Erwin Styven Aditya Tari
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAK ASASI MANUSIA DAN TANTANGAN KESETARAAN GENDER DI INDONESIA TIMUR: REFLEKSI ATAS KASUS DISKRIMINASI PEREMPUAN DI KOTA KUPANG Erwin Styven Aditya Tari; Fadil Mas'ud; Redemtoria Juana Sanbret; Diah Permata Rosalin Abineno
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.35978

Abstract

This study aims to analyze the role of human rights (HR) in eliminating gender discrimination and the challenges faced in achieving gender equality in Kupang City. Instances of discrimination against women in this area are still evident in the division of labor, promotion opportunities, and access to training, which generally favor men. The research employs a qualitative approach using in-depth interviews, observation, and document analysis, while data are analyzed thematically to identify patterns of discrimination. The findings reveal that structural factors such as suboptimal regulations, cultural factors including patriarchy and customary norms, and economic factors that place women in vulnerable positions are the main causes of persistent inequality. Gender mainstreaming programs in Kupang remain largely temporary projects, not integrated into routine budgets, and have yet to involve key actors such as traditional and religious leaders, thus limiting their social impact. The study also found that psychological barriers discourage some women from reporting discrimination due to fear of being disbelieved or facing negative reactions in the workplace. The conclusion emphasizes that gender equality policies in Kupang require a more comprehensive human rights-based reinforcement, encompassing institutional consistency, cultural transformation, and active participation from multiple stakeholders to minimize discrimination and achieve sustainable gender equality.
CIVIC EQUALITY SEBAGAI PENDEKATAN STRATEGIS DALAM MENGATASI STUNTING DI DESA SILLU KABUPATEN KUPANG Erwin Styven Aditya Tari; Fadil Mas'ud; Rahyudi Dwiputra; Anif Istianah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36427

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan anak dengan prevalensi 40% di Kabupaten Kupang, khususnya di Desa Sillu yang mencapai 45%. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana implementasi konsep civic equality (kesetaraan akses layanan publik dan hak-hak dasar warga) dapat menjadi pendekatan strategis dalam mengatasi stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 25 informan terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses informasi dan layanan kesehatan belum merata, partisipasi masyarakat masih rendah, dan kapasitas kader posyandu terbatas, yang semuanya menghambat penerapan prinsip civic equality. Faktor sosial budaya, ekonomi, dan kesadaran warga memengaruhi efektivitas implementasi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan prinsip civic equality, dengan meningkatkan partisipasi, kesetaraan layanan, dan pemberdayaan masyarakat, dapat secara langsung berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan di Desa Sillu.