Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Facebook dalam Perspektif Filsafat Teknologi Sebagai Alat Kekuasaaan Kirom, Syahrul
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v8i1.82108

Abstract

Media sosial facebook pada awalnya sebagai alat komunikasi kepada seseorang untuk menghubungkan satu dengan yang lain. Pada saat ini mengalami perubahan yang sangat siginikant, facebook saat ini justru digunakan sebagai alat politik dan media untuk menebar kebencian. Ini menyalahi dari tujuan mulia awalnya ada facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Metode yang digunakan adalah Hermeneutika sebagai cara kerja dalam meniginterpretasikan facebook ke dalam realitas dunia digital sosial saat ini. Objek Materialnya adalah orang orang yang menggunakan facebook sebagai alat kepentingan politik untuk kampanye pilpres 2024 dan dalam menarik suara dalam dunia digital. Sedangkan objek formal yang digunakan adalah Filsafat Teknologi sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan. Pertama, Alat teknologi yang diciptakan dalam dunia digital seperti facebook telah mengubah paradigma hidup manusia dan mengubah sistem politik di Indonesia. Sehingga kampanye politik dapat dengan mudah dilakukan dengan membuat akun facebook sesuai keinginan partai politik. Kedua, Facebook teknologi sebagai alat kekuasaan karena manusia mempunyai pandangan deterministik sosial yakni pandangan yang melihat perkembangan teknologi pada umumnya lahir sebagai akibat hubungan kekuasaan dan keputusan-keputusan yang diambil oleh elite politik. Ketiga, media sosial facebook juga diartikan sebagai alat kekuasaan untuk melakukan hegemoni pengetahuan manusia sebagai upaya dalam mempengaruhi opini publik.
Memutus Kuasa Postkolonial di Indonesia dalam Perspektif Filsafat Sejarah Kritis Kirom, Syahrul
KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2020): KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/kambotivol1issue1page13-20

Abstract

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari masa lalu yang penuh perjuangan. Perlawanan  dengan kolonialisme selama 350 tahun itu waktu yang sangat lama sekali. Dampak peperangan dengan Belanda menyimpan banyak warisan kolonial dari kerja rodi, romusa dan pajak serta budaya korupsi pun muncul, pajak merupakan warisan pikiran kerja budaya belanda. Tulisan paper ini menggunakan pendekatan filsafat sejarah kritis. Metode yang digunakan adalah deskriptis- analitis. Penjajahan fisik dan peperangan pada saat merebut kemerdekaan sudah tidak tepat lagi dilakukaan pada saat ini. Pada era sekarang ini kolonialisme ini bentuknya macam-macam ada melalui kebijakan kebijakan dan bahkan jual beli aset-aset negara dan politik ekonomi luar negeri yang berdampak pada kemiskinan dan pengangguran serta penderitaan rakyat Indonesia. Dengan demikian, postkolonial yang terjadi pasca reformasi dan di era millenial ini perlu mendapatka perhatian khusus, upaya memutus mata rantai postkolonial, para pemangku kebijakan dan para birokrat bangsa Indonesia ini juga perlu belajar dari sejarah (history) masa lalu untuk mengatasi persoalan kebangsaan pada masa kini dan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Perlu ada upaya membangun kesadaran yang sangat tinggi pada pemangku kebijakan, membangun semangat nasionalisme mencinta ibu pertiwi, mencintai aset aset negara untuk dikembalikan pada kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
MEMPRAKSISKAN PANCASILA DALAM PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA Kirom, Syahrul
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v5i1.627

