Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KALIGRAFI ISLAM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT SENI Syahrul Kirom; Alif Lukmanul Hakim
Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Keislaman Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.2020.2001-04

Abstract

This article discusses Islamic calligraphy from the perspective of art philosophy. Islamic calligraphy (the art of letter painting) turns out to have values of beauty, uniqueness and spiritual value and has symbolic meaning for Islamic culture. Calligraphy art has religious spiritual meaning and value that causes a person to experience eschatology. Therefore, in this article the author is interested in analyzing Islamic calligraphy with an art philosophy approach. The method used is descriptiveanalytical. This Arabic calligraphy art writer studies by analyzing through its formal object is the philosophy of art. While the material object is to study the meaning of religious-spiritualism which is more philosophical in understanding Islamic calligraphy. The results of this study found that the fact that the art of Islamic calligraphy has beautiful aesthetic values is full of faith and devotion. The existence of Islamic calligraphy art provides meaning and understanding of the process of achieving a very transcendental idea to God.
FILSAFAT ILMU DAN ARAH PENGEMBANGAN PANCASILA: RELEVANSINYA DALAM MENGATASI PERSOALAN KEBANGSAAN Syahrul Kirom
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.3111

Abstract

Study about Pancasila as an Indonesian way of life through the philosophy of science is very important when it is related to national problems nowadays. The philosophy of science which has three aspects (ontology, epistemology and axiology) can be used as a tool to solve the national problems, especially in case of corruption. The solution provides an understanding of Pancasila values.The result of study about the values of Pancasila from the philosophy of science, they are : first, the ontology, Pancasila has teachings and values, such as developing an attitude of respect among human being; second, the epistemology, Pancasila has sources of knowledge and concepts of nationalism that should be used as a guidance in the social life of Indonesia; third, the axiology, the values of Pancasila have a contribution in the lives of Indonesian people through the noble values in social justice and humanity.Keywords: Pancasila, Philosophy of Science, Ontology, Epistemology, Axiology.
ETIKA SAMIN: SUATU KAJIAN FILSAFAT NUSANTARA Syahrul Kirom
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 22, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.12992

Abstract

Negative images of Samin community until now is still felt by a small community in Central Java. This is not completely true because the people of Samin also has ethical values in their life. This study is a library research, with the moral values of Samin community as material object and ethics as formal object. The purpose of this study was to explore the ethics of Samin community. The results of this study confirm that there are two ethics in the local wisdom of Samin community, namely theological and deontological ethics. Theological ethics rooted in the book of the Religion of Adam Jamus Kalimasada, associated with nobleness of soul and character. Deontological ethics, as obligations contained in the teachings of Samin, such as: aja srei drengki, tukar padu, dahpen kemeren, and mbadhog colong. This principles are categorically imperative which must be implemented in daily life that also affect the harmony of the universe.
Building a Dialog Room: Protecting Minorities in Indonesia Syahrul Kirom
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.267 KB) | DOI: 10.30984/kijms.v2i2.60

Abstract

At the end of 2020, cases of religious violence in Indonesia reappeared. Such as the case of the destruction of musala Al-Hidayah building in Perum Agape, Tumaluntung Village, Kauditan Subdistrict, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. This study uses a descriptive-analytical approach. To analyze every socio-religious case that occurred in Indonesia. Meanwhile, the Hermeneutic method interprets socio-religious issues with the theoretical framework of Jurgen Habermas' thought. The results of this study need to build dialogue between religious communities in Indonesia without any intervention from one particular religion so that the dialogue space can run well and peacefully. By emphasizing communicative rationality in understanding religious differences or beliefs in establishing harmonious relations between religious communities in Indonesia and prioritizing the three principles of religious harmony supported by implementing the values of Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika as unity and oneness in knitting religious tolerance.
PANCASILA DALAM BINGKAI KERUKUNAN BERAGAMA Syahrul Kirom
Jurnal Dialog Vol 35 No 2 (2012): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.231 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v35i2.112

