Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integration of PjBL-STEM and Virtual Laboratory as a Strategy to Enhance 21st Century Scientific Literacy in Junior High School Science Learning Ahmad Saputra; Real Fandi; Sabar Nurohman; Ismail Fikri Natadiwijaya; Insih Wilujeng; Asri Widowati; Herlina Damayanti
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v8i1.9287

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of integrating Project-Based Learning (PjBL) with Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) and virtual laboratories in enhancing 21st-century scientific literacy among junior high school students. A quasi-experimental design employing a one-group pretest–posttest model was used, involving 25 seventh-grade students from SMP Negeri 11 Yogyakarta. Data were collected using a scientific literacy test encompassing three dimensions: explaining phenomena scientifically, interpreting data and scientific evidence, and evaluating and using scientific information. The results revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.05), with a normalized gain score of 0.62 categorized as medium. The greatest improvement occurred in the dimension of explaining phenomena scientifically (0.83), followed by interpreting data and scientific evidence (0.67), and evaluating and using scientific information (0.58). The integration of PjBL-STEM with virtual laboratories enhanced students’ conceptual understanding, scientific reasoning, and inquiry skills through interactive and contextual learning experiences. These findings demonstrate that the hybrid PjBL-STEM model, supported by virtual laboratory simulations, effectively promotes 21st-century scientific literacy. Moreover, this study provides empirical evidence on how the integration of PjBL-STEM and virtual laboratories can bridge the gap in scientific literacy development within Indonesian secondary education.
DEEP LEARNING BERBANTUAN SEGMENTING DAN CONTIGUITY PRINCIPLE: PENDEKATAN EFEKTIF MENGURANGI BEBAN KOGNITIF SISWA Dian Nur Afifah Umah; Putri Anjarsari; Ismail Fikri Natadiwijaya
Jurnal TPACK IPA Vol 10, No 1 (2026): Jurnal TPACK IPA (January, 2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/tpack ipa.v10i1.27492

Abstract

Tingginya beban kognitif siswa dalam memahami konsep abstrak (seperti materi zat dan perubahannya, menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran mendalam untuk memfasilitasi penyampaian informasi secara efektif. Akan tetapi, media pembelajaran yang dirancang berdasarkan prinsip segmenting dan contiguity masih jarang digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui perbedaan beban kognitif siswa antara kelas yang menerapkan pendekatan deep learning berbantuan prinsip segmentasi dan kedekatan dengan kelas yang menerapkan pendekatan deep learning tanpa bantuan kedua prinsip tersebut; serta (2) mengetahui pengaruh pendekatan yang mendalam pembelajaran berbantuan segmenting dan prinsip kedekatan terhadap beban kognitif siswa pada materi zat dan perubahannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasinya adalah siswa kelas VII SMP N 1 Manisrenggo tahun 2025/2026 sebanyak 224 siswa. Sampel ditentukan melalui teknik cluster random sampling dan terpilih 2 kelas, masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa.. Data penelitian diperoleh melalui angka beban kognitif sebelum dan sesudah perlakuan, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data meliputi persentase lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, skoring angket beban kognitif, statistik deskriptif, uji asumsi (uji normalitas dan uji homogenitas), uji hipotesis (independen sample t-test) dan analisis ukuran efek (effect size). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menerapkan pendekatan mendalam pembelajaran berbantuan segmenting dan prinsip kedekatan dengan kelas yang diterapkan pendekatan deep learning tanpa bantuan kedua prinsip tersebut; serta (2) pendekatan mendalam Pembelajaran berbantuan segmenting dan prinsip kedekatan berpengaruh besar terhadap beban kognitif siswa pada materi zat dan perubahannya. Temuan ini pentingnya penerapan strategi pembelajaran IPA untuk memfasilitasi penurunan beban kognitif yang dialami siswa sehingga, pembelajaran akan lebih mendalam, bermakna, dan efektif.
PENGARUH PENDEKATAN DEEP LEARNING BERBANTUAN SCAFFOLDING TERHADAP BEBAN KOGNITIF DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI SUHU DAN KALOR Puteri Aullia Fauziyah; Ismail Fikri Natadiwijaya
Jurnal TPACK IPA Vol 10, No 2 (2026): Jurnal TPACK IPA (August, 2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/tpack ipa.v10i2.28224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pendekatan deep learning berbantuan scaffolding terhadap beban kognitif peserta didik pada materi suhu dan kalor; (2) mengetahui pengaruh pendekatan deep learning berbantuan scaffolding terhadap hasil belajar peserta didik pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis quasi experimental design menggunakan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Depok. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket beban kognitif, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Validitas instrumen dilakukan melalui validasi ahli dan uji empiris untuk mengetahui validitas serta reliabilitas instrumen. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data beban kognitif berdistribusi normal dan homogen sehingga dianalisis menggunakan independent sample t-test, sedangkan data hasil belajar tidak berdistribusi normal tetapi homogen sehingga dianalisis menggunakan Mann Whitney U test. Uji effect size menggunakan Cohen’s d dan effect size r dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,001 pada variabel beban kognitif dan 0,002 pada hasil belajar. Analisis effect size menunjukkan pengaruh sangat kuat terhadap beban kognitif dengan nilai d=5,13 dan pengaruh sedang terhadap hasil belajar berdasarkan nilai effect size r = 0,386 yang diperoleh dari nilai Z dan jumlah sampel  . Pada variabel hasil belajar, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (88,06) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (80,31). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan deep learning berbantuan scaffolding berpengaruh signifikan dalam menurunkan beban kognitif dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi suhu dan kalor.