Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI METODE AMONG UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER Anif Istianah
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v2i1.3534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode among untuk meningkatkan karakter dan mendeksripsikan faktor pendukung dan penghambat impelemnatasi metode among untuk meningkatkan karakter di Prodi PPKn FKIP Undana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek PPKn Undana yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan (library research), observasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan komponen analisis data model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan). Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode among untuk meningkatkan karakter di Prodi PPKn FKIP Undana yang sesuai dengan paradigm sili asih,asah dan asuh  dengan asas Ki Hajar Dewantara yakni Ing Ngarso sung Tulodo, Ing Madya Mangun Korso, Tut Wuri Handayani, mendapat beberapa hal sebagai berikut yakni adanya Kurikulum Prodi PPKn FKIP Undana yang disesuiakan dengan Visi, Misi, dan tujuan Prodi PPKn memuat karakter sebagai satu hal yang menjadi tujuan dalam proses perkuliahan di Prodi PPKn adanya mata kuliah yang membahas Pendidikan Karakter KPPKN 1239 secara khusus termasuk juga Pendidikan Antikorupsi, dan Dasar Konsep Pendidikan Moral serta mata kuliah PPKn lainnya yang secara esensi dalam bentuk penugasan yang diberikan dosen dan pembahasannya di kelas membicarakan hal – hal yang menyangkut pendidikan karakter tersebut, pembiasaan karakter diwujudkan dalam karakter religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, tanggungjawab, respect dan peduli. Kegiatan religious dibiasakan  melalui kegiatan berdoa sebelum dan sesudah megakiri perkululiahan maupun ekstrakurikuler. Salah satu penerapana karakter kejujuran melalui proyek mata kuliah pendidikan karakter yang diberikan dosen yakni “Jagung Kejujuran”. Karakter toleransi diwujudkan dalam kegiatan diskusi di kelas yang difasilitator oleh dosen tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan, semua mahasiswa dapat terlibat dalam diskusi sesuai kaidah ilmiah, toleransi juga dalam wujud pemilihan ketua tingkat, ketua HMJ, ketua panitia yang tidak didasarkan pada suku, agama, ras, dan golongan termasuk asal daerah. Proses perkuliahan membiasakan mahasiswa untuk berkarakter disiplin, dimana mahasiswa yang terlambat diberikan punishment sesuai kesepakatan pada kontrak kuliah. Dosen membiasakan mahasiswa mengerjakan tugas tepat waktu dengan menggunakan learning management system e – learning undana. Dosen membiasakan memberikan tugas yang berhubungan dengan teknologi digital, yang diharapkan mahasiswa bekerja kerja menghasilkan karya yang inovatif fan kreatif sesuai perkembangan zaman. Tenaga kependidikan dan dosen membiasakan mahasiswa menjaga, membersihkan dan merapikan kelas setelah perkuliahan. Tanggungjawab juga dimunculkan dalam  pembagian piket Kantin Mira Ked’di Hari. Rasa menghormati dibiasakan civitas akademika PPKn FKIP Undana melalui gerakan 3S; Senyum Salam dan Sapa, khusus hari rabu diadakan menggunakan bahasa inggris. Ketua Jurusan melalui tenaga kependidikan dan dosen bersama mahasiswa mengadakan kegiatan peduli lingkungam ialah “sabtu bersih” demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat, sejalan dengan hal tersebut diadakan proyek mata kuliah Sosiologi Indonesia oleh dosen kepada mahasiswa dalam menumbuhkan cinta lingkungan di tengah masyarakat.  Faktor pendukung yaitu integrasi pendidikan karakter ke dalam mata kuliah wajib Prodi PPKn FKIP Undana, dan  Prodi PPKn merupaakn bagian dari FKIP sehingga penananman nilai – nilai kependidikan atau keguruan dapat berjalan baik dan lancar sehingga mempermudah pendidikan karakter metode among tersebut, dan Faktor penghambat terdiri letak Prodi PPKn yang ditengah lalu lintas kampus dan sikap primordialisme yang dibawah mahasiswa PPKn dari 22 kabupaten / kota yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN DI PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MELALUI LMS E-LEARNING DI ERA INDUSTRI 4.0 Anif Istianah
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.349 KB)

