Rona Malam Karina
PPPTMGB "LEMIGAS"

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TRIBOLOGICAL PROPERTIES OF MINERAL BASE OILS WITH TUNGSTEN DISULPHIDE
(WS2) NANOPARTICLES IN BOUNDARY LUBRICATION CONDITIONS Setyo Widodo; M Hanifuddin; Rona Malam Karina
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 39 No 2 (2016)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.39.2.106

Abstract

Friction affects the efficiency of a mechanical system. This paper discusses the influence of Tungsten Disulphide (WS2) as a friction modifier (FM). Friction and wear characteristics of base oil as a result of the addition of 0.1% and 0.5 % weight of WS2 were studied. WS2 nanoparticles were mixed with base oil using magnetic stirrer at 50oC for 60 minutes, then were homogenized in an ultrasonic homogenizer for 1 hour. Friction and wear characteristic of these mixtures were tested using four-ball and HFRR test-rig. The results show that the addition of both 0.1% and 0.5% WS2 nanoparticles increased by around 40% the anti-wear characteristic of mineral base oil group I and 12% for other groups of base oils. The increase in friction coefficients was in a range of 7.5% to 35% as a result of the addition of additives.
PERANCANGAN PROGRAM PERAWATAN YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN DOWNTIME MESIN PADA LUBE OIL BLENDING PLANT (LOBP) (Analyze the Design of an Effective Maintenance Schedule to Decrease Engine Downtime on the Lube Oil Blending Plant) Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 3 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.3.7

Abstract

Maintenance seringkali dihubungkan sebagai akar dari suatu kehandalan (reliability), oleh karena itu, perlu adanya strategi maintenance yang baik untuk meningkatkan reliability dari suatu sistem produksi. Lube Oil Blending Plant (LOBP) Lemigas merupakan instalasi pabrikasi minyak lumas terdiri dari storage tank, premix tank, blending tank, filling machine dengan desain proses manufacturing batch line flow yang belum memiliki jadwal perawatan yang baik. Perancangan penjadwalan maintenance diperlukan untuk mengurangi downtime pada mesin produksi, sehingga tidak mengganggu jadwal produksi. Penjadwalan yang diusulkan adalah preventive maintenance dengan metode age replacement untuk mengidentifikasi pola kerusakan sebagai langkah perbaikan untuk mendapatkan interval preventive maintenance. Penentuan interval waktu penggantian pencegahan dengan menggunakan metode age replacement dapat menghasilkan nilai penurunan downtime sebesar 4.4%, sehingga terjadi penghematan biaya perawatan mesin sebesar 35%. Maintenance is often attributed as the root of a reliability, therefore, the need for a good maintenance strategies to improve the reliability of a production system. Lemigas Lube Oil Blending Plant is a fabrication lubricant installation is composed of storage tanks, premix tanks, blending tanks, filling machine with batch manufacturing process line design flow that does not yet have a good maintenance schedule. The design of maintenance sched­uling is required to reduce the downtime on the production machine, so as not to interfere with the production schedule. The proposed scheduling is preventive maintenance with age replacement method to identify patterns of damage as improvement to get preventive maintenance intervals. The determination of preventive replacement time interval by using the method of age replacement can generate value decrease downtime amounting 4.4%, so engine maintenance cost savings 35 %.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESISI DAN AKURASI DATA HASIL UJI DALAM MENENTUKAN KOMPETENSI LABORATORIUM (The Factor that Affect the Precision and Accuracy of Test Result Data within Determine the Laboratory Compentency Level) Ratu Ulfiati; Tri Purnami; Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 1 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.1.15

