Achmad Zailani
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Konflik dan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Lingkungan Pesantren dan Sekolah Islam Aanisah Agusnani Rizq; Achmad Zailani; Auni Luthfiah Nurfathina; Tin Amalia Fitri; Amiruddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37187

Abstract

This study identifies Gender-Based Violence (GBV) within the environment of Islamic Boarding Schools (Pesantren) and Islamic Schools as a systemic managerial failure, exacerbated by unequal power relations and weaknesses in the existing management system. The critical gap lies in the institutions' dependence on informal conflict resolution mechanisms (internal resolution), which is problematic due to the lack of clear Standard Operating Procedures (SOPs), insufficient secure reporting channels (whistleblowing system), and a tendency to prioritize the institutional image over victim protection. Given the significant surge in GBV cases (e.g., 30 reported cases in the last three years), this research aims to formulate a robust and applicable Proactive Risk Management framework. The findings recommend a three-dimensional conflict management mechanism: the Preventive Dimension (through curriculum integration and codes of ethics), the Responsive Dimension (through the establishment of an independent Sexual Violence Prevention and Handling Task Force (Satgas PPKS), transparent SOPs, and firm sanctions), and the Protection Dimension (through psychosocial services and restitution for victims). The implementation of this framework is highly urgent to transform Islamic Education Management (MPI) and realize a safe, inclusive, and violence-free learning environment.
Manajemen Pesantren dalam Meningkatkan Perilaku Santri Berwawasan Lingkungan: A Systematic Literature Review Achmad Zailani; Oki Dermawan; Muhammad Anas Maarif
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4210

Abstract

Pesantren, atau sekolah berasrama Islam, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, termasuk pengembangan perilaku pro-lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan disiplin komunal. Namun, studi-studi sebelumnya tentang pesantren ramah lingkungan, program pesantren hijau, pendidikan lingkungan, dan nilai-nilai ekologi Islam masih terfragmentasi dan belum cukup menjelaskan bagaimana pengelolaan pesantren berfungsi sebagai mekanisme kelembagaan untuk memperkuat perilaku ekologis siswa. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis meninjau dan mensintesis penelitian sebelumnya tentang pengelolaan pesantren dalam memperkuat perilaku pro-lingkungan siswa. Tinjauan Pustaka Sistematis dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja PRISMA 2020. Artikel-artikel relevan yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2026 diidentifikasi melalui Scopus, Google Scholar, DOAJ, Garuda, jurnal terindeks SINTA, dan Crossref menggunakan kata kunci yang terkait dengan pesantren ramah lingkungan, pengelolaan pesantren, pendidikan lingkungan, dan perilaku pro-lingkungan. Setelah penyaringan dan penilaian kelayakan, 12 artikel dimasukkan dalam sintesis akhir dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Temuan mengungkapkan lima tema utama: strategi pengelolaan pesantren ramah lingkungan, kepemimpinan kyai dan budaya institusional, internalisasi nilai-nilai lingkungan Islam, literasi lingkungan dan pembiasaan perilaku, serta tantangan implementasi. Tinjauan ini menunjukkan bahwa perilaku pro-lingkungan siswa diperkuat ketika program lingkungan secara sistematis diintegrasikan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Studi ini menyiratkan bahwa pesantren perlu melembagakan pengelolaan pesantren ramah lingkungan melalui kebijakan yang jelas, komitmen kepemimpinan, fasilitas yang memadai, dan evaluasi berkelanjutan untuk mendukung pendidikan Islam yang berorientasi pada keberlanjutan.