Abstract

Tuntutan pembelajaran era milenial adalah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Revolusi industri 4.0 dan abad 21 sangat mempengaruhi aspek kehidupan baik pendidikan, sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Dibidang pendidikan, teknologi dimanfaatkan beragam baik pra-pembelajaran, proses pembelajaran maupun pasca pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pembelajaran interaktif dan menyenangkan di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui LMS E-Learning di era Industri 4.0. Metode dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah library research (penelitian kepustakaan). Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, yakni dari buku, makalah, artikel, jurnal dan sebagainya yang relevan. Analisis data menggunakan content analysis, guna mendapatkan invensi yang kredibel dan dapat digunakan atau diteliti ulang berdasarkan konteksnya. Untuk menjaga ketepatan hal yang dikaji dan guna mencegah kesalahan informasi yang diungkap dalam analisis data, maka dilakukan pengecekan antar pustaka dari referensi-referensi yang digunakan. Selain itu membaca ulang pustaka-pustaka yang digunakan juga sangat penting serta memperhatikan komentar teman sejawat. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa peran teknologi dalam pembelajaran di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat membantu proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dalam proses perkuliahan. Pembelajaran Interaktif dan menyenangkan prodi Pendidikan Pancaila dan Kewarganegaraan melalui LMS E-learning di Era Revolusi Industri 4.0 membantu pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, interaktif, dan menyenangkan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang berbasis teknologi digital. Penggunaan E-Learning dalam pembelajaran di Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mampu mengoptimalkan pemahaman mahasiswa akan konsepsi abstrak objek kajian pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi melalui penugasan melalui platform LMS E-learning yang bervariasi dan fleksibilitas waktu mahasiswa dalam mengakses materi pembelajaran. Keywords Pembelajaran Interaktif, Menyenangkan, E-lerning
INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PELAJAR PANCASILA DI LINGKUNGAN KAMPUS Anif Istianah; Sukron Mazid; Sholihun Hakim; Rini Susanti
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.556 KB)

Abstract

Pembangunan pendidikan nasional disinergi dan linearitas diarahkan membangun, memelihara, mengembangkan karakter dan wawasan kebangsaan, persatuan nasional, solidaritas nasional, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pendidikan karakter ditentukan oleh tiga hal: mengetahui, perasaan moral yang moral, dan perilaku moral. Dengan tujuan untuk membangun bangsa yang kuat, kompetitif, moral, berbudi, akhlak mulia baik, toleransi, bekerjasama, semangat patriotik, berkembang dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berorientasi dengan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan Analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan penanaman nilai-nilai karakter Pancasila untuk membentuk kepribadian Pancasilais yang dapat melengkapi sikap profesionalisme lulusan program studi; (2) Pembudayaan dan pembiasaan nilai-nilai karakter Pancasila diharapkan mampu membentuk jati diri mahasiswa yang beretika dan bermoral sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila, norma-norma agama dan tata nilai akademis yang dikembangkan di dalam kehidupan kampus; dan (3) Tindakan konkrit mahasiswa dalam menerapkan pembiasaan nilai-nilai Pancasila melalui organisasi dan kegiatan-kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus.
Sosialisasi literasi digital melalui pemanfaatan media sosial bagi sekolah di Desa Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT Anif Istianah; Ly Petrus; Makarius Erwin Bria
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i1.14977

Abstract

Geografi wilayah Indonesia maka banyak daerah yang masih mengalami “blank spot area” jaringan komunikasi, sehingga kehidupan bermasyarakat, berwarga negara, berbangsa bahkan roda perekonomian kalah cepat dibandingkan daerah-daerah yang tidak memiliki blank spot area. Kesulitan mengakses jaringan internet bagi warga Amfoang selama ini nampaknya akan segera diatasi. suport distribusi jaringan sehingga kebutuhan masyarakat akan jaringan terpenuhi. Perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat telah dirasakan sebagai akibat dari masuknya pengaruh internet. Teknologi ini sudah dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia dengan berbagai lapisan masyarakat dan kategori usia. Begitu hal nya dengan manusia usia remaja yang sedang dalam masa produktif dan inovatif sehingga memiliki rasa keingin-tahuan dalam memperoleh informasi. Segmentasi terbesar dari pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang termasuk kedalam kategori remaja, oleh karenanya Pengabdi akan fokus pada sekolah dan warga sekolah yang sedang menempuh pendidikan. Pemahaman akan internet sebagai salah satu bentuk media digital dirasa perlu untuk lebih bijak dalam penggunaannya, peran media digital ini didorong dengan semakin banyaknya media sosial yang memberikan akses informasi bagi warga sekolah dan masyarakat. Sehingga penyebaran informasi akan rentan terhadap segala bentuk ancaman, seperti hoax dan ujaran kebencian. Oleh karenanya, perlu adanya literasi yang harus dipahami dalam kesadaran diri remaja akan penggunaan media digital terutama pada media sosial. Kegiatan sosialisasi terhadap literasi digital dirasa perlu dilakukan khususnya kepada manusia usia remaja sebagai bagian dari komunitas digital. Capaian dalam kegiatan literasi ini dapat mendorong dan mempengaruhi persepsi warga sekolah terhadap pengkonsumsian media informasi dalam bentuk media digital sehingga mampu mengubah kepercayaan dan  perilaku peserta didik untuk melek teknologi
Existence of Local Wisdom Based on Pancasila Values Amidst the Dynamics of Global Issues Hariyanti Hariyanti; Irma Irayanti; Lisa Retnasari; Anif Istianah; Gigih Cahya Permady; Saepudin Karta Sasmita
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 2 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i2.10611