Abstract

Jaminan mutu hasil pengujian laboratorium yang dapat menentukan kompetensi laboratorium, antara lain dari hasil uji banding antar laboratorium atau uji profesiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi presisi dan akurasi data hasil uji dalam rangka penjaminan mutu laboratorium. Penelitian ini mengambil kasus penyelenggaraan uji profesiensi pelumas yaitu Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation Proficiency Testing Programme yang diselenggarakan oleh Komite Akreditasi Nasional bekerjasama dengan PPPTMGB “LEMIGAS” pada tahun 2014 dengan parameter uji meliputi Viskositas Kinematik pada 40oC dan 100oC, Viskositas pada Suhu Rendah (Metode CCS), Angka Basa Total, serta Sifat Penguapan (Metode Noack). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa data hasil uji yang tidak memuaskan untuk parameter viskositas 40oC dan 100oC masing-masing adalah 19,51% dan 10.26%, TBN 8,00%, CCS 5,56% dan untuk Sifat Penguapan (Metode Noack) seluruhnya memuaskan. Sedangkan %RSD paling rendah adalah viskositas kinematik pada 40oC sebesar 0,5516 dan %RSD paling tinggi yaitu sifat penguapan metode noack sebesar 7,048. Data hasil uji dengan nilai %RSD kecil mempunyai tingkat presisi dan akurasi yang lebih baik, sehingga kumpulan data tersebut sangat sensitif terhadap perbedaan nilai dan mudah masuk dalam kategori outlier. Faktor–faktor yang mempengaruhi presisi dan akurasi data adalah pemilihan metode uji, kompetensi personil, kalibrasi atau verifikasi alat uji serta penggunaan bahan kimia yang tepat. Presisi dan akurasi data hasil uji menentukan tingkat kompetensi laboratorium, hal ini dapat dicapai apabila sistem manajemen mutu telah diimplementasikan secara efektif dan konsisten. The competence of a laboratory is supported by its quality assurance which is affected, the results of interlaboratory comparisons or profi ciency testing. The objective of this study to determine the factors that affect the precision and accuracy of test result data in the framework of laboratory quality assurance. This study was carried out using the case of lubricants profi ciency testing namely Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation Proficiency Testing Programme organized by the National Accreditation Committee in cooperation with PPPTMGB “LEMIGAS” in 2014, profi ciency testing parameters include Kinematic Viscosity at 40°C and 100°C, Viscosity at Low Temperature (CCS Method), Total Base Number (TBN), and Evaporation Loss (Noack Method). The evaluation of the results indicate that the test results which are not satisfactory for the viscosity parameter at 40°C and 100°C are 19.51% and 10.26% respectively, TBN is 8.00%, CCS is 5.56%, whereas for evaporation loss (Noack Method), all the results are satisfactory. Whereas the lowest %RSD is kinematic viscosity at 40°C0.5516 and the highest is evaporation loss (Noack Method) 7.048. The data with lower %RSD have better precision and accuracy level, as a result the aggregate of the data are very sensitive to the value disparity. More over these data are much easier to enter the outlier category. The factors that affect the precision and accuracy data include selection test method, personnel competency, callibration or verifi cation of the equipment, and using appropriate chemical reagent. The precision and accuracy of the data indicating that the laboratory competency level are accessible, if the effectiveness and consistency of quality manajemen system have already implemented.
Metode Pengambilan Data Pendukung Konsumsi Minyak Lumas pada Uji Jalan sebagai Unjuk Kerja Minyak Lumas Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 2 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.2.66

Abstract

Rancang bangun mesin yang mensyaratkan penggunaan minyak lumas sesuai dengan API service mesin, kualitas konstruksi mesin, material mesin, kondisi operasi, perawatan mesin, bahan bakar dan kualitas minyak lumas yang dipakai adalah variabel yang mempengaruhi konsumsi minyak lumas, namun demikian yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan uji jalan adalah adanya persiapan dari kendaraan uji yang akan dipakai yaitu verifikasi dan rekondisi mesin kendaraan. Dalam makalah ini disajikan beberapa metode pengambilan konsumsi minyak lumas yang harus dipilih sebelum dilakukan road test, agar pelaksanaan pengambilan percontoh pada ketepatan penambahan minyak lumas atau bahan bakar dapat terukur dan terkoreksi dengan tepat, sehingga konsumsi minyak lumas yang dihasilkan dapat diketahui dengan tepat dan benar.
Pengaruh Pemakaian Minyak Lumas pada Komponen Mesin Diesel Melalui Uji Jalan Rona Malam Karina; Dimitri Rulianto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 41 No 3 (2007)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.41.3.77

