p-Index From 2021 - 2026
1.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Heni Fa'riatul Aeni
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA YANG MENGGUNAKAN KOMPUTER Heni Fa'riatul Aeni; Awaludin Awaludin
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.92

Abstract

World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa 2%-5% dari karyawan di negara industri tiap tahun mengalami Nyeri Punggung Bawah (NPB). Sebanyak 90% kasus nyeri punggung bukan disebabkan oleh kelainan organik, melainkan oleh kesalahan posisi tubuh dalam bekerja. Menggunakan komputer yang dilakukan dalam posisi duduk dalam waktu yang lama berisiko mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap kerja duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja yang menggunakan komputer di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung tahun 2017. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja yang menggunakan komputer di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung tahun 2017 sebanyak 59 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan observasi dan wawancara. Instrumen untuk pengambilan data dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan persentase dan bivariat dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja duduk sebagian besar responden dengan dalam kategori sedang yaitu 29 orang (47,5) dan keluhan nyeri punggung bawah dalam kategori rendah yaitu 30 orang (50,8%). Hasil uji spearman rho menunjukan bahwa nilai p value = 0,010, maka p value < α (0,05) berarti Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara sikap kerja duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja yang menggunakan komputer. Kata Kunci             :     Sikap Kerja Duduk, Nyeri Punggung Bawah   ABSTRACTWorld Health Organization (WHO), says that 2% -5% of employees in industrialized countries each year to experience the Lower Back Pain (LBP). As many as 90% of cases of back pain is not caused by organic disorder, but by mistake body position at work. Using a computer that is done in a sitting position for a long time at risk of low back pain. The purpose of this study to determine the relationship sitting working attitude with complaints of low back pain in workers who use computers at the Harbor Health Office of Class II Bandung in 2017. This type of research is analytic survey research with cross-sectional design. The population in this study were all employees who use computers at the Port Health Office Class II Bandung in 2017 as many as 59 people and sampling using total sampling method. Data retrieval research using observation and interviews. Instruments for data collection in this study is a questionnaire and observation sheet Data were analyzed using univariate analysis with percentages and bivariate Spearman Rho test.The results showed that the attitude of the sit-down with the majority of respondents in the medium category is 29 (47.5) and low back pain in the low category were 30 people (50.8%). Spearman rho test results showed that the p value = 0.010, then the p value <α (0.05) means that Ho refused meaning that there is a significant correlation between sitting working attitude with complaints of low back pain in workers who use computers. Keywords                 :     Sitting Working Attitude, Low Back Pain
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI TENTANG KESELAMATAN BERKENDARA PADA MAHASISWA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Heni Fa'riatul Aeni; Rina Ratnaningrum
Jurnal Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.139

Abstract

Sepeda motor dapat menjadi ancaman besar terhadap kecelakaan yang terjadi dijalan raya dan menjadi penyumbang korban tertinggi. Laporan Polres Cirebon Kota, laka lantas pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 45 persen, yaitu dari 228 kasus pada tahun 2012 menjadi 415 kasus pada tahun 2013. Kecelakaan terbanyak terjadi pada usia produktif yakni usia 20-39 tahun, sedangkan mahasiswa di STIKes Cirebon termasuk ke dalam rentan usia tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi tentang keselamatan berkendara pada mahasiswa pengendara sepeda motor di STIKes Cirebon tahun 2014. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner. Rancangan penelitian ini adalah desain cross sectional, dengan populasi seluruh mahasiswa pengendara sepeda motor di STIKes Cirebon sebanyak 396 responden dan pengambilan sampel secara asidental (accidental) yaitu sebanyak 77 responden. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara usia dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 1,000), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 0,902), ada hubungan antara motivasi dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 0,039), tidak ada hubungan antara pengalaman dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 1,171).  Kata Kunci:   Motivasi, Pengalaman Mengemudi, dan Persepsi ABSTRACT Motorcycles can be a major threat to the accident that occurred on the highway and became the highest contributor to the victim. Cirebon City Police report, lacquer then in 2013 increased by 45 percent, from 228 cases in 2012 to 415 cases in 2013 Accident occurred in the productive age ie 20-39 years of age, whereas students in Cirebon STIKes including to in the vulnerable age. The purpose of this study was to determine the factors associated with the perception of the driving safety of motorcyclists on students in Cirebon STIKes 2014. This research study used a questionnaire instrument. The study design was a cross-sectional design, with the entire student population of motorcyclists in Cirebon STIKes much as 396 respondents and sampling asidental (accidental) is a total of 77 respondents. The data were statistically analyzed using the chi square test. The results of this study showed no association between age and perception of safety driving (pvalue = 1.000), there was no relationship between sex with perceptions about the safety of driving (pvalue = 0.902), there is a relationship between motivation and perception of safety driving (pvalue = 0.039), there is no relationship between the experience of the perception of safe driving (pvalue = 1.171).Keywords: Age, Gender, Motivation, Driving Experience, and Perception
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Heni Fa'riatul Aeni; Nyimas Rahmiwaty Fermania
Jurnal Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.148

