p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Adzmy Altha Azkiya
Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Antara Legitimasi dan Distrust: Stigma Mahasiswa terhadap Elit Politik Pasca Pemilu 2024 Aisyah Zahra; Eka Vidya Putra; Adzmy Altha Azkiya; Annisya Sukma Dewi; Difa Afriani Salsabila; Metra Alvionita; Dyanatul Arsyi; Aulia Uzzaki
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan stigma mahasiswa terhadap elit politik setelah Pemilu 2024. Penelitian ini penting dikaji karena banyaknya mahasiswa yang komplain dengan kinerja anggota politisi yang kurang memuaskan untuk mewakilkan suara masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian dilakukan terhadap 185 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang yang terdiri dari Program Studi Pendidikan IPS, Geografi NK, dan Pendidikan Geografi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin. Hasil analisis menunjukkan bahwa legitimasi tradisional memiliki rata-rata tertinggi (mean = 9.94), diikuti oleh legitimasi rasional (mean = 9.6), sementara legitimasi kharismatik memperoleh skor terendah (mean = 6.77). Skor stigma sosial terhadap elit politik juga cukup tinggi (mean = 10.05). Temuan ini mengindikasikan adanya ketidakpercayaan yang signifikan dari kalangan mahasiswa terhadap elit politik, mencerminkan krisis representasi dan kepercayaan dalam sistem politik pasca pemilu. Penelitian ini menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui transparansi, integritas, dan representasi yang nyata terhadap aspirasi masyarakat.
Evaluasi Kebijakan Program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” Melalui Pengembangan UMKM Sebagai Penanggulangan Kemiskinan Aisyah Zahra; Adzmy Altha Azkiya; Riva Nasrila; Sandro J.O Tampubolon; Syiva Rezki; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program “Kota Solok Menuju 0% Kemiskinan” melalui pengembangan UMKM sebagai strategi penanggulangan kemiskinan. Kajian ini penting dilakukan karena meskipun UMKM diposisikan sebagai sektor yang mampu mendorong pembangunan ekonomi masyarakat dan menurunkan kemiskinan, keberadaannya di tingkat lapangan seringkali menghadapi kendala administratif, keterbatasan modal, serta rendahnya literasi digital dan informasi bantuan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Pasar Raya Kota Solok. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak delapan pelaku UMKM yang menjalankan usaha pada sektor informal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program UMKM sebagai alat penanggulangan kemiskinan belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemukan terdiri dari birokrasi bantuan yang rumit, ketidakmerataan akses program, rendahnya pengetahuan mengenai administrasi usaha, serta keterbatasan modal yang menghambat pengembangan usaha. Selain itu, literasi digital yang rendah membuat sebagian besar pelaku UMKM tidak mampu memanfaatkan peluang pemasaran online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan program masih belum menyentuh kebutuhan nyata pelaku UMKM, sehingga diperlukan perbaikan dalam pendampingan, sosialisasi, serta penyederhanaan prosedur bantuan agar UMKM dapat berkembang dan berfungsi sebagai instrumen efektif dalam penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kajian lanjutan mengenai pembangunan ekonomi lokal berbasis UMKM serta evaluasi kebijakan intervensi sektor informal di masa mendatang.
Transformasi Kehidupan Sosial Masyarakat Pasca Banjir Bandang di Lubuak Minturun Kota Padang Aisyah Zahra; Adzmy Altha Azkiya; Zuama Furgani; Atiqah Mufidah; Marwatil Husna; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kehidupan sosial masyarakat pasca banjir bandang di kawasan Air Dingin, Kelurahan Lubuak Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena banjir bandang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi pola kehidupan sosial masyarakat yang terdampak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan sepuluh (10) orang informan yang terdiri dari masyarakat terdampak banjir bandang dan tokoh masyarakat setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens untuk memahami hubungan antara tindakan masyarakat dan perubahan struktur sosial pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi kehidupan sosial masyarakat yang ditandai dengan menguatnya pola interaksi sosial melalui meningkatnya solidaritas dan gotong royong antarwarga, perubahan mata pencaharian sebagai bentuk adaptasi ekonomi pascabencana, serta meningkatnya kesadaran lingkungan dan kewaspadaan terhadap risiko bencana. Selain itu, masyarakat juga membangun ketahanan sosial melalui komunikasi dan kesiapsiagaan berbasis komunitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi korban bencana, tetapi juga berperan sebagai agen yang mampu beradaptasi dan membentuk struktur sosial baru yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
Surau/MDTA sebagai Ruang Pembelajaran Berbasis Komunitas di Sumatera Barat Aisyah Zahra; Gusmira Wita; Adzmy Altha Azkiya; Annisya Sukma Dewi; Syiva Rezki; Marwatil Husna; Widya Trisna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan berbasis surau/MDTA sebagai ruang pembelajaran berbasis komunitas dalam pembentukan karakter siswa, pewarisan nilai budaya Minangkabau, serta penguatan identitas sosial masyarakat di Nagari Sawah Tangah, Sumatera Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan pola interaksi sosial generasi muda yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan pendidikan tradisional berbasis surau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala MDTA, guru mengaji, orang tua siswa, alumni, serta siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran di surau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis surau tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran agama, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter melalui pembiasaan nilai disiplin, sopan santun, tanggung jawab, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta pembentukan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, surau juga berperan penting dalam mempertahankan nilai budaya Minangkabau melalui internalisasi norma sosial dan adat yang terintegrasi dengan ajaran Islam berdasarkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Di sisi lain, modernisasi dan penggunaan teknologi digital menjadi tantangan bagi keberlangsungan pendidikan berbasis surau karena mempengaruhi minat belajar serta pola interaksi sosial anak. Namun demikian, surau tetap relevan sebagai institusi pendidikan berbasis komunitas yang mampu memperkuat karakter, moralitas, dan ketahanan budaya masyarakat di tengah perubahan zaman.