Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENUMBUHKAN JIWA TECHNOPRENEURSHIP GENERASI MUDA MELALUI PRODUK KREATIF DAN INOVATIF Mu’aida Wijayanti; Cikita Berlian Hakim; Mu’adzah Mu’adzah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2271

Abstract

Technopreneur salah satu bagian dari perkembangan berwirausaha (entrepreneur) yang memberikan gambaran berwirausaha dengan menggunakan inovasi berbasis teknologi. Dengan pengembangan technopreneurship dapat memberikan dampak baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada para generasi muda khususnya remaja putri dan umum di desa Jepang kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Salah satu contoh produk kreatif dan inovatif yang dipilih sebagai pelatihan kewirausahaan adalah membuat aneka jenis buket yaitu buket bunga, buket uang, buket boneka dan buket snack. Kegiatan pelatihan membuat buket ini diikuti oleh lebih dari 40 generasi muda khususnya remaja putri selama 6 jam, dimana kegiatan awal adalah seminar kewirausahaan dari dosen Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus, yang kemudian dilanjutkan praktek dan pelatihan pembuatan berbagai jenis buket. Hasil akhir dari kegiatan ini para generasi muda khususnya remaja putri yang mengikuti kegiatan ini dapat berkreasi sendiri mengembangkan bakat dan keterampilan dalam membuat berbagai jenis buket. Diharapkan para generasi muda tumbuh jiwa technopreneurship untuk menciptakan ide-ide, inovasi-inovasi baru berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasarannya.
MANAJEMEN RISIKO K3 PADA DIVISI PRODUKSI MENGGUNAKAN FMEA DAN RCA DI PT.XYZ Mu’adzah Mu’adzah; Nunung Agus Firmansyah
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 1, No 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v1i2.1024

Abstract

Adanya kemungkinan kecelakaan kerja pada perusahaan manufaktur akan menjadi salah satu penyebab terhambatnya proses produksi. Kewajiban untuk menyelenggarakaan Sistem Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3)  pada perusahaan melalui Undang-undang Ketenagakerjaan Pasal 86 Ayat 1 tahun 2003. Masalah keselamatan dan kesehatan kerja secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur Kertas di Kabupaten Kudus, perusahaan ini menghasilkan produk packaging. Perusahaan memiliki masalah manajemen yang kompleks, salah satunya sering terjadinya kecelakaan kerja pada saat proses produksi. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3 yang berkaitan dengan kegiatan produksi. Dalam penelitian ini akan digunakan metode penilaian menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Setelah diidentifikasi dan dinilai risiko-risiko tersebut akan dilakukan usulan perbaikan menggunakan metode RCA (Root Cause Analysis). Dilihat dari risiko yang perlu segera di atasi melihat nilai RPN nya, kemudian di breakdown dalam risk prioritazion matrix, maka ada 5 risiko tinggi yang perlu diatangani dengan segera, yaitu: layout 5S tidak di perhatikan/ pelanggaran area-area 5S, kecelakaan dalam penggunaan forklift, Kecelakaan kerja saat mesin error, organ tubuh operator cidera/ patah, operator terjepit mesin saat perbaikan, dan Jalur evakuasi maintenance saat mesin error tidak safety.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: IMPLEMENTASI METODE 5S PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Mu’adzah Mu’adzah; Tita Latifah Ahmad; Anna Nita Kusumawati
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 1, No 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v1i2.1026

Abstract

5S merupakan sebuah metode perbaikan yang berasal dari Jepang dengan lima kata berbahasa Jepang (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Implementasi 5S bertujuan untuk mengatur lingkungan kerja yang tertib untuk meningkatkan keamanan , efisiensi, serta mengurangi kegiatan yang tidak bernilai tambah melalui pemantauan lingkungan yang terorganisir. Artikel ini memiliki tujuan untuk meninjau studi sebelumnya tentang manfaat Implementasi metode 5S dan efisiensinya dalam perusahaan manufaktur. Model yang dikembangkan dalam metode 5S ini dapat ditiru dalam kasus lain dikarenakan variabel yang digunakan adalah generik dan umum untuk sebagian besar jenis perusahaan manufaktur. Hasil  dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode 5S ini merupakan metode yang efektif dan efisien untuk digunakan dalam meningkatkan kinerja perusahaan manufaktur. Sehingga metode 5S akan sangat mendukung tujuan perusahaan untuk mewujudkan continuous improvement dalam kinerja dan produktivitas.