Moch. Bachrurrosyady Amrulloh
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Melampaui Toleransi: Sintesis Tematik Realitas Sosial Masyarakat Multikultural Gresik Moch. Bachrurrosyady Amrulloh; Ahmad Hanif Fahruddin; Tasya Amelya Putri; Izzatul Laily Al Fa’iq
Akademika Vol 19 No 2 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i2.2674

Abstract

Keberagaman masyarakat Indonesia sering dipahami melalui konsep toleransi yang bersifat normatif. Pendekatan ini belum sepenuhnya menggambarkan realitas sosial keberagaman yang dijalani masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan mengkaji realitas sosial masyarakat multikultural dengan menempatkan moderasi beragama sebagai praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui sintesis tematik atas dua penelitian lapangan di Kabupaten Gresik, yaitu di Kelurahan Sukorame (Kampung Pancasila) dan Kelurahan Tlogopatut (Kampung Moderasi). Data dianalisis berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama terbangun melalui keberagaman yang dinormalisasi dalam kehidupan sosial, penguatan ruang sosial informal, partisipasi lintas agama, serta peran aktor lokal dalam menjaga harmoni. Temuan ini menegaskan bahwa moderasi beragama di tingkat masyarakat berfungsi sebagai etos sosial yang dihidupi bersama.
AKULTURASI BUDAYA DAN PENGUATAN FUNGSI EDUKATIF PESANTREN Alfania, Intia Jul; Moch. Bachrurrosyady Amrulloh
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis akulturasi budaya dalam memperkuat fungsi edukatif pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan masyarakat. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), artikel ini membedah dialektika antara teks keagamaan dan realitas sosiokultural melalui kacamata teori akulturasi dan konsep pribumisasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akulturasi budaya bukan sekadar strategi bertahan, melainkan instrumen pedagogis yang efektif dalam membumikan ajaran Islam. Pesantren mengintegrasikan unsur-unsur budaya universal—seperti penggunaan bahasa daerah dalam metode makna gandul, tradisi komunal tahlilan sebagai hidden curriculum kecerdasan sosial, serta etiket unggah-ungguh—sebagai media transformasi nilai yang melampaui sekadar transmisi pengetahuan intelektual. Sinergi antara nilai syariat dan kearifan lokal ini terbukti memperkuat fungsi edukatif pesantren secara holistik, mencakup dimensi religius, sosial, dan