Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELEVANSI VISI-MISI SEKOLAH DAN PERAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SDN 017 SAMARINDA UTARA Nur Nabilla Sarah; Indri; Sulaiman; Warman; Muh. Amir Masruhim; Dwi Nugroho
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37535

Abstract

Penelitian ini berawal dari urgensi keterpaduan visi dan misi sekolah dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar. SDN 017 Samarinda Utara dipilih sebagai lokasi kajian karena pelaksanaan nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka masih menunjukkan perbedaan antar guru dan keterlibatan orang tua yang belum berjalan secara konsisten. Tujuan penelitian adalah menelaah tingkat keselarasan antara visi-misi sekolah dengan praktik pendidikan karakter yang diterapkan dalam pembelajaran, lingkungan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler, sekaligus mengidentifikasi hambatan serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa visi–misi sekolah telah diwujudkan melalui sejumlah praktik pendidikan karakter, seperti pembiasaan 5S, kegiatan yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, penilaian sikap, serta aktivitas kerja sama baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan luar kelas. Lingkungan fisik sekolah turut mendukung internalisasi nilai karakter melalui keberadaan poster, slogan, dan media visual lainnya. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih dijumpai, antara lain ketiadaan instrumen evaluasi karakter yang baku, tingkat pemahaman visi–isi yang belum merata di antara pendidik, serta keterlibatan orang tua yang masih kurang optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan sejumlah penguatan, seperti penyelenggaraan pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan rubrik penilaian karakter yang terukur, pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam asesmen, serta penguatan program parenting guna meningkatkan kolaborasi sekolah dan keluarga. Secara keseluruhan, visi-misi SDN 017 Samarinda Utara terbukti relevan dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Digital Leadership and Quality Culture in Islamic Educational Institutions: A Multi-Level Empirical Study Wildan Saugi; Purwoko Purwoko; Azainil Azainil; Dwi Nugroho; Muhammad Ramli Buhari
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 2 (2025): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sajie.v8i2.12023

Abstract

This study investigates the role of digital leadership in strengthening quality culture across Islamic educational institutions at various levels, from early childhood to higher education. Employing a qualitative multi-site case study approach, this research collected data through interviews, observations, and document analysis to explore how technological adoption and value-based practices shape institutional effectiveness. The findings reveal that digital leadership significantly enhances decision-making, coordination, instructional innovation, and the use of data-driven tools for quality monitoring. Leaders actively utilize digital platforms to support participatory, evidence-based governance and quality monitoring. The integration of Islamic values, including trustworthiness, discipline, and ethical digital conduct, further reinforces the consistency and depth of quality culture implementation, creating a leadership model that is both technologically adaptive and morally grounded. Higher education and senior secondary institutions show the highest level of maturity in integrating digital leadership with quality culture. In contrast, early childhood and elementary levels exhibit foundational digital adoption supported by strong value formation. The study concludes that successful digital transformation in Islamic education requires visionary leaders who can integrate technological competence, continuous quality improvement, and spiritual values. Practical implications highlight the need for structured digital capacity-building, leadership training, and strategic policy support. Future research is recommended to examine broader comparative contexts and the potential scalability of the proposed model.
KEPEMIMPINAN DIGITAL SEBAGAI PENGGERAK TRANSFORMASI MANAJEMEN SEKOLAH MENUJU PEMBELAJARAN BERBASIS CHROMEBOOK DI SMP Eny Ratnawati; Nihan Kristiyani; Azainil Azainil; Dwi Nugroho; Muhammad Ramli Bukari
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9717

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has shifted the paradigm of educational management from conventional systems to systems based on data and digital technology. In the 21st-century learning era, principals are required to possess digital leadership competencies to facilitate the transformation of technology-based learning and school management. This study aims to describe and analyze the role of digital leadership in the transformation of school management toward Chromebook-based learning at SMP Negeri 1 Anggana, as well as to identify obstacles and strategies for sustainable implementation. A descriptive qualitative approach was used to describe the digital leadership phenomenon based on documentation and observations of the implementation of Chromebook-based learning at the school. The study results indicate that the principal plays a strategic role in developing a digital vision, organizing teacher training, and integrating technology into the learning management system. This digital transformation improves administrative efficiency, collaboration between teachers, and student engagement in cloud-based learning. Key obstacles include limited teacher digital competency, network infrastructure, and resistance to change. Therefore, sustainability strategies are directed at strengthening digital culture, continuous professional development, and regional-level policy support. This study confirms that digital leadership is a key driver in creating an innovative Chromebook-based learning ecosystem. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma manajemen pendidikan dari sistem konvensional menuju sistem berbasis data dan teknologi digital. Di era pembelajaran abad ke-21, kepala sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi kepemimpinan digital agar mampu memfasilitasi transformasi pembelajaran dan manajemen sekolah berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepemimpinan digital dalam transformasi manajemen sekolah menuju pembelajaran berbasis Chromebook di SMP Negeri 1 Anggana, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi keberlanjutan implementasinya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena kepemimpinan digital berdasarkan dokumentasi dan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis Chromebook di sekolah tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam membangun visi digital, mengorganisasi pelatihan guru, dan mengintegrasikan teknologi dalam sistem manajemen pembelajaran. Transformasi digital ini meningkatkan efisiensi administrasi, kolaborasi antar guru, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis cloud. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi digital guru, infrastruktur jaringan, serta resistensi perubahan. Oleh karena itu, strategi keberlanjutan diarahkan pada penguatan budaya digital, pengembangan profesional berkelanjutan, dan dukungan kebijakan tingkat daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan digital merupakan penggerak utama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran inovatif berbasis Chromebook.