Abstract

Pancasila sebagai sebuah falsafah hidup dan petunjuk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah semetisnya dijadikan acuan dalam berperilaku, bertindak dan membuat kebijakan dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Merebaknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, mafia hukum menjadi sumber masalah bidang penegakan hukum, yang tidak pernah mengimplemnetasikan nilai-nilai pancasila.Tujuan dari adanya implementasi pancasila dalam penegakan hukum sebagai upaya membentuk dan memabangun kesadaran moral pada penegak hukum dalam penerapan nilai-nilai pancasila yang luhur yang mencerminkan proses keadilan bagi selurut rakyat Indonesia dan Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam penegakan hukum di Indonesia. Dalam konteks ini filsafat pancasila sebagai sebuah landasan teori, pancasila memiliki ilmu pengetahuan yang mampu menjelaskan dengan sila-sila itu sesungguhnya harus diimplementasikan, filsafat pancasila sebagai sebuah keilmuan memiliki pengetahuan yang terdiri dari aspek epistemologi, ontologi dan aksiologi. Ketiga hal tersebut digunakan untuk mengkaji hukum di Indonesia, dengan cara membangun pancasila sebagai sumber nilai-nilai yang terdiri dari lima sila untuk mengarahhkan pada penegakan hukum di Indonesia. Metode dalam penulisan adalah dengan metode deskritptif-analitis serta mengggunakan metode hermeneutik, kemudian dilakukan pencarian data-data yang paling relevan dan utama terkait dengan kajian implementasi pancasila dalam penegakan hukum serta selanjutnya dilakukan analisis yang lebih tajam sehingga menghasilkan gagasan atau ide yang kreatif. Pancasila harus diajarkan dalam sistem kelembagaan dan kejaksaan tinggi oleh pejabat hukum dan aparat penegak hukum, agar mereka tersadarkan bahwa pancasila sebagai sumber hukum telah mengajarkan cara yang baik dan adil dalam menegakkan keadilan hukum di Indonesia. Nilai-nilai pancasila harus menjadi rujukan atas setiap mengambil kebijakan dalam bidang hukum. Pancasila sebagai way of life merupakan bentuk kesadaran secara personal dan kolektif terhadap aparat penegak hukum dalam menyelesaikan setiap masalah hukum dengan berdasarkan atas pancasila.Key Word: Pancasila, Manusia, Penegakan Hukum, Kesadaran Moral.
Mengelola Keragaman: Peran PCNU Indramayu dalam Pemenuhan Hak Sipil Masyarakat Dayak Losarang, Indramayu, Jawa Barat Bisri; Kirom , Syahrul; Adam Permana , Muhamad; Saumantri, Theguh
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2025): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v22i01.1104

Abstract

Abstract The Dayak Losarang community in Indramayu faces discrimination and social exclusion due to their distinct religious and cultural views. PCNU Indramayu, through the Institute for Human Resource Empowerment Studies (Lakpesdam-NU), seeks to overcome these barriers by providing support in civil administration and economic empowerment. This study aims to examine the role of PCNU Indramayu in promoting the fulfillment of civil rights and obligations of the Dayak Losarang community through administrative and economic interventions and to understand the impact of these efforts on social inclusion and cultural identity recognition. This research employs qualitative methods with a field study or case study approach. Data collection is conducted through interviews and literature studies related to issues of social exclusion. The findings indicate that PCNU's intervention through Lakpesdam-NU successfully enhanced the Dayak Losarang community's access to civil documents such as ID cards (KTP), family cards (KK), and birth certificates, which were previously difficult to obtain. Additionally, the entrepreneurship training provided has improved the skills and economic motivation of Dayak Losarang women, contributing to the increased economic well-being of their families. Social inclusion efforts are also evident from the reduction of stigma and discrimination against this community and the increased recognition and appreciation of their cultural identity. Keywords: PCNU Indramayu, Social Inclusion, Dayak Losarang. Abstrak Komunitas Dayak Losarang di Indramayu merupakan kelompok yang menghadapi diskriminasi dan eksklusi sosial akibat pandangan keagamaan dan budaya yang berbeda. PCNU Indramayu, melalui Lembaga Kajian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam-NU), berupaya untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan menyediakan dukungan dalam administrasi kependudukan dan pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran PCNU Indramayu dalam mendorong pemenuhan hak dan kewajiban sipil masyarakat Dayak Losarang melalui intervensi administratif dan ekonomi, serta memahami dampak dari upaya tersebut terhadap inklusi sosial dan pengakuan identitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan atau studi kasus. Pegumpulkan data dilakukan dengan wawancara serta studi pustaka yang terkait dalam isu eksklusi social. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi PCNU melalui Lakpesdam-NU berhasil meningkatkan akses masyarakat Dayak Losarang terhadap dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan akta kelahiran, yang sebelumnya sulit didapatkan. Selain itu, pelatihan wirausaha yang diberikan berhasil meningkatkan keterampilan dan motivasi ekonomi perempuan Dayak Losarang, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Upaya inklusi sosial juga terlihat dari pengurangan stigma dan diskriminasi terhadap komunitas ini, serta peningkatan pengakuan dan penghargaan terhadap identitas budaya mereka. Kata Kunci : PCNU Indramayu, Inklusi Sosial, Dayak Losarang.
THEOLOGICAL POLITICS: AN ANALYSIS OF AMBITION FOR AUTHORITY AND POWER IN THE LIGHT OF PROPHETIC HADITH Kusnandar, Engkus; Kirom, Syahrul; Yani, Ahmad
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 6, No 2 (2024): JSHN VOL 6 NO 2 DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v6i2.18852

