Stefani Widodo
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Financial Literacy, Efficacy, Stress, and Credit Behavior among Medical Students in Banyumas Regency, Indonesia Stefani Widodo
Journal of Economics, Social, and Humanities Vol. 2 No. 2 (2024): JESH: Journal of Economics, Social, and Humanities
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jesh.v2i2.313

Abstract

This study examines the relationship between financial literacy, financial efficacy, financial stress, and credit behavior among Banyumas Regency, Indonesia medical students. The research aims to understand how these factors interact and influence the financial decision-making of students in a high-pressure academic environment. Data were collected through an online survey targeting medical students with experience in consumer credit, and responses were analyzed using SEM-PLS methods. The results show that financial literacy does not significantly influence credit behavior directly, nor does financial efficacy mediate the relationship between financial literacy and credit behavior. However, financial stress was found to play a significant moderating role, demonstrating its critical influence on students' financial decisions. These findings highlight the importance of addressing psychological factors like stress and enhancing financial literacy and efficacy. The study provides practical implications, suggesting the need for tailored financial education programs that integrate stress management strategies to equip medical students better to handle financial challenges. These interventions can foster responsible credit behavior and financial stability by addressing knowledge gaps and emotional burdens. This research contributes to the broader understanding of financial decision-making, emphasizing the interconnectedness of financial knowledge, self-efficacy, stress, and behavior, particularly in the unique context of medical students. Future studies are encouraged to explore these relationships in other high-stress academic or professional environments to enhance the understanding of financial behavior dynamics further.
Minat Bervaksin Dengue Model Ditinjau Dari Sikap, Resiko, Manfaat, Teknologi, Religiusitas, dan Kepercayaan di Indonesia Stefani Widodo; Herni Justiana Astuti; Erny Rachmawati; Muchammad Agung Miftahuddin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49276

Abstract

Demam berdarah tetap menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia, yang semakin diperburuk oleh iklim tropis dan urbanisasi, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes. Vaksinasi merupakan strategi pengendalian vektor yang efektif. Namun, faktor psikologis dan sosiokultural, termasuk sikap, keyakinan, dan religiositas, memengaruhi tingkat penerimaan vaksin. Studi ini meneliti faktor-faktor yang memengaruhi minat masyarakat Indonesia terhadap vaksinasi dengue serta hubungannya dengan kepercayaan, persepsi manfaat, kehadiran teknologi, religiositas, dan risiko. Survei potong lintang dilakukan terhadap 100 responden melalui metode snowball sampling secara daring. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi mengenai risiko, manfaat, kepercayaan, religiositas, penerimaan teknologi, sikap, dan minat terhadap vaksinasi. Analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) digunakan dengan metode bootstrap untuk pengujian signifikansi. Sikap, persepsi manfaat, dan kepercayaan muncul sebagai prediktor positif yang signifikan terhadap minat vaksinasi dengue, dengan sikap menunjukkan pengaruh terkuat. Persepsi risiko, teknologi, dan religiositas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat vaksinasi. Temuan ini menekankan peran sikap, kepercayaan, dan persepsi manfaat dalam mendorong minat vaksinasi. Hal ini mengimplikasikan perlunya strategi kesehatan masyarakat yang spesifik untuk meningkatkan penerimaan vaksin dengan membangun sikap positif, menonjolkan manfaat, dan meningkatkan kepercayaan publik.
Analisis Laju Endap Darah dan C-Reaktif Protein Metode Ifa pada Neonatus dengan Riwayat Ketuban Pecah Dini Rara Tarika; Christina Destri Wiwis Wijayanti; M. Sungging Pradana; Esti Rizkiana Pratiwi; Stefani Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54997

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) meningkatkan risiko infeksi neonatal yang mengancam jiwa, sehingga deteksi dini proses inflamasi sangat krusial. Penelitian ini menganalisis nilai Laju Endap Darah (LED) dan kadar C-Reaktif Protein (CRP) menggunakan metode Immunofluorescence Assay (IFA) pada neonatus dengan riwayat KPD. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 50 neonatus (25 laki-laki dan 25 perempuan) di Rumkit Tingkat IV Gubeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median nilai LED pada neonatus perempuan (17 mm/jam) dan laki-laki (16 mm/jam) tidak memiliki perbedaan signifikan (p = 0,558). Demikian pula, kadar CRP tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p = 0,207). Temuan krusial menunjukkan hubungan antara LED dan CRP bersifat sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (rho = 0,19; p = 0,178). Simpulan dari penelitian ini adalah meskipun KPD memicu peningkatan biomarker inflamasi di atas ambang batas normal, profil tersebut tidak dipengaruhi oleh gender dan kedua biomarker tidak bergerak secara linier. Hal ini menegaskan pentingnya penggunaan kedua parameter secara komplementer dalam skrining infeksi neonatal.