Abstract

This article looks into explaining the social-religion conflict in Indonesia. The way to overcome the such conflict is to retake the pride of nationality and citizenship through Pancasila values as the philosophy of life. In other words, internalization of those values to the adherents of religion should be urgently done. So, when it happened, the adherents of religions are hopefully expected to engender the inclusive, tolerance and wise behaviors. It finally will rearrange the harmony of religions in Indonesia. KEYWORD:Pancasila, Harmony, conflict, values, religion, dialogue.
KONSEP KEADILAN JURGEN HABERMAS DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT KONTEMPORER Syahrul Kirom
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i2.10608

Abstract

AbstrakKeadilan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan oleh setiap hak asasi manusia. Penegakan Keadilan kadang sangat timpang yang dilakukan aparat penegak hukum. Tumpul ke atas, tajam ke bawah. Faktar itu seringkali muncul di Indonesia. Hal ini yang perlu kita tegakkan dalam mengimplementasikan prinsip keadilan kepada siapapun. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptis-analitis. Dengan menggunakan   metode hermeneutika. Tujuan dari metode ini digunakan untuk memahami konsep keeadilan Jurgen Habermas, Sedangan kerangka teori teori dari keadilan Pemikiran Jurgen Habermas dalam menganalisis praktik keadilan di Indonesia pada zaman kontemporer saat ini. Hasil dari penelitian menjelaskan untuk menegakkan keadilan, maka diperlukan rasionalitas-komunikatif agar nantinya pada tindakan komunikatif nilai nilai keadilan dapat dilaksanakan. Oleh karena itu,  Untuk mencapai prinsip prinsip dasar keadilan konsensus ada beberapa faktor di antarnya. Pertama, bahwa dalam mengungkapkan sesuatu, orang harus benar-benar mengemukakan kebenaran. Kedua, dalam mengemukakan kebenaran itu, orang harus mengupayakan keadilan satu terhadap yang lain. Ketiga, orang harus benar-benar saling tulus dan bersungguh-sungguh menjalin relasi satu dengan yang lain.
Pandangan Etika Islam terhadap SDG sebagai Solusi Fenomena Foodwaste yang Terjadi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon Silfa Tamami Solihati; Syahrul Kirom; Asiah Asiah; Alfian Alfian; Aan Syafaah
Gunung Djati Conference Series Vol. 21 (2023): The 1st Nurjati Conference
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Keadilan Hukum di Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Hukum Kirom, Syahrul; Nadirin, Akhmad
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v8i2.15712

Abstract

Abstrak Di Indonesia, penerapan keadilan hukum sangat lemah sekali, apalagi jika persoalan penegakan hukum itu sudah diintervensi oleh politik dan juga praktek suap menyuap terhadap masalah hukum. Penegakan hukum di Indonesia masih bersifat tebang pilih. Fakta ini yang kemudian perlu adanya penegakan hukum di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah hermeneutika dalam mengkaji persoalan keadilan hukum di Indonesia sebagai objek material. Sedangkan, objek formalnya menggunakan filsafat hukum dalam menganalisis proses keadilan hukum di Indonesia.Hasil penelitian ini menunjukkan Pertama, bahwa proses penegakkan hukum di Indonesia harus ditegakkan dengan paradigma filsafat hukum. Saat ini dalam rangka menegakkan keadilan dan kebenaran yang sesuai dengan tujuan hukum yakni, ketertiban, keamanan, ketentraman, kedamaiaan, kesejahteraan. Bukan justru, penegakan keadilan hukum, yang diputuskan oleh hakim sebaliknya membuat rasa ketidakadilan. Kedua,sudah seharusnya hukum harus mampu menciptakan keadilan hukum secara objektif, tanpa ada pengaruh dari kekuasaan dan politik di luarnya. Ini menjadikan penting membangun paradigma penegakan keadilan hukum dengan melihat dari seluruh aspek. Nilai moralitas dalam penegakan hukum harus dilihat dengan seadil adil dengan menggunkan hati nurani dan kebenaran moralitas yang adil. Oleh karena itu, filsafat hukum berperan secara kritis-filosofis bagaimana melakukan  pembacaan atas pasal-pasal dan undang-undang yang berlaku di Indonesia, dengan selalu melihat pada aspek hak dan kewajiban warga negara agar selalu memperoleh perlindungan secara hukum secara adil. Penegakan Hukum di Indonesia harus mencerminkan nilai keadilan dan kebenaran hukum.
Filsafat Agama Dan Implementasi Moderasi Beragama Di Rumah Tahfidz Qur’an Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon, Jawa Barat Kirom, Syahrul Kirom
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 5 No. 2 (2024): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v5i2.1308

