p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Alycia Safana Milanda
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Culture Shock pada Mahasiswa Aceh Perantau Padang Atiqah Mufidah; Nur Aisyah; Alycia Safana Milanda; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock yang dialami oleh mahasiswa Aceh perantau di Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk di kaji karena fenomena culture shock merupakan tantangan nyata yang dihadapi mahasiswa perantau dalam proses penyesuaian diri di lingkungan baru yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Adapun kriteria informan berupa mahasiswa Aceh perantau Sumatera Barat. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung terhadap apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock pada mahasiswa perantau Aceh di padang Sumatera Barat. Wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai alasan terjadinya culture shock dan faktor penyebabnya. Dokumentasi juga dilakukan dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto, video, laporan kegiatan, dan data lain yang mendukung. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat hal utama penyebab terjadinya culture shock diantaranya pertama, perbedaan bahasa. Kedua, cara berpakaian bagi perempuan. Ketiga, perbedaan makanan. Keempat, tradisi dan adat istiadat.
Peran Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat terhadap Perubahan Sosial dalam Kesiapsiagaan Bencana: Studi Kasus di Nagari Malalak Selatan Kabupaten Agam Lirra Dwinaya Rachma; Exelly Ananda Rinzzy; Hanifa Yulia Putri; Alycia Safana Milanda; M. Arkhan Rodhiah; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem peringatan dini berbasis masyarakat terhadap perubahan sosial dalam kesiapsiagaan bencana di Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana longsor dan galodo di wilayah tersebut serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyebaran informasi yang cepat menggunakan pengeras suara masjid, grup WhatsApp, telepon, dan komunikasi langsung antarwarga. Selain itu, keberadaan sistem peringatan dini juga memengaruhi perubahan sosial masyarakat, seperti meningkatnya solidaritas sosial, pola komunikasi yang lebih aktif, kepedulian antarwarga, serta meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap informasi bencana dan keterbatasan jaringan komunikasi saat cuaca buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana, tetapi juga berperan dalam membentuk perubahan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.