Abstract

Humans as political beings have the character to rule and dominate. And Islam as a comprehensive religion has regulated human life to remain within the corridor outlined by religion. Therefore, the hadith of the Prophet SAW has regulated and explained the prohibition of asking for positions and power. The purpose of this study is to find out what the Prophet's views and the scholars' views are regarding this prohibition. The approach chosen in this study is descriptive qualitative. The results of the study are that the Prophet's prohibition is local and temporal in nature. It is not absolute or universal. The Prophet's prohibition in his hadith is seen in the context of the person asking for a position not having skills, responsibility and not being trustworthy. This study shows that being ambitious or asking for a position is permissible, even highly recommended, if the following conditions exist: (1). The competitors or presidential/regent candidates are oppressors. (2). The candidate leaders or officials are infidels. (3). The competitors or candidates for officials do not have the skills or expertise. (4). The competitors or candidates for officials are immoral and greedy for power. (5). Asking for a position is permissible after we have first been offered a position by a ruler.
Peningkatan Kesadaran dan Kapasitas Masyarakat Desa Munjul Astanajapura Cirebon dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Amin Iskandar; Nanin Sumiarni; Alif Nurrahman Fadliansyah; Syahrul Kirom; Rijal Mahdi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1539

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis riset ini dilaksanakan di Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Desa ini memiliki potensi besar untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif berkat karakteristik penduduknya yang produktif dan terdidik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan dan memetakan tingkat kesadaran masyarakat Desa Munjul terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai langkah awal menuju peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi riset lapangan melalui survei, diskusi kelompok terarah (FGD), seminar edukatif, serta penyebaran kuesioner kepada 50 pemuka masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan penggalian data sekaligus menjadi sarana edukasi dan sosialisasi praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki latar belakang sosial dan demografis yang beragam dengan dominasi usia produktif dan tingkat pendidikan menengah ke atas. Peran laki-laki cenderung pada pengelolaan teknis, sementara perempuan berfokus pada pengelolaan rumah tangga. Meskipun sebagian besar responden memahami pentingnya pengelolaan sampah, masih ditemukan kesenjangan informasi mengenai praktik berkelanjutan dan dukungan fasilitas. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan perlunya program edukasi dan pendampingan berkelanjutan yang lebih intensif agar masyarakat tidak hanya memiliki kesadaran, tetapi juga kemampuan untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi pondasi penting bagi rancangan program lanjutan yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan perubahan perilaku menuju lingkungan desa yang sehat dan sejahtera.
Manajemen Perang Bisnis Dalam Pemikiran Sun Tzu dan Implementasinya terhadap Manajemen Dakwah dalam Pemberdayaan Masyarakat Syahrul Kirom; Muhammad Ikhsan Ghofur
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v5i2.7184

