan relasi sosial mahasiswa di era digital.