Abstract

This study aims to analyze and describe local wisdom in the form of the traditional game Pacu Tabang Duck along with Pancasila values that can be explored in it, amidst the onslaught of dynamics of global issues. Pacu tabang ducks is a typical tradition of Luak fifty which consists of the district of fifty cities and the city of Payakumbuh. This study used a qualitative design with a descriptive method. Research data were collected through observation, in-depth interviews and documentation studies. The research findings show that (1) the tradition of spurring tabang itiak is a hereditary tradition in the luak fifty community; (2) the existence of the pacu tabang itiak tradition can be maintained because of the Pancasila values contained therein. The implementation of the duck racing tradition is not only a tradition of the local community but through local government policy, this tradition has become a tourist calendar event for the fifty cities and towns of Payakumbuh so that it attracts tourists to attend and witness it every year. The implementation of the Pacu Tabang Duck tradition brings economic blessings to the local community because of the large number of tourists who attend.
Implementasi Karakter Integritas Berbasis Budaya Sekolah pada Peserta Didik Usia Dini Lisa Retnasari; Muh Isnain Pratomo; Irma Irayanti; Anif Istianah; Hariyanti Hariyanti; Beti Indah Sari
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i1.161

Abstract

Budaya sekolah merupakan sarana yang dapat dimaksimalkan dalam implementasi karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi karakter integritas pada peserta didik berbasis budaya sekolah dan faktor pendukung dan penghambat impementasi karakter integritas berbasis budaya sekolah di SD Muhammadiyah Boarding School Prambanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian antara lain kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik SD Muhammadiyah Boarding School Prambanan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan aktivitas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi karakter integritas berbasis budaya melalui 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dimana kepala sekolah dan seluruh pihak terkait membuat perencanaan yang tercantum di dalam kurikulum sekolah, tahap pelaksanaan dilakukan melalui 3 lapisan budaya sekolah yaitu lapisan artefak fisik dan non fisik, lapisan nilai dan keyakinan, dan lapisan asumsi, dan tahap evaluasi melihat dan menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang menunjang karakter integritas. Faktor pendukungnya yaitu sumber daya manusia, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dan orangtua. Faktor penghambat komunikasi, latar belakang peserta didik yang berbeda, dan pergaulan peserta didik.
Pelatihan Keterampilan Mengajar sebagai Bekal Mewujudkan Program Merdeka Belajar bagi Calon Guru PPKn di Prodi PPKn, FKIP, Universitas Nusa Cendana Anif Istianah; Patricio Mateus Da Costa Ewi; Yumi Enggelina Saputri Uly Dadi
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): November
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v1i1.5611

Abstract

Permasalahan calon guru di Prodi PPKn dan upaya mewujudkan Program Merdeka Belajar Kemdikbudristek adalah juga merupakan tugas dan tanggung jawab FKIP Undana termasuk Prodi PPKn di dalamnya sebagai LPTK penghasil guru untuk kebutuhan guru di Indonesia pada umumnya dan NTT pada khususnya. Calon guru di didik untuk menguasai kompetensi sebagaimana halnya seorang guru profesional, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Ketrampilan mengajar merupakan bagian dari kompetensi yang harus dimiliki seorang calon guru maupun guru tersebut, begitu juga calon guru PPKn diperhadapkan dengan era revolusi industry 4.0 dan society 5.0 dituntut untuk mampu mengelola dan menguasai kelas dengan menerapkan keterampilan-keterampilan mengajar yang adaptif dalam mendukung program merdeka belajar. Tujuan PKM ini ialah adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan mengajar sebagai bekal mewujudkan Program Merdeka Belajar bagi calon guru PPKn di Prodi PPKn FKIP, Universitas Nusa Cendana. Metode yang diterapkan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik pembuatan perangkat pembelajaran, metode Simulasi digunakan untuk mensimulasi 8 (delapan) ketrampilan dasar mengajar guru menurut C.Turney (1973) dalam bukunya “Sydney Micro Skills” dan menerapkan metode Among.
KONSEP SEKOLAH DAMAI: HARMONISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Anif Istianah; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Education and Development Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i3.5048

