Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Tipe Diafragma Pada Basemen Gedung Rumah Sakit Nugi Hairul Afriansa; Angga Darmawan; Detha Sekar Langit Wahyu Gutama; Ida Bagus Agung
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui berapa besar nilai gaya guling tanah, gaya geser, dan daya dukung tanah pada dinding penahan tanah tersebut dalam rangka untuk mengetahui apakah dinding penahan tanah tersebut sudah sesuai atau dapat menahan beban tanah pada area basement. Teknik analisis data yang dipakai yaitu dengan melakukan hitungan terhadap data yang sudah diperoleh dengan menggunakan metode Rankine dan Mohr serta dilakukan juga analisis dengan menggunakan aplikasi pendukung seperti Geo 5. Berdasarkan hitungan secara analitis statis nilai guling memperoleh nilai sebesar 12,280 > 1,5, nilai geser sebesar 15,788 > 1,5 dan nilai kapasitas daya dukung tanah sebesar 41,57 > 3. Hitungan menggunakan program Geo 5 dengan kondisi tanpa memperhitungkan beban gempa, nilai guling bernilai 17,62 > 1,5, nilai geser sebesar 26,55 > 1,5 dan nilai kapasitas daya dukung tanah untuk arah vertical sebesar 156,10 > 1,5 dan untuk arah horizontal sebesar 26,61 > 1,5. Sedangkan pada kondisi dengan memperhitungkan beban gempa, nilai guling bernilai 4,62 > 1,5, nilai geser sebesar 1,87 > 1,5 dan nilai kapasitas daya dukung tanah untuk arah vertical sebesar 9,04 > 1,5 dan untuk arah horizontal sebesar 1,87 > 1,5. Dinding penahan tanah tipe diafragma pada basement Rumah Sakit Umum tersebut sudah memenuhi syarat keamanan baik analisis tanpa memperhitungkan beban gempa maupun analisis dengan memperhitungkan beban gempa.
Analisis Daya Dukung Tiang Kelompok Pondasi Bored Pile Dengan Metode Analitis Dan Numeris (Studi Kasus Proyek Pembangunan Hotel Di Kulon Progo) Angga Darmawan; Samsul Arifin; Zainul Faizien Haza; Widarto Sutrisno
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2023): April
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i1.14430

Abstract

Pondasi adalah salah satu bagian dari struktur yang cukup penting, dimana pondasi merupakan struktur paling bawah dari bangunan yang memikul beban dari bangunan itu sendiri. Terdapat beberapa jenis pondasi dan salah satunya pondasi tiang bored pile yang mana merupakan pondasi dengan prinsip kerja pengeboran. Pondasi ini banyak digunakan untuk bangunan-bangunan tinggi karena sangat efisien digunakan apalagi pada lokasi padat penduduk. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari hasil observasi lapangan dan dilengkapi oleh data proyek yang didapat dari proyek pembangunan gedung Hotel Novotel dan Ibis Hotel Kulon Progo. Penelitian ini membahas tentang nilai kapasitas daya dukung kelompok pondasi bored pile dan penurunannya dengan menggunakan data N-SPT. Penelitian ini menggunakan metode analisis Reese & Wright dan metode elemen hingga dengan menggunakan program Plaxis. Hasil analisis menujukkan bahwa nilai daya dukung ultimate (Qu) pada titik pondasi dengan kode BP 121 dengan menggunakan metode Reese & Wright didapat nilai sebesar 478,902 ton. Hasil perhitungan dari nilai Qu dengan menggunakan metode Plaxis didapat nilai sebesar 353,85 ton sebelum konsolidasi dan 536,76  ton setelah konsolidasi. Hasil penurunan pondasi dari perhitungan konvensional adalah sebesar 19,83 mm. Dan hasil penurunan menggunakan program Plaxis didapat nilai penurunan sebesar 0,262 mm.
DAMPAK LAHAR PASCA ERUPSI MERAPI TERHADAP INFRASTRUKTUR: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS maka bana; Zainul Faizien Haza; Angga Darmawan; Febriana Ramadhani
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v11i1.22725

Abstract

The 2010 eruption of Mount Merapi (VEI 4) did not only cause immediate impacts during the event, but also triggered post-eruption rain-triggered lahar (volcanic mudflow) hazards that persisted for years. This systematic literature review aims to identify the characteristics and level of infrastructure damage caused by the post-eruption lahars of Merapi 2010, as well as the factors influencing them. A search was conducted across the Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Garuda, and grey literature databases (BNPB, BPBD, Ministry of PUPR, JICA) using the PRISMA protocol. Out of 275 identified articles, 12 studies met the inclusion criteria and were analyzed narratively. The synthesis results show that infrastructure damage reached over 1,167 housing units, 31 to 34 bridge units, and 77 sabo dam units (29% of total assets). The Yogyakarta-Semarang national road experienced accessibility disruptions 18 times. The main factors influencing the level of damage were dynamic flow pressure (weak structures collapsed at 5 kPa), flow velocity (greater than 3 m/s), and the mismatch between the sabo dam design capacity (1.75 million m³) and the actual lahar volume (greater than 5 million m³). A lahar event in Senowo in March 2026 proves that the risk remains active 16 years post-eruption. The conclusion of this study emphasizes the need to revise sabo dam designs for VEI 4 scenarios and to integrate a rainfall-based early warning system (greater than 20 mm/hour). Keywords: or volcanic mudflow, infrastructure, sabo dam, Mount Merapi, systematic literature review
PVWatts-Based Assessment of Solar Photovoltaic Energy Potential in Indonesian Urban Areas for Infrastructure Planning Optimization Angga Darmawan; Kusmendar; Dimas Langga Chandra Galuh
RING ME Vol 6 No 1 (2026): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v6i1.25557

Abstract

The increasing demand for renewable energy in urban areas necessitates comprehensive location-based assessments of solar photovoltaic (PV) system performance. This study presents a simulation-based comparative analysis of solar energy production potential across three representative Indonesian cities: Serang (Banten Province), Yogyakarta (Special Region of Yogyakarta), and Surabaya (East Java Province), representing the western, central, and eastern geographic zones of Java Island. Using the PVWatts simulation tool with standardized system parameters and historical meteorological data, monthly and annual energy yield, solar irradiance, and AC energy output were evaluated for each location. Results indicate that Surabaya recorded the highest annual solar irradiance of 5.54 kWh/m²/day and the greatest annual AC energy production of 1,501 kWh, followed by Yogyakarta (5.27 kWh/m²/day; 1,442 kWh) and Serang (5.02 kWh/m²/day; 1,360 kWh). All three cities exhibited peak performance during the dry season (June September) and minimum production during the wet season (November February). Surabaya demonstrated the most pronounced seasonal variation, with a peak irradiance of 7.18 kWh/m²/day in September and a minimum of 3.91 kWh/m²/day in December. These findings provide a data-driven framework for optimizing solar energy infrastructure planning in Indonesian urban regions and contribute to national renewable energy transition goals aligned with Sustainable Development Goal 7.