Abstract

AbstractSun Tzu's work on The Art of War inspires many world figures such as Napoleon Bonaparte in applying the art of war strategy. This study used a descriptive-analytical approach with the hermeneutic method. In this paper, the writer tried to interpret the art strategy of war into the world of business.The results of this study indicate that the manajement of Sun Tzu's arts of war. First, the principle of knowing yourself, in this case know your enemies and yourself, how to preach and empower people to achieve the best goals. Second, regarding moral integrity in preaching and empowering the community. In preaching and empowering people, both professions and consumers, it is expected that they always prioritize the values of honesty and kindness. Third, a brave attitude, in terms of preaching and empowering the community, what is needed is the ethics of courage by being brave in making decisions in the right way. Fourth, discipline in terms of preaching and empowering the community is by always arriving on time, never doing time corruption, but always arriving and right when there is an activity with the community Fifth, welfare needs to be put forward by every preacher in empowering the community by providing services and appreciation to society, that is what is called the ethics of love which always puts forward the human aspect of society or maudhu'.Thus, Sun Tzu's business war manajement view emphasizes human ethics. Each of the teachings of Sun Tzu's martial arts, when interpreted in preaching and community empowerment, turns out to be more concerned with the area of ethics and morality in achieving success in society.AbstrakKarya Sun Tzu tentang The Art of War memberikan inspirasi banyak tokoh-tokoh dunia seperti Napoleon Bonaparte dalam menerapkan strategi seni perang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Dengan Metode Hermeneutika. Dalam tulisan ini, penulis ingin berusaha menginterpretasikan strategi seni perang ke dalam dunia bisnis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen seni perang Sun Tzu. Pertama, Prinsip mengenal diri sendiri, dalam hal ini kenalilah musuh dan diri anda sendiri, bagaimana agar dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat bisa mencapai tujuan yang terbaik. Kedua, mengenai integritas moral di dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat. Di dalam berdakwah dan memberdayakan masyarakat baik sesama profesi maupun konsumen diharapkan selalu mengedepankan nilai kejujuran dan kebaikan. Ketiga, sikap berani, dalam hal berdakwah dan memberdayakan masyarakat yang dibutuhkan adalah etika keberanian dengan jalan berani mengambil keputusan-keputusan dengan jalan yang benar. Keempat, dispilin dalam hal berdakwah dan memberdayakan masyarakat adalah dengan cara selalu datang tepat waktu, tidak pernah melakukan korupsi waktu, melainkan selalu datang dan tepat ketika ada kegiatan dengan masyarakat Kelima, kesejahteraan perlu dikedepankan oleh setiap pendakwah dalam memberdayakan masyarakat dengan cara memberikan pelayanan dan penghargaan kepada masyarakat, itu adalah apa yang disebut sebagai etika kasih yang selalu mengedepankan aspek kemanusiaan terhadap masyarakat atau maudhu’.   Dengan demikian, pandangan manajamen perang bisnis Sun Tzu lebih menekankan pada etika kemanusiaan. Tiap-tiap ajaran seni perang Sun Tzu, ketika diintrepretasikan di dalam berdakwah dan pemberdayaan masyarakat, ternyata lebih banyak berkutat pada wilayah etika dan moralitas dalam meraih kesuksesan di masyarakat 
Pemikiran Muhammad Iqbal Dalam Perspektif Filsafat Ketuhanan Kirom, Syahrul
Aqlania Vol. 13 No. 1 (2022): June
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v13i1.3795

Abstract

This paper examines the divine philosophy of Muhammad Iqbal's thought. Iqbal tries to understand God by using ego. The ego is a representation of God. In the ego, religious experience is more important as an effort to get closer to God. This research method uses a descriptive-analytical approach. The study found that Muhammad Iqbal's understanding of God put more emphasis on an esoteric approach, not an exoteric approach. The conception of divine philosophy according to Muhammad Iqbal is actually how to function human potential, by always implementing Islamic teachings and the concept of monotheism. Thus, Muslims can practice monotheism in carrying out their worship.