Penelitian ini berawal dari urgensi keterpaduan visi dan misi sekolah dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar. SDN 017 Samarinda Utara dipilih sebagai lokasi kajian karena pelaksanaan nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka masih menunjukkan perbedaan antar guru dan keterlibatan orang tua yang belum berjalan secara konsisten. Tujuan penelitian adalah menelaah tingkat keselarasan antara visi-misi sekolah dengan praktik pendidikan karakter yang diterapkan dalam pembelajaran, lingkungan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler, sekaligus mengidentifikasi hambatan serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa visi–misi sekolah telah diwujudkan melalui sejumlah praktik pendidikan karakter, seperti pembiasaan 5S, kegiatan yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, penilaian sikap, serta aktivitas kerja sama baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan luar kelas. Lingkungan fisik sekolah turut mendukung internalisasi nilai karakter melalui keberadaan poster, slogan, dan media visual lainnya. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih dijumpai, antara lain ketiadaan instrumen evaluasi karakter yang baku, tingkat pemahaman visi–isi yang belum merata di antara pendidik, serta keterlibatan orang tua yang masih kurang optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan sejumlah penguatan, seperti penyelenggaraan pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan rubrik penilaian karakter yang terukur, pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam asesmen, serta penguatan program parenting guna meningkatkan kolaborasi sekolah dan keluarga. Secara keseluruhan, visi-misi SDN 017 Samarinda Utara terbukti relevan dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.