Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Influence of Health Education on the Dangers of Early Marriage with Adolescents' Knowledge Level at SMA Negeri 2 Gorontalo Dinda Febriyani Ishak; Ita Sulistiani; Nur Fitriah Jumatrin
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.11004

Abstract

Early marriage is still a serious problem in Indonesia, including in Gorontalo Province, the impact of early marriage such as school dropouts, psychological problems, and reproductive health risks in adolescents. Prevention efforts that can be carried out include health education to increase adolescents' knowledge about the dangers of early marriage. The study aims to determine the influence of health education about the dangers of early marriage on the level of knowledge of adolescents at SMA Negeri 2 Gorontalo. The study used a quantitative method with a pre-experimental design in the form of a group with pre- and post-intervention measurements. The study population was 756 students in grades X and XI. The research sample amounted to 88 respondents with stratified random sampling techniques. Interventions are provided through face-to-face health education with leaflet and poster media. The collection used a knowledge questionnaire of 30 items. Data analysis was conducted using the Paired Sample T-Test. The results showed that before being given health education, the majority of respondents had a moderate level of knowledge of 60 respondents (68.2%) with an average score of 19.18. After being given health education, the majority of respondents had a high level of knowledge as many as 67 respondents (76.1%) with an average score of 24.65. The results of the Paired Sample T-Test showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), so it can be concluded that there is an influence of health education about the dangers of early marriage on the level of knowledge of adolescents at SMA Negeri 2 Gorontalo. Health education has been proven to be effective in increasing adolescents' knowledge as a promotive and preventive effort in preventing early marriage.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango: The Relationship Between Self Efficacy and Quality of Life in Diabetes Mellitus Patients in the Kabila Health Center Work Area, Bone Bolango Regency Dewi Apriani Dunggio; Ita Sulistiani; Nirwanto K. Rahim
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7830

Abstract

Untuk mencegah komplikasi dan penurunan kualitas hidup penderita diabetes mellitus diperlukan pelaksanaan manajemen diri yang baik. Pelaksanaan manajemen diri penderita diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self Efficacy dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 78 responden menggunakan teknik propotional sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji spearman rank dengan instrument penelitian DMSES serta kuesioner DQOL. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki self efficacy baik dan memiliki kualitas hidup baik sebanyak 32 responden (41.0%), hal ini dikarenakan penderita yang memiliki self efficacy yang baik akan selalu optimis dalam menghadapi masalahnya, Hasil statistik diperoleh ?-value=(0,002<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Disarankan pasien agar lebih proaktif dalam meningkatkan self efficacy dengan mengikuti kegiatan edukasi kesehatan, dan menjalani gaya hidup yang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Peningkatan Kesehatan Kognitif Pada Lansia Di LKS – LU Beringin Kabupaten Gorontalo: The Effect of Brain Gymnastics on Improving Cognitive Health in the Elderly at LKS – LU Beringin, Gorontalo Regency. Thesis. Nursing Science Study Program, Faculty of Sports and Health, Gorontalo State University Siti Rahmah H. Djafar; Ita Sulistiani; Andi Mursyidah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7831

Abstract

Penurunan fungsi kognitif merupakan penyebab utama ketidakmampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengingat tanggal, tahun, nama seseorang, dan memahami informasi dari orang di sekitarnya. Salah satu cara mengatasinya dengan senam otak yang terdiri dari 11 gerakan yang membantu menjaga fungsi kognitif lansia dengan meningkatkan koordinasi, menjernihkan pikiran, mengurangi kelelahan mental, dan mendorong pemikiran logis serta positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan kesehatan kognitif pada lansia Di LKS – LU Beringin Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one grup pre-test dan post-test design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 31 sampel dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini di hitung menggunakan rumus slovin 10%. Instrumen penelitian berupa lembar observasi MMSE untuk melihat nilai fungsi kognitif normal, ringan dan berat pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan 18 responden (58,1%) fungsi kognitif normal, 10 responden (32,3%) gangguan fungsi kognitif ringan, dan 3 responden (9,7%) gangguan fungsi kognitif berat. Analisis data digunakan uji wilcoxon diketahui nilai p-value = 0,000<0,05, sehingga disimpulkan H1 diterima artinya ada pengaruh senam otak terhadap peningkatan kesehatan kognitif pada lansia di LKS – LU Beringin Kabupaten Gorontalo.
Hubungan kepatuhan minum obat dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Toto Kabila: The relationship between medication adherence and hospital readmission in type 2 diabetes mellitus patients at Toto Kabila Hospital Iga Wiranti Razak; Ita Sulistiani; Sitti Fatimah M. Arsad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8306

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, baik bersifat mikrovaskular maupun makrovaskular Komplikasi-komplikasi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien, bahkan dapat menyebabkan kematian. Untuk mencegah hal tersebut terjadi diperlukan penatalaksanaan yang efektif, khususnya melalui terapi farmakologis atau konsumsi obat. Perawatan kembali (hospital readmission) kemungkinan besar terjadi jika pasien tidak patuh terhadap terapi farmakologis yang dijalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Toto Kabila. Metode penelitian menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit Toto Kabila. Sampel berjumlah 46 yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner MMAS-8 dan lembar observasi hospital readmission. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian hospital readmission pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Toto Kabila (nilai p = 0,000). Diharapkan bagi pasien untuk dapat meningkatkan kepatuhan minum obat sehingga dapat menurunkan resiko rawat inap ulang (hospital readmission).
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Rehabilitasi Dengan Kemandirian Pasien Pasca Stroke Di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo: The Relationship Between Family Support and Rehabilitation Compliance with Post-Stroke Patient Independence at the Kinesia Clinic, Gorontalo City Rehabilitation Center Meyrin Hasan; Nasrun Pakaya; Ita Sulistiani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8466

Abstract

Seiring setiap tahunnya penderita stroke mengalami peningkatan, menjadikan permasalahan yang timbul setelah mengalami penyakit stroke tingkat ketergantungan terhadap orang lain semakin meningkat, sehingga dalam melakukan aktivitas sehari-hari menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan rehabilitasi dengan kemandirian pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yangdigunakan adalah survey analitik dengan desaincross sectionaldengan jumlah sampel 30 responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji spearman rank dengan instrument penelitian kuesioner dukungan keluarga, kuesioner kepatuhan rehabilitasi serta kuesioner kemandirian. Hasil analisis univariat dukungan keluarga baik 19 responden (63,3%), dukungan keluarga kurang baik 11 responden (36,7%). Untuk tingkat kepatuhan rehabilitasi tinggi 21 responden (70%), pada tingkat rendah 9 responden (30%). Kemandirian tingkat mandiri 16 responden (43,3%), kemandirian sedang 10 responden (33,4%), kemandirian berat 4 responden (13,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian, dan hubungan kepatuhan rehabilitasi dengan kemandirian berdasarkan hasil uji statistic menggunakan sperman rho menghasilkan p value = 0,019 dan 0,000 atau dengan kata lain nilai p<0,05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien, dan kepatuhan rehabilitasi dengan tingkat kemandirian pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo.Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi serta pengetahuan kepada keluarga dan pasien.