Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Identifikasi Senyawa Fenol Fraksi Etanol Rumput Laut (Eucheuma spinosum) dengan Metode Kromatografi Moh. Rivaldi Mappa; Rizky Resvita R. Bahi; Amanda Pratiwi Sugeha; Tantri Wulandari Mokoginta; Mifta Putri Salsabila Pontoan; Putri Isauraamabel Tangahu; Hairil Akbar
Tinctura Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v5i2.5207

Abstract

Eucheuma spinosum merupakan salah satu spesies rumput laut yang mengandung senyawa fenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang merusak sehingga menjaga kesehatan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fenol dari fraksi etanol rumput laut yang diperoleh dari pesisir pantai Desa Maelang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan skrining fitokimia dan metode kromatografi lapis tipis KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol rumput laut positif mengandung senyawa fenol yang ditandai dengan perubahan warna dari kuning kemerahan menjadi kuning kehijauan pada proses skrining fitokimia dan terbentuknya bercak noda berwarna hijau dan biru dengan nilai Rf 0,46 pada pelat KLT yang dibandingkan dengan baku standar kuesetin.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Mencit (Mus musculus) Yang Diinduksi Aloksan Putri Isauraamabel Tangahu; Moh Rivaldi Mappa; Rizky Resvita R Bahi; Windi Astuti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1481

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Penyakit ini terus mengalami peningkatan prevalensi dan menjadi salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan yang serius. Penggunaan obat antidiabetes sintetis secara berkelanjutan diketahui dapat menimbulkan berbagai efek yang tidak diinginkan, sehingga diperlukan alternatif herbal seperti daun binahong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian rancangan eksperimen ini menggunakan 25 mencit jantan yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Hasil penelitian ini diuji menggunakan One-Way ANOVA dan menunjukkan pengaruh perlakuan terhadap penurunan kadar glukosa darah (p<0,05), yang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Dilanjutkan dengan uji tukey tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok ekstrak dengan kelompok kontrol positif (p>0,05). Di antara seluruh dosis, dosis 400 mg/kgBB menunjukkan rerata penurunan kadar glukosa darah terbesar (-133,00 ± 10,62 mg/dL) dibandingkan dengan dosis lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, dosis 400mg/kgBB dapat dipertimbangkan sebagai dosis yang memberikan aktivitas antidiabetes paling optimal.
Edukasi Penggunaan Antibiotik Yang Tepat Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Pada Masyarakat rasyid kuna; Nanda Sayyida Begum; Tantri Wulandari Mokoginta; Amanda Pratiwi Sugeha; Putri Isauraamabel Tangahu; Mifta Putri S. Pontoan; Adinda S. Potabuga
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih sering dijumpai di masyarakat kecamatan lolayan, yang dipicuh oleh rendahnya pengetahuan mengenai fungsi, aturan pakai, serta bahaya resistensi antibiotic. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat. Metode kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan media presentasi dan leaflet, pengisian pre-test serta post-test, dan sesi diskusi interaktif. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil pre-test menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang 75% atau sebanyak 30 orang, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 92,5% atau sebanyak 37 orang, peserta berada pada kategori baik. Kesimpulan dari pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional dan bahaya resistensi akibat penggunaan yang tidak tepat. Edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan serta pemerintah desa sangat diperlukan untuk mempertahankan perubahan perilaku posistif ini