Abstract

Perilaku manusia yang berhubungan dengan keselamatan merupakan sebuah pendekatan untuk menganalisis apa yang dibutuhkan untuk membuat perilaku K3 lebih dimungkinkan dan mengurangi perilaku yang beresiko. PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon salah satu perusahaan yang memproduksi jaring dan tambang. Berdasarkan data kecelakaan kerja akibat tindakan yang tidak berperilaku K3 di PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon sebanyak 90% di tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 di PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2015. Penelitian ini merupakan  penelitian kuantitatif dengan desain  cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 2002 orang. Pengambilan data dilakukan secara propotional random sampling dengan jumlah sampel 92 responden. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square pada tingkat kemaknaan 5% (0.05). Hasil penelitian, diketahui 56.5% pekerja berperilaku K3 dan 43.5% pekerja yang tidak berperilaku K3. Faktor – faktor yang tidak berhubungan dengan perilaku K3 adalah pelatihan, penghargaan dan hukuman. Sedangkan faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku K3 adalah pengetahuan, sikap, motivasi, komunikasi,ketersediaan fasilitas dan pengawasan.Kata kunci :  Faktor Predisposing, enabling, reinforcing,Perilaku K3 ABSTRACTHuman behavior associated with safety is an approach to analyze what is needed to make the behavior more likely K3 and diminish  risk behaviors. PT Arteria Daya Mulia Cirebon (ARIDA) one of the companies that manufacture net and mine. Based on data from workplace accidents due to actions that do not behave K3 PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon as much as 90% in 2014. The aim of this research is to know factors - factors related to the behavior of K3 PT Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2015. This research is a quantitative with cross sectional design. The population in this study amounted to 2002 people. Data collection was performed by proportional random sampling with a sample of 92 respondents. Bivariate analysis performed by the chi square test at 5% significance level (0.05). Results of the study, 56.5% of workers are known to behave K3 and 43.5% of workers who do not behave K3. Factors - factors that are not related to the behavior of K3 is training, reward and punishment. While factors - factors related to the behavior of K3 are the knowledge, attitudes, motivation, communication, availability of facilities and supervision.Kata kunci  :  Predisposing, enabling, reinforcing, K3 behavior
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN PASIEN DALAM MEMILIH PELAYANAN RAWAT INAP Heni Fa'riatul Aeni; Yuniah Sunaryo
Jurnal Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.158

