Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi Dalam PPDB Terhadap Kesetaraan Hak Anak Mendapatkan Pendidikan di SMA Negeri 2 Kupang Yulinda U. Haning; Amirulah Datuk; ST Ramlah; Yayuk Julyyanti; Idris Idris
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.49

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mengelola dan mengatur peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki, kemudian diarahkan dan didorong agar mencapai tujuan yang diinginkan. Tahapan awal untuk memulai jenjang pendidikan formal yaitu tahap Penerimaan Peserta Didik (PPDB). PPDB adalah proses penarikan calon peserta didik untuk dijadikan input sekolah. Kegiatan ini rutin dilakukan sekolah setiap tahun ajaran baru. Tahap PPDB harus dikelola dan dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk memperlancar dan mempermudah dalam proses pendaftaran siswa-siswi baru, pendataan dan pembagian kelas seorang siswa-siswi. Sehingga dapat terorganisir, teratur dengan cepat dan tepat dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh sekolah. Pada proses PPDB biasanya terdapat proses seleksi administrasi dan akademis calon siswa untuk memasuki jenjang pendidikan setingkat lebih tinggi. sesuai dengan peraturan pemerintah dengan empat jalur yakni:Penerimaan melalui jalur Zonasi, Jalur Prestasi dimana terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu melalui Jalur prestasi Akademik dan Jalur Prestasi Non Akademik, Jalur Pindah Orang Tua Jalur Afirmasi. Sekolah SMA Negeri 2 Kota Kupang telah melakukan Penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Penerpan jalur Zonasi ini memberikan hak dan kesempatan kepada siswa untuk menikmati mutu Pendidikan yang sama tanpa diskriminasi
Pendampingan Pembelajaran Mendalam di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi NTT: Pengabdian Amirulah Datuk; Arifin Arifin; Ahmad Atang; Yayuk Julyyanti; Idris Idris; Nur Wahida Yusuf; ST. Ramlah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6698

Abstract

Transformasi pendidikan menjadi agenda strategis nasional dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Pendidikan diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru melalui pendampingan implementasi pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan berkualitas yang adil dan mereta tanpa diskriminasi. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi kuranngya sosialisasi kepada guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang terkait implementasi pembelajaran mendalam, masih terdominasi pembelajaran berpusat pada guru, serta keterbatasan dalam menyusun aktivitas pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Dalam mewujudkan sebuah pendidikan yang berkualitas diperlukan adanya seorang guru yang berkarakter yaitu guru yang mampu menjadi fasilitator bagi peserta didiknya. Seorang guru juga perlu memberikan ruang bagi peserta didiknya untuk mengeksplor guna mengasah potensi, talenta, serta kemampuannya dalam berpikir kritis dan juga kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan dalam kehidupannya. Guru memiliki peran strategis sebagai agen pembelajaran (learning agent), yaitu sebagai fasilitator, motivator, penggerak, perancang, sekaligus pemberi inspirasi bagi peserta didik dalam proses belajar. Dengan demikian tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta pelatihan konsep tentang pembelajaran mendalam, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang terkait pembelajaran mendalam, terutama pada aspek pengembangan aktivitas berpikir kritis, pembelajaran kontekstual, asesmen reflektif, dan keterlibatan aktif peserta didik. Guru di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang lebih kontekstual dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perspektif pedagogis guru serta mendukung penguatan kualitas pembelajaran. Kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam membantu guru mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara lebih aplikatif dan berkelanjutan serta berdampak terhadap hasil belajar siswa serta mutu pendidikan di di SMA Negeri 1 Kupang Barat Kabupaten Kupang.
The Transformation of Communication Patterns in Tesabela Village: A Social Collectivity Perspective Bacotang Bacotang; Idris Idris; Arifin Arifin
SOCIUS Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v13i1.976

Abstract

The development of digital technology and increasing social mobility have changed the communication patterns of rural communities and have the potential to impact the sustainability of collective values that form the basis of social life. This study aims to analyze the shifting forms of communication patterns in the Tesabela Village community, the dynamics of social collectives that occur, and their implications for the sustainability of community values of togetherness. The study used a qualitative approach with a purposive sampling technique in selecting informants consisting of traditional leaders, religious leaders, youth leaders, and village officials who understand the social dynamics of the community. The number of informants was 8 people. Data were collected through in-depth interviews and analyzed descriptively-interpretively. The results of the study indicate that community communication patterns have shifted from symbolic-communal communication based on direct interaction to more personal, administrative, and supported by digital technology. However, social collective values have not disintegrated, but have transformed into a more contextual and situational form. Social solidarity is no longer built through routine daily interactions, but is actualized in social moments that have cultural significance. The novelty of this research lies in the finding that shifts in communication patterns in rural communities do not automatically lead to individualism, but rather give rise to new forms of social collectivity that adapt to technological developments and lifestyle changes. This finding enriches the study of the sociology of communication by demonstrating that digital communication transformation can go hand in hand with the sustainability of collective values in rural communities.