Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Rekrutmen Transparan Sebagai Solusi Mengurangi Bias dan Nepotisme dalam Manajemen Sumber Daya Manusia: Kajian Literatur Sistematis Berkat Obed Sion Gultom; Hannes Inmanuel Sinaga; Ripqi Fauji; Triannanda Siahaan; Lokot Muda Harahap
JOMI: Jurnal Organisasi dan Manajemen Indonesia Vol 3 No 3 (2025)
Publisher : CV. MEDIA PENA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekrutmen merupakan tahapan strategis dalam manajemen sumber daya manusia yang bertujuan memperoleh tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan organisasi. Namun dalam praktiknya, proses rekrutmen di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya terkait bias seleksi dan nepotisme yang mengurangi objektivitas dan merusak sistem meritokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi rekrutmen transparan sebagai solusi mengurangi bias dan nepotisme dalam manajemen SDM melalui pendekatan kajian literatur sistematis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah relevan, termasuk jurnal nasional dan internasional, buku teori manajemen SDM, artikel akademik, penelitian terdahulu, dan publikasi resmi. Data sekunder dikumpulkan dari basis data seperti Google Scholar, DOAJ, dan portal jurnal Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, tema, dan temuan empiris terkait transparansi rekrutmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat transparansi rekrutmen di Indonesia masih belum merata, terutama pada organisasi yang belum menerapkan sistem SDM berbasis merit. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya transparansi meliputi: budaya organisasi tertutup, dominasi subjektivitas pengambil keputusan, minimnya dokumen standar dan instrumen penilaian, pengaruh relasi dan nepotisme, keterbatasan teknologi rekrutmen, serta tidak adanya mekanisme evaluasi dan pengawasan. Strategi rekrutmen transparan yang efektif mencakup: publikasi lowongan secara terbuka, penetapan kriteria seleksi yang jelas dan terukur, penggunaan alat ukur berbasis kompetensi, penerapan panel pewawancara, dokumentasi setiap tahapan seleksi, penggunaan sistem berbasis teknologi, penerapan kode etik rekrutmen dan anti-nepotisme, serta pembangunan mekanisme pelaporan dan pengawasan. Implementasi strategi ini terbukti meningkatkan kualitas SDM, memperkuat sistem meritokrasi, dan membangun kepercayaan publik terhadap proses seleksi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa strategi rekrutmen transparan bukan hanya solusi untuk meminimalkan praktik nepotisme dan bias, tetapi juga fondasi penting untuk membangun tata kelola SDM yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada prinsip keadilan serta kompetensi.
Peran Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kesiapan Tenaga Kerja Menghadapi Disrupsi Artificial Intelligence di Indonesia Berkat Obed Sion Gultom; Hilma Harmen; Akhlan Naufan Asri; Jhon Veriyanto Siregar; Ripqi Fauji
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7735

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi digital telah mengubah struktur pekerjaan, pola pengambilan keputusan, serta kompetensi yang dibutuhkan pasar tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi disrupsi AI di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah jurnal ilmiah, laporan pemerintah, publikasi organisasi internasional, dan sumber relevan mengenai kompetensi digital, perubahan pekerjaan, serta strategi ketenagakerjaan. Hasil kajian menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri yang dipengaruhi oleh ketimpangan akses digital, rendahnya literasi data dan AI, terbatasnya pelatihan berbasis teknologi, serta belum meratanya kemampuan adaptasi organisasi. Disrupsi AI tidak hanya berpotensi menggantikan tugas rutin, tetapi juga mengubah pembagian tugas, standar produktivitas, proses rekrutmen, pembelajaran, dan evaluasi kinerja. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia perlu diarahkan pada peningkatan kompetensi digital dasar, literasi AI, kemampuan analitis, kreativitas, komunikasi, pemecahan masalah, dan etika penggunaan teknologi. Strategi upskilling dan reskilling perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, berbasis kebutuhan pekerjaan, terukur, dan inklusif bagi pekerja dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan penyedia pelatihan untuk membangun ekosistem pembelajaran sepanjang hayat yang adaptif, bertanggung jawab, serta mampu memperkuat daya saing dan ketahanan tenaga kerja Indonesia.