Abstract

Menurut Anderson R (1968) dalam behavioral model of families use of health services, perilaku orang sakit berobat ke pelayanan kesehatan secara bersama-sama dipengaruhi oleh faktor predisposisi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), faktor pemungkin (ekonomi keluarga, akses terhadap sarana pelayanan kesehatan yang ada dan penanggung biaya berobat) dan faktor kebutuhan (kondisi individu yang mencakup keluhan sakit).Penurunan utilisasi atau jumlah pasien rawat inap yang jika dibandingkan pada semester 1 tahun 2013 (bulan Januari 2013 sampai dengan Juni 2013) dengan semester 1 tahun 2012 (bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012) menunjukan penurunan sebanyak 0,87%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan keputusan pasien rawat inap dalam memilih pelayanan rawat inap di RS Pertamina Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dalam satu bulan sebanyak 492, sedangkan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 dengan metode pengambilan non random sampling yang menggunakan teknik quota sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor karakteristik pasien yang memiliki hubungan dengan keputusan pasien untuk memilih pelayanan rawat inap hanya karakteristik sosial pengaruh kelompok acuan, sedangkan faktor karakteristik pasien (pendidikan, pekerjaan, keadaan ekonomi, dan cara pembayaran), faktor sosial keluarga, faktor budaya tidak ada hubungan dengan keputusan untuk memilih pelayanan rawat inap. Faktor psikologi pasien yang memiliki hubungan dengan keputusan untuk memilih pelayanan rawat inap hanya persepsi terhadap bauran pemasaran SDM dan proses, sedangkan faktor lainnya seperti  motivasi, pembelajaran, bauran produk, harga, tempat, promosi, dan bukti fisik tidak ada hubungan dengan keputusan untuk memilih pelayanan rawat inap di RS Pertamina Cirebon.Kata Kunci : karakteristik pasien, psikologi, keputusan pasien ABSTRACTAccording to Anderson R (1968) in behavioral models of families use of health services, the behavior of the sick medical treatment to the ministry of health jointly influenced by predisposing factor (age, gender, education, employment), enabling factor (economi families, access to the means of the existing health services and treatment costs of the insures), and the reinforcing factors (condition of the individual that includes complaints of pain). Utilization decline or in-patient number that when compared in semester of 1 years 2013 (January 2013 inclusive Juni 2013) with semsester of 1 years 2012 (January 2012 inclusive Juni 2012) shows declineas much 0,87%. This research aimed to know factors that related to in-patient decision in selecting service in-patient in Rumah Sakit Pertamina Cirebon years 2014. Research used inquantitative with cross sectional with a population was all patients hospitalized in one month as much as 492, while the number of samples taken as many as 100 by the method of making non-random sampling using quota sampling technique. The results showed that the factor characteristics of patients who have a relationship with the patient’s decision to choose inpatient services only social characteristics influence the reference group, while the factor of patient characteristics (education, employment, economic conditions, and method of payment), family social factors, cultural factors do not exist relationship with the decision to choose inpatient services. Psychological factors of patients who have a relationship with the decision to choose in patient only the perception of the marketing mix of human resources and processes, while other factors such as motivation, learning, product mix, price, place, promotion, and physical, evidence of no  association with the decision to choose a service pertamina hospital patient in Cirebon.Keywords : patient characteristics, psychology, patient decision.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEMENSIA PADA LANSIA Uun Kurniasih; Nuniek Tri Wahyuni; Heni Fa'riatul Aeni; Suzana Indra Giri; Affah Fuadah
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.253

