Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Jetty Structure Using the Fixity Point Method and Soil–Structure Interaction via the Spring Model Rahmat Kurniawan; Ayu Sinta Aprilia; Mega Grace; Cahyo Agung Saputra; Ahmad Auliadi Yufrizal
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 3 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 3 July 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i3.6863

Abstract

A jetty is an essential element of port infrastructure yet remains vulnerable to lateral forces generated by waves, currents, berthing impact, and earthquakes, all of which can trigger structural failure. This study analyzes jetty performance by comparing two design approaches, soil-structure interaction (SSI) modeled with non-linear springs, and the conventional fixity-point method. A reinforced-concrete deck on steel pipe piles was modeled in SAP2000, with pile diameters of 24, 32, and 40 inches embedded in medium sand. Serviceability and ultimate load combinations followed BS 6349 and ASCE 7-10 provisions. The SSI analysis showed larger structural responses than the fixity-point approach, with peak deflection, bending moment, axial force, and shear force increasing by approximately 35 %, 21 %, 12 %, and 18 %, respectively. These differences arise because the fixity-point method considers soil stiffness only to the calculated fixity depth, potentially underestimating overall lateral demand. Both approaches indicate that a 40-inch pile driven no deeper than 30 m satisfies deflection criteria while limiting drive length, offering a balanced solution between safety and economy. Verifying fixity-point designs with detailed SSI analysis is therefore recommended for robust jetty construction.
Sosialisasi Mitigasi Banjir dan Perencanaan Drainase Lingkungan Berkelanjutan di Kawasan Cagar Budaya Palembang Tera Melya Patrice Sihombing; Andry Yuliyanto; Galih Rio Prayogi; Miskar Maini; Junita Eka Susanti; Kirtinanda P; Arif Rahman Hakim Sitepu; Cahyo Agung Saputra; Yustein Dharma Dewadharu Wynarko; Aulia Dewanggga; Elsyah Auren Azizi; Shofie Mauly Kemala; Rebecca Oktri Dayanti Hutahaean
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1615

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Palembang merupakan aset sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting sehingga memerlukan upaya pelestarian yang berkelanjutan. Namun, kawasan ini menghadapi ancaman banjir akibat kondisi topografi yang relatif rendah, kedekatannya dengan Sungai Musi, peninggian elevasi lahan akibat sedimentasi dan reklamasi, serta belum optimalnya sistem drainase dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi banjir melalui penyusunan peta mitigasi serta pengembangan rancangan teknis sistem drainase lingkungan yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kondisi eksisting sistem drainase, survei lapangan, pemetaan wilayah rawan banjir, penyusunan peta zonasi risiko banjir, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyusunan konsep desain teknis drainase yang mempertimbangkan karakteristik kawasan cagar budaya. Kegiatan juga melibatkan masyarakat, pengelola kawasan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pengelolaan lingkungan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya peta mitigasi banjir yang memuat tingkat risiko, lokasi potensi genangan, dan pola aliran air sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penanganan banjir. Selain itu, dihasilkan rancangan teknis sistem drainase lingkungan berkelanjutan yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengendalian banjir sekaligus mendukung pelestarian kawasan cagar budaya. Program ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana serta memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan kawasan yang tangguh dan berkelanjutan.