Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Kinerja Organisasi Pada Perangkat Daerah: Effectiveness of Organizational Performance in Regional Devices Sri Yulianti Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10365

Abstract

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memegang peranan strategis dalam keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi efektivitas kinerja OPD. Melalui tinjauan terhadap berbagai studi terkini, penelitian ini menelaah aspek partisipasi penyusunan anggaran, akuntabilitas publik, gaya kepemimpinan, kualitas pelaporan keuangan, serta implementasi teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja manajerial OPD sangat dipengaruhi oleh kejelasan sasaran anggaran dan partisipasi aktif dalam penyusunannya. Selain itu, kualitas laporan keuangan dan kedisiplinan perencanaan pembangunan menjadi indikator utama transparansi instansi. Temuan juga menyoroti pentingnya adaptasi digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan urgensi koordinasi lintas sektoral dalam penanganan isu daerah. Kesimpulannya, penguatan kapasitas OPD memerlukan integrasi antara kompetensi sumber daya manusia, kepatuhan pada regulasi, dan modernisasi sistem tata kelola.
PERAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH: TINJAUAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sri Yulianti Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad; I Nyoman Ade Saputra
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak berbagai literatur nasional dan internasional dianalisis berdasarkan tiga kerangka teori utama, yaitu Good Governance, Agency Theory, dan New Public Management (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan pilar penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan berintegritas. Good Governance menekankan pentingnya keterbukaan dan pertanggungjawaban sebagai fondasi tata kelola publik, Agency Theory menjelaskan bagaimana transparansi dan akuntabilitas mengurangi asimetri informasi dan moral hazard antara pemerintah dan masyarakat, sedangkan NPM menunjukkan bahwa inovasi manajerial dan digitalisasi memperkuat kinerja keuangan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi ketiga teori tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan APBD, memperkuat pengawasan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BERBASIS DIGITAL DI KELURAHAN MOLOSIPAT W KOTA BARAT Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Nur Annisa Ismail
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan kualitas pelayanan berbasis digital di Kelurahan Molosipat W Kota Barat melalui implementasi sistem informasi pelayanan SI-MOLOSIPAT.W. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber literatur terkait pelayanan publik, e-government, dan konsep kelurahan, serta dokumen pelaksanaan program digitalisasi di Kelurahan Molosipat W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SI-MOLOSIPAT.W memberikan perubahan signifikan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, ditandai dengan adanya pengajuan surat secara daring, tanda tangan digital, notifikasi real-time, serta peningkatan literasi digital aparatur dan masyarakat. Analisis menggunakan lima indikator SERVQUAL menunjukkan bahwa aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy mengalami peningkatan melalui penyediaan infrastruktur digital, sistem layanan yang lebih akurat, respon petugas yang lebih cepat, keamanan layanan berbasis SSL/TLS, serta pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi optimalisasi sistem, peningkatan kapasitas aparatur, penguatan infrastruktur TI, sosialisasi berkelanjutan, evaluasi layanan, dan kolaborasi lintas-instansi merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat kelurahan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, pelayanan digital dapat mewujudkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
TRANSFORMASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMERINTAHAN BERBASIS DIGITAL DI PROVINSI GORONTALO Siti Nurcahyati Abdussamad; Sri Yulianti Mozin; Refais Andrean Korompo
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3327

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi media sosial dimanfaatkan sebagai alat partisipasi masyarakat dalam pemerintahan berbasis digital di Provinsi Gorontalo serta mengidentifikasi bentuk partisipasi publik berdasarkan lima indikator partisipasi masyarakat menurut Oakley (1991), yaitu kontribusi, pengorganisasian, peran dan aksi, motivasi, serta tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, analisis konten akun media sosial resmi pemerintah, dan observasi daring terhadap interaksi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam mendorong partisipasi publik, khususnya sebagai kanal pelaporan masalah, penyampaian aspirasi, dukungan terhadap program pemerintah, serta penyebaran informasi publik. Namun demikian, partisipasi yang terbentuk masih didominasi pada level konsultatif dan informatif, dengan keterlibatan masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pengelolaan media sosial dan peningkatan literasi digital guna mendorong partisipasi publik yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan dalam pemerintahan berbasis digital.
Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pembangunan Di Desa Ibarat Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara: The Role of Community Participation in Development Implementation In Ibarat Village, Anggrek District, North Gorontalo Regency Sri Yulianty Mozin; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Ibarat, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Partisipasi masyarakat menjadi elemen kunci untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ibarat terlibat aktif dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan melalui Musrenbangdes, pelaksanaan melalui kegiatan gotong royong, hingga pengawasan program desa. Keterlibatan tersebut memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa. Pembangunan fisik yang telah terealisasi meliputi Penerangan Jalan Umum (PJU), jamban sehat, sumur gali, serta sanggar seni. Adapun pembangunan nonfisik mencakup program ketahanan pangan, kesehatan, penguatan BUMDes, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Meskipun demikian, beberapa kendala teknis seperti anggaran terbatas, kondisi cuaca, dan sarana peralatan masih menjadi tantangan. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi harmonis antara pemerintah desa dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas pembangunan desa serta memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.