Abstract

Untuk mengetahui penetapan waktu penggantian (drain interval) yang paling efektif dan ekonomis, serta untuk menganalisis problem gangguan serius dan kerusakan pada mesin kendaraan perlu dilakukan uji jalan dengan cara menganalisis karakteristik fisika-kimia minyak lumas baru dan minyak lumas bekas serta rating terhadap komponen mesin. Pada makalah ini disajikan hasil analisis rating terhadap komponen kendaraan mesin diesel yang dipakai pada uji jalan setelah menempuh jarak 20.000 kilometer. Penelitian ini dilakukan dengan cara: merekondisikan mesin dengan mengganti beberapa komponen utama mesin dan melakukan penyetelan sesuai spesifikasi yang direkomendasikan pabrik pembuatnya; melakukan running-in sejauh + 1000 km; dan melakukan uji jalan dengan target pelaksanaan mencapai jarak tempuh 20.000 km, yang dilakukan terhadap 4 percontoh minyak lumas mesin diesel dengan 6 kendaraan uji dan kondisi operasi normal ± 300 km per hari meliputi route dalam dan luar kota. Berdasarkan hasil evaluasi rating beberapa komponen mesin yang terdapat pada 6 (enam) kendaraan uji, bahwa 4 (empat) jenis minyak lumas mesin diesel SAE 15W40, API CH-4 yang digunakan dapat digunakan sampai jarak 20.000 km.
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM AZELAT SEBAGAI COMPLEXING AGENT DALAM GEMUK LUMAS NABATI M Hanifuddin; Milda Fibria; Catur Yuliani Respatiningsih; Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 52 No 1 (2018)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.52.1.93

Abstract

Litium hidroksida (LiOH) sangat umum digunakan sebagai bahan thickener dalam proses pembuatan gemuk lumas dalam bentuk sabun. Gemuk sabun litium merupakan gemuk sabun sederhana yang banyak digunakan untuk aplikasi tujuan umum (general purpose) yang suhu operasinya tidak melebihi 130°C, dengan nilai dropping point biasanya 180°C. Performa gemuk lumas dapat ditingkatkan dengan cara menambahkan bahan pengompleks ke dalam formulasinya. Beberapa jenis bahan pengompleks yang ditambahkan dalam gemuk lumas diantaranya asam azelat, asam adipat, asam benzoat dan asam salisilat. Dalam penelitian ini, digunakan penambahan asam azelat secara bertahap mulai dari 12,5 gr; 15gr; 17,5gr; 20 gr sebagai substitusi sebagian asam 12-HSA, dengan tujuan untuk mendapatkan gemuk lumas sabun litium kompleks. Penelitian menunjukkan gemuk lumas diperoleh yang diperoleh secara optimum memiliki nilai dropping point sebesar 251OC dan nilai konsistensi sebesar 286 atau masuk dalam kategori NLGI 2. Pada pengujian unjuk kerja didapat nilai scar diameter sebesar 0,37 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa asam azelat bekerja secara sinergis dengan sabun litium sebagai bahan pengompleks dalam gemuk lumas nabati.
Stabilitas Oksidasi Castor Oil Sebagai Minyak Lumas Dasar O Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 1 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.1.124

