Yunitha Devrudyan Doko
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Penguatan Literasi Hukum di Era Digital Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Yunitha Devrudyan Doko; Karolus Budiman Jama
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24455

Abstract

Pendidikan Bahasa Indonesia berperan penting dalam meningkatkan literasi hukum di era digital, terutama dalam menanggulangi rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menguatkan literasi hukum melalui pendekatan literasi kritis dan menjelaskan cara-cara integrasi literasi hukum dalam pembelajaran bahasa sesuai dengan tuntutan era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji literatur, dokumen hukum, serta penelitian terdahulu terkait topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi literasi hukum masyarakat Indonesia, khususnya terkait dengan penggunaan informasi hukum di ruang digital, masih rendah. Hal ini memperlihatkan perlunya integrasi literasi hukum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran hukum. Dengan memanfaatkan teks hukum dan analisis wacana kritis dalam pembelajaran bahasa, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis terhadap hukum dan kebijakan yang ada. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Bahasa Indonesia, melalui integrasi literasi hukum, mampu menciptakan generasi muda yang lebih melek hukum, adaptif terhadap perkembangan digital, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang lebih sadar hukum.
Makna Membawa dalam Bahasa Melayu Kupang Pendekatan Metabahasa Semantik Alami (MSA) Yunitha Devrudyan Doko
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.30104

Abstract

Makna ‘membawa’ dalam bahasa Melayu Kupang (bMK) direalisasikan melalui sejumlah leksikon, yaitu su’u, fi’i, ame, pikol, hela, gepe, roso, angka, dongko, dan koko. Kesepuluh leksikon tersebut dapat diterjemahkan secara umum dengan verba bahasa Indonesia membawa, tetapi masing-masing memiliki komponen makna yang berbeda. Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan jenis entitas yang dibawa, cara perpindahan, bagian tubuh atau sarana yang digunakan, jarak perpindahan, serta kondisi entitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membedakan makna kesepuluh leksikon tersebut dengan pendekatan Metabahasa Semantik Alami (MSA). Data penelitian berupa sepuluh leksikon dan contoh pemakaiannya sebagaimana terdapat dalam naskah penelitian. Hasil analisis menunjukkan empat kelompok berdasarkan entitas, yaitu benda mati; manusia; benda dan manusia; serta manusia, hewan, dan benda. Di samping itu, setiap leksikon memiliki ciri semantis yang lebih khusus, seperti membawa di atas kepala, dengan tangan, di atas bahu, di bawah ketiak, dengan cara menyeret, menggunakan sarana transportasi, di punggung, atau di dada. Dengan demikian, padanan tunggal membawa dalam bahasa Indonesia belum mampu menggambarkan seluruh perbedaan makna yang dikodekan oleh leksikon bMK.