Abstract

Saat ini pendidikan berpusat pada konsep Sekolah Damai yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, inklusif dan damai. Artikel ini menjelaskan pentingnya mengintegrasikan kurikulum terbuka Pancasila, kurikulum dan profil siswa ke dalam konsep Sekolah Damai. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka. Hasil kajian pustaka mendeskripsikan bahwa untuk menjawab tantangan yang dihadirkan dengan menyelaraskan Kebebasan Belajar, Kurikulum Kebebasan, dan profil pelajar Pancasila, seperti menyeimbangkan praktik kebebasan akademik dengan keberlanjutan dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan baik. Manfaat yang mungkin diperoleh dari penerapan konsep Sekolah Damai, seperti: menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan inovatif serta mendorong keterlibatan siswa. Memberikan contoh best practice sekolah yang berhasil mengintegrasikan Pembelajaran Bebas, Kurikulum Mandiri dan Profil Pelajar Pancasila dengan tujuan mewujudkan sekolah damai. Metode untuk menulis artikel ini analisis literatur dan penelitian yang relevan untuk lebih memahami topik yang dibahas. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya hubungan antara konsep Sekolah Damai: Harmonisasi kurikulum dan profil Pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum Borderless Learning mengarah pada upaya menciptakan lingkungan belajar kooperatif yang damai, inklusif, dan lintas batas. Dalam konteks integrasi antar kurikulum, profil Pelajar Pancasila, dan pemahaman konteks global berperan penting dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman yang lebih luas dan adaptif, generasi yang menjaga perdamaian dan keamanan.
Human rights awareness education to prevent bullying behavior at school Hariyanti Hariyanti; Gigieh Cahya Permady; Anif Istianah; Saepudin Kartasasmita
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 10, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jpsd.v10i2.a28268

Abstract

The prevalence of bullying, a serious issue in primary and secondary schools, underscores the need for effective prevention strategies. This study aims to develop a human rights education model to address this concern. The primary objective is to design a comprehensive human rights education model tailored for school environments. This model aims to prevent bullying behavior by fostering a culture of respect and empathy among students. A literature review methodology was employed to analyze existing problems related to bullying and identify potential solutions. Theoretical frameworks and empirical research findings were utilized to develop the proposed human rights education model. The results of this research suggest the development of prevention strategies and the creation of a pocketbook containing human rights education materials accessible to students. Additionally, it suggests the use of engaging learning media to facilitate a better understanding of human rights concepts, which are often abstract and challenging to grasp through traditional teaching methods. The human rights education model presented in this study is adaptable for both primary and secondary education. It emphasizes the importance of early intervention to prevent bullying from becoming entrenched in school cultures. By targeting students' moral and cognitive development, this model aims to break the cycle of victimhood and aggression associated with bullying. This study contributes to the field of education by proposing a practical and holistic approach to addressing bullying in schools. The proposed human rights education model provides educators with a framework to promote a safe and inclusive learning environment
Pendidikan Kewarganegaraan: Membangun Sekolah Damai Untuk Wujudkan Lingkungan Masyarakat Aman dan Sejahtera Sukron Mazid; Anif Istianah
Al-I'timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Mafa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/alitimad.v1i2.907

Abstract

Citizenship Education (PKn) plays an important role in developing a peaceful school environment and contributing to the formation of a socially prosperous society. PKN teaches students critical and analytical thinking skills, preparing them to address social problems with wise solutions and focus on achieving peace. This type of qualitative research uses a library approach, data sources consist of literature sources by selecting book and journal references that have a relationship with diversity during the pandemic. Data collection techniques use documentation and observation studies. The research results show that Civics can form a young generation who is aware of the importance of cooperation, tolerance and peace in everyday life. Civics has a crucial role in forming peaceful schools that contribute to the welfare of social society.