Abstract

Minyak nabati mempunyai sifat pelumasan yang baik, tetapi stabilitas oksidasinya sangat buruk. Stabilitas oksidasi pada minyak lumas adalah salah satu faktor penting yang berpengaruh selama pemakaian. Oleh karena itu meningkatkan stabilitas oksidasi adalah teknologi kunci untuk keperluan ini. Dalam penelitian ini digunakan 2 macam cara yaitu pertama dengan penambahan 4 jenis aditif antioksidan yang berbeda yaitu Octadecyl-3-(3,5-di-tert.butyl-4-hydroxyphenyl)-propionate (P), Pentaerythritol Tetrakis (F), Phenyl-alpha-naphthylamines (A) dan Zinc Dialkyldithiophosphate (Zn). Kedua memodifikasi castor oil menjadi produk COME (castor oil methyl ester) dan ECOME (epoxidyzed castor oil methyl ester). Evaluasi stabilitas oksidasi bahan dasar minyak lumas menggunakan metode microoxidation dengan pemanasan 2000C. Kemudian hasilnya dianalisis dengan penentuan bilangan asam, viskositas dan  massa deposit, untuk melihat pengaruh penambahan aditif dan perbandingannya terhadap hasil modifikasi castor oil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aromatic amine (A) adalah aditif paling baik di antara 4 jenis aditif anti oksidan lainnya. Penambahan sebesar 1%-berat aditif aromatik amine dapat menahan stabilitas oksidasi sampai 69% nilai kenaikan TAN nya, sedangkan untuk data viskositas dan massa deposit kenaikannya meningkat sampai 50%. Sehingga diperoleh data bahwa efektifitas penambahan 1 %-berat aditif antioksidan A (jenis Aromatic Amine) yangditambahkan ke dalam castor oil dapat meningkatkan stabilitas oksidasi. COME Gliserol (Castor Oil Methyl Ester Glycerol) sebagai hasil modifikasi castor oil dapat menaikkan ketahanan oksidasi sampai + 50 %.
Kompatibilitas Campuran Minyak Lumas Dasar Jenis Mineral dengan Minyak Nabati sebagai Minyak Lumas Dasar Pelumas Mesin Kendaraan Bermotor Rona Malam Karina; Catur Yuliani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 3 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.3.172

Abstract

Minyak lumas sangat berperan dalam dunia industri automotif. Saat ini kebutuhan akan minyak lumas meningkat dalam tingkat konsumsi maupun persyaratan teknis seiring dengan meningkatnya jumlah pemakai minyak lumas dan persyaratan yang dibutuhkan oleh mesin kendaraan bermotor. Minyak jarak yang diperoleh dari Ricinus communis telah lama digunakan sebagai bahan pengganti minyak lumas dasar mineral karena minyak jarak memiliki karakteristik (termasuk biodegradasi) sangat baik dibanding minyak lumas dasar lain. Pencampuran minyak jarak dengan minyak lumas sintetik dan minyak lumas dasar mineral diharapkan dapat meningkatkan kualitas minyak lumas dasar, di mana karakteristik minyak lumas dasar mineral telah diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan cara mencampur minyak lumas dasar sintetik dan minyak lumas dasar mineral dengan minyak nabati agar kualitas minyak lumas dasar campuran dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas melalui uji karakteristik fisika-kimia dan uji semi unjuk kerja dari campuran minyak nabati hasil sintesis dan minyak lumas dasar mineral. Penelitian ini menggunakan tiga macam minyak lumas dasar, yaitu dua minyak lumas dasar mineral jenis high viscosity index dan satu minyak lumas dasar sintetik. Pecampuran dilakukan berdasarkan perbandingan % (w/w) minyak nabati hasil sintesis terhadap minyak mineral. Konsentrasi minyak nabati hasil sintesis yang dibuat pada percobaan ini, yaitu 0%, 4%, 8%, 12%, serta 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran minyak nabati hasil sintesis ke dalam base oil jenis mineral dapat memperbaiki 3 karakteristik base oil mineral tersebut , yaitu total acid number (TAN) , indeks viskositas, dan ketahanan terhadap keausan. Namun dilihat dari kelarutan, kedua campuran antara minyak nabati dan minyak mineral tidak dapat larut dengan baik karena perbedaan kepolarannya. Oleh karena itu, untuk menghasilkan kompatibilitas yang sempurna sehingga perlu ditambahkan aditif emusifier.