Daerah Torobulu, Sulawesi Tenggara, mengalami perkembangan aktivitas pemanfaatan lahan yang intensif sehingga memengaruhi kondisi hidrologi dan keberadaan badan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan spasial badan air di kawasan tersebut menggunakan citra Landsat multitemporal. Data yang digunakan meliputi citra Landsat 5 TM (1999) Surface Reflectance, Landsat 8 OLI (2020) Surface Reflectance, dan Landsat 9 OLI-2 (2025) Surface Reflectance, divalidasi dengan data curah hujan CHIRPS. Ekstraksi badan air dilakukan menggunakan empat indeks spektral, yaitu NDWI, MNDWI, WRI, dan AWEIsh, dengan pendekatan voting multi indeks (≥3 dari 4 indeks) untuk menentukan hasil akhir. Berdasarkan voting multi indeks Hasil penelitian menunjukkan peningkatan luas badan air yang signifikan, dari 0,641 ha (0,052%) pada tahun 1999 menjadi 5,953 ha (0,485%) pada tahun 2020, dan 14,965 ha (1,219%) pada tahun 2025. MNDWI secara konsisten menghasilkan estimasi luas terbesar, sedangkan AWEIsh paling selektif. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan terkuat antara WRI dan NDWI (r = 0,93), diikuti MNDWI dan NDWI (r = 0,82), sedangkan AWEIsh menunjukkan korelasi lemah dengan ketiga indeks lainnya (r = 0,10–0,37). Pendekatan voting multi indeks terbukti efektif mengurangi kesalahan klasifikasi dan menghasilkan peta badan air yang lebih representatif dibandingkan penggunaan indeks tunggal.