Abstract

Abstrak Kekerasan atas nama agama dan tindakn terorisme serta radikalisme di Indonesia masih saja terjadi. Dengan berpijak pada kasus tersebut, maka diperlukan peran Filsafat agama dan moderasi beragama dalam menangkal radikalisme. Oleh karena itu, Kegiatan Penelitian ini fokus pada Santri di Rumah Tahfdz Qur;an Masjid Raya At Taqwa terhadap sikap radikalisme terhadap para santr. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AR ( Action Research). Dengan cara turun ke Lapangan di rumah Tahfidz Qur’an masjid raya At Taqwa. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah bahwa Berdasarkan hasil dari survei pada santri di rumah Tahfidz tersebut, secara lebih khususnya, bahwa santri di era millinnela, yang mana santri di Rumah Tahfidz berusia 13-18 tahun, maka santri yang rata rata masih sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas,.anak anak sekolah dan santri itulah yang rawan terpapar radikalisme bisa saja melalui media online, Selama peneliti terjun ke lapangan dan memberikan sosialiasis terkait Filsafat agama dan moderasi beragama, santri tidak ada yang radikal dan setuju dengan moderasi beragama demi menjaga keharmonisan beragama. Persoalan mengenai adanya radikalisme yang sangat membahayakan bagi santri-santri di Rumah Tahfdz, Karena itu, diperlukan pendekatan Filsafat Agama, Filsafat memfungsikan akal dalam mengolah dan menerjemahkan agama, sehingga tidak muncul truth claim. Hal ini yang membahayakan nantinya, dengan demikian, perlu ditambahkan pemahaman moderasi beragama, dan penerapan moderasi beragama bagi santri dalam setiap Tindakan sikap dan lisan, sehingga dalam membangun keasadaran akan pentinganya filsafat agama dan implementasi moderasi beragama menjadi sangat penting sekali dengan tujuan untuk mencegah santri santri agar tidak terpapar radikalisme. Keywords: Filsafat Agama, Radikalisme dan Moderasi Beragama
Social Dynamics and Interfaith Tolerance: A Case Study of the MUI Fatwa on the Belief System of the Dayak Hindu-Buddha Bumi Segandu in Losarang, Indramayu Bisri, Bisri; Kirom, Syahrul; Permana, Muhamad Adam
Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Rumah Moderasi Beragama of Cyber Islamic University Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sejati.v5i1.95

Abstract

Purpose- This study aims to examine the role of the Nahdlatul Ulama Regional Board (PCNU) of Indramayu in promoting interfaith tolerance and maintaining religious harmony following the issuance of a fatwa by the Majelis Ulama Indonesia (MUI), which labeled the beliefs of the Segandu Hindu-Buddhist Dayak community as deviant. Design/methods/approach- Using a qualitative research design, the study collects data through interviews, observation, and documentation. The data are then analyzed thematically to uncover patterns in the response and engagement of PCNU Indramayu. Findings- The findings reveal that PCNU Indramayu acts as a mediator to reduce social tensions by advocating the values of ukhuwah (brotherhood) and wasathiyyah (moderation). Through public education and community engagement, the organization fosters tolerance and encourages mutual respect among religious groups, mitigating the risk of discrimination and conflict. Research Implications- This research highlights the importance of civil Islamic organizations in conflict resolution and religious peacebuilding. It offers a model for how local religious actors can counteract intolerance and support pluralism in a religiously diverse society.