Low marketplace adoption among MSMEs remains a major obstacle to expanding market reach, particularly for culinary businesses in Pangkalpinang. This community service program aimed to improve the digital marketing capacity of culinary MSMEs through e-commerce training and mentoring. The program employed a needs assessment, training sessions, hands-on practice, and mentoring conducted over five sessions within four days involving 15 purposively selected participants. Program effectiveness was evaluated using pre- and post-tests, a Likert-scale satisfaction questionnaire, and successful marketplace account creation. The results indicated that the average knowledge score increased from 46.67 to 77.33 (N-Gain 59.0%; Wilcoxon test p = 0.001), the average satisfaction score reached 4.37 out of 5.00, and 86.7% of participants successfully created an active marketplace store account. The program proved effective in improving MSMEs' digital marketing competencies and offers a replicable model for sustainable mentoring to expand the market reach of culinary products. ABSTRAKRendahnya adopsi marketplace oleh UMKM masih menjadi kendala dalam memperluas jangkauan pemasaran, khususnya bagi pelaku usaha kuliner di Pangkalpinang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital pelaku UMKM kuliner melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan e-commerce. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan selama lima sesi dalam empat hari dengan peserta sebanyak 15 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-post test, kuesioner kepuasan skala Likert, serta pengukuran keberhasilan pembuatan akun marketplace. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,67 menjadi 77,33 (N-Gain 59,0%; uji Wilcoxon p=0,001), tingkat kepuasan peserta mencapai 4,37 dari 5,00, dan 86,7% peserta berhasil membuat akun toko aktif pada marketplace. Program ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi pemasaran digital UMKM dan dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan untuk memperluas akses pasar produk kuliner.