Abstract

Penyakit demensia sering ditemukan pada lansia hal ini berkaitan dengan bertambahnya usia yang semakin tua. Kejadian demensia pada lansia di Puskesmas Plumbon tahun 2020 paling tinggi yaitu sebesar 37,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu lansia yang berkunjung ke Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Indramayu pada bulan Maret 2020 sebanyak 63 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan datanya menggunaan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik chi square Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Indramayu Kabupaten Indramayu tahun 2020 dengan p value = 0,017. Petugas kesehatan agar meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya memberikan dukungan kepada lansia yang mengalami demensia baik moril maupun materil, mengoptimalkan kegiatan posbindu dengan kegiatan-kegiatan untuk lansia seperti senam lansia, pengobatan, dan juga pemberian informasi kepada lansia mengenai demensia dan cara penanganannya.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Demensia, Lansia   AbstractDementia disease is often found in the elderly, this is related to increasing age. The incidence of dementia in the elderly at the Plumbon Health Center in 2020 was the highest at 37.5%. This study aims to determine the relationship of family support in elderly patients with dementia. The type of research is a quantitative study with a cross sectional design . The sample in this study was the elderly who visited the Posbindu in the Plumbon Health Center Work Area, Indramayu Regency in March 2020 as many as 63 people with purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire with interview techniques . Analysis of the data using the chi square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between family support for elderly patients with dementia in Posbindu, Plumbon Indramayu Health Center Work Area, Indramayu Regency in 2020 with p value = 0.017. Health workers should increase outreach activities to families about the importance of providing support to the elderly with dementia both morally and materially, optimizing posbindu activities with activities for the elderly such as elderly gymnastics, treatment, and also providing information to the elderly about dementia and how to handle it.Keywords: Family Support, Dementia, Elderly
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PENGHAMBAT SMK3 DENGAN IMPLEMENTASI PELAKSANAAN SMK3 Heni Fa'riatul Aeni; Suzana Indragiri; Juwita Dwi Septiani; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i1.280

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam pelayanan rumah sakit. Namun, sampai saat ini pelaksanaan SMK3 di rumah sakit masih belum terlaksana dengan baik diantaranya dalam hal seminar K3, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemakaian APD, pemeriksaan dan pengawasan kondisi lingkungan kerja.  Hal ini dikarenakan terdapat berbagai faktor penghambat yang mengganggu kelancaran pelaksanaan program SMK3 RS. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor penghambat dengan implementasi pelaksanaan SMK3 di Rumah Sakit. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Dari populasi 214 karyawan dengan sampel sebanyak 69 karyawan yang dipilih berdasarkan metode proportional random sampling. Uji statistik menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α 0,05). Dari hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengelolaan data dan informasi yang berkaitan dengan K3 dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,014), terdapat hubungan antara pelaksanaan law enforcement dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,002), tidak terdapat hubungan antara kualitas SDM dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,775), tidak terdapat hubungan antara tingkat upah dan jaminan sosial dengan pelaksanaan SMK3 (p value 0,750). Sarannya adalah merekrut karyawan S1 Kesehatan Masyarakat khususnya dibidang K3, melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan diawal kerja dan secara berkala, mengadakan penyuluhan atau seminar K3 minimal sebulan sekali, diadakan sanksi dalam setiap pelanggaran peraturan K3, dan diadakan reward bagi karyawan teladan yang selalu mematuhi peraturan K3.Kata Kunci: Faktor penghambat; implementasi pelaksanaan SMK3AbstractOccupation Safety and Health Management System (OSHMS) is a factor that plays an important role in hospital services. However, until now OSHMS is often not well implemented in hospitals due to various inhibiting factors that interfere with the smooth implementation of the OSHMS program in hospitals including in terms of K3 seminars, periodic health checks, use of PPE, inspection and supervision of working environment conditions. The current study aims to determine the correlation between the inhibiting factors and the implementation of OSHMS in hospitals. This was a quantitative study with cross sectional design. Data were collected through interviews using a questionnaire. Thea study population involved 214 employees and the study samples involved 69 employees who were selected based on proportional random sampling method. Statistical test used chi square test with 95% confidence level (α 0.05). Based on the results of the chi square test, it was shown that there was a correlation between the management of data and information related to OSHMS with the implementation of OSHMS (p value of 0.014), a correlation between the implementation of law enforcement and the implementation of OSHMS (p value of 0.002), no correlation between the quality of human resources and the implementation of OSHMS (p value of 0.775), there was no correlation between the level of wages and social security with the implementation of OSHMS (p value of 0.750). It is recommended to recruit employees with Bachelor of Public Health qualification, especially in the field of OSH, conduct health checks for the employees at the beginning of work and periodically, hold OSH counseling or seminars at least once a month, impose sanctions for every violation of OSH regulations, and provide rewards for exemplary employees who always comply with OSH regulations. Keywords: inhibiting factors; implementation of OSHMS
KELUHAN OTOT RANGKA PADA MAHASISWA SAAT PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Isyeu Sriagustini; Arie Ardiyanti Rufaedah; Heni Fa'riatul Aeni
Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.305

Abstract

Angka kejadian penyakit Covid-19 terus meningkat sejak dinyatakan sebagai pandemic oleh WHO. Negara yang terkena dampak berusaha untuk mengendalian penularan dan penyebaran penyakit ini. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial. Upaya tersebut menyebabkan berubahnya berbagai tatanan kehidupan sosial masyarakat termasuk bidang pendidikan. Pembelajaran daring menjadi alternatif agar proses belajar mengajar dapat dilakukan saat pembatas sosial. Namun akibatnya mahasiswa lebih banyak aktifitas digital dibandingkan aktivitas fisik. Keterbatasan fasilitas kerja dapat menjadi faktor risiko adanya keluhan otot rangka selama pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini menggambarkan keluhan otot rangka pada mahasiswa saat pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Data diambil dengan survei kepada 182 mahasiswa menggunakan instrumen penilaian (kuesioner) Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa 100% masih melakukan pembelajaran daring, alat yang digunakan lebih banyak smartphone (71,3 %), durasi pembelajaran sehari 8 jam (47,1 %), dan posisi saat pembelajaran paling banyak duduk sembarangan (49,3 %). Keluhan di sekitar mata paling tinggi dirasakan oleh mahasiswa. Mahasiswa merasakan keluhan sangat sakit pada 10 bagian tubuh tertinggi adalah punggung (74,8%), pinggang (72,4%), leher atas (67,5%), bahu kanan (61,8%), leher bawah (57,7%), pergelangan tangan kanan (57,7%), bahu kiri (56,9%), pantat buttock (48,0%), tangan kanan (46,3%), dan pantat bottom (44,7%). Adapun tingkat risiko keluhan otot rangka paling banyak pada kategori risiko rendanh (83%). Disimpulkan bahwa terdapat keluhan otot rangka pada mahasiswa saat pembelajaran daring selama pandemik Covid-19. Meskipun belum memerlukan tidakan perbaikan, namun disarankan untuk tetap melakukan posisi kerja sealamiah mungkin dan perhatikan aturan ergonomi tentang posisi kerja.Kata Kunci: Covid-19; Ergonomi; Gangguan Otot Rangka; Pembelajaran DaringAbstractThe incidence of Covid-19 disease has continued to increase since it was declared a pandemic by WHO. Affected countries are trying to control the transmission and spread of the disease. The Indonesian government issued a policy of social restrictions. These efforts led to the change of various social life orders of the community including the field of education. Online learning becomes an alternative so that the teaching and learning process can be done during social barriers. But as a result, students have more digital activity than physical activity. Limitations of work facilities can be a risk factor for skeletal muscle complaints during online learning. The purpose of this study illustrates skeletal muscle complaints in students during online learning during the Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive. The data was taken with a survey of 182 students using the Nordic Body Map (NBM) musculoskeletal disorder assessment   instrument. The results showed that 100% of students still dared to learn, the tools used were more smartphones (71.3%), the length of study was 8 hours a day (47.1%), and the most sitting position while studying (49.3%). Complaints around the eyes are the highest complaints felt by students. Students feel very sick complaints in the 10 highest body parts, namely the back (74.8%), waist (72.4%), upper neck (67.5%), right shoulder (61.8%), lower neck (57, 7%), buttocks (57.7%), left shoulder (56.9%), buttocks (48.0%), right hand (46.3%), and buttocks (44.7%). The highest risk level for skeletal muscle complaints was in the low-risk category (83%). It was concluded that there were skeletal muscle complaints in students in daring learning during the Covid-19 pandemic. Although it does not require repair, it is recommended to keep the working position as natural as possible and pay attention to ergonomic rules related to working position.Keywords: Covid-19; Ergonomics; Musculoskeletal; Online learning
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SELAMA PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DIMASA PANDEMI COVID-19 Asiah Asiah; Fitri Puji Melani; Heni Fa'riatul Aeni; Rokhmatul Hikhmat; Muslimin Muslimin
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.391

Abstract

Di masa COVID-19 penyakit mematikan yang menginfeksi sistem pernafasan dan dapat menular dengan cepat, ditetapkannya pembelajaran blended learning (pembelajaran campuran) di perguruan tinggi saat ini. Stres merupakan reaksi tubuh terhadap tuntutan kehidupan karena pengaruh lingkungan. Maka dari itu dilakukannya strategi koping untuk mengetahui tingkat Stres dan dapat menurunkan tingkat stres pada mahasiswa. Strategi koping merupakan proses yang dilalui individu saat berusaha untuk mengelola tuntutan yang mendatangkan tekanan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi strategi koping terhadap Stres, untuk mengetahui tingkat Stres dan mencari hubungan strategi koping dengan tingkat Stres pada mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Desain penelitian analitis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh mahasiswa program studi S1 Keperawatan 251 mahasiswa dengan teknik proporsional random sampling sebanyak 70 mahasiswa dengan menggunakan Rumus Taro Yamane. Instrumen berupa lembar angket, untuk mengukur strategi koping (ACOPE) dan tingkat Stres (DASS-21). Analitis secara statistik menggunakan uji chis-square test. Hasil penelitian dengan hasil uji statistik chis-square diperoleh P value (0,000) < = 0,05 (lebih kecil dari pada 0.05). hal itu menunjukan bahwa H0 (Hipotesis Nol) ditolak dan Ha (Hipotesis Alternatif) diterima.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disimpulkan adanya hubungan antara strategi koping dengan tingkat Stres pada mahasiswa program studi S1 Keperawatan STIKES Cirebon selama pembelajaran blended learning di masa pandemik COVID-19 tahun 2022.Kata Kunci: Strategi Koping; Tingkat Stres; COVID-19
Faktor Risiko Anemia Ibu Hamil Trimester III Suzana Indragiri; Sri Wahyuni; Cucu Herawati; Iin Kristanti; Laili Nurjannah Yulistiyana; Awis Hamid Dani; Heni Fa'riatul Aeni
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia memiliki dampak besar pada masa kehamilan, kelahiran, masa nifas, dan bayi. Faktor risiko anemi dapat dipengaruhi oleh faktor internal ibu dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Desain penelitian survey analitik digunakan dalam penelitian ini. Seluruh ibu hamil 234 orang dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dalam trimester ketiga yang dirawat di ruang aurum. Sampling total digunakan untuk mengumpulkan 234 responden. Penelitian ini menggunakan format pengumpulan data sekunder dari lembar asesmen kebidanan rawat inap dari rekam medis responden. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara paritas (p value 0,035), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p value 0,046), kunjungan ANC (p value 0,022), dan status gizi (p value 0,000) dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan (p value 0,641) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Kata Kunci: Anemia; Paritas; Tablet Fe; ANC; Status Gizi.Anemia has a major impact on pregnancy, birth, puerperium, and infancy. Risk factors for anemy can be influenced by internal maternal and environmental factors. The purpose of this study was to analyze risk factors for anemia in III trimester pregnant women. Analytical survey research design was used in this study. All 234 pregnant women in the study were all pregnant women in the third trimester who were treated in the aurum room. Total sampling was used to collect 234 respondents.  This study used a secondary data collection format from inpatient midwifery assessment sheets from respondents' medical records. Data analysis techniques use univariate analysis and bivariate analysis with Chi Square test.The results of the study obtained a relationship between parity (p value 0.035), adherence to Fe tablet consumption (p value 0.046), ANC visits (p value 0.022), and nutritional status (p value 0.000) with the incidence of anemia and there was no relationship between pregnancy distance (p value 0.641) with the incidence of anemia in third trimester pregnant women.Keywords: Anemia; Parity; Fe Tablets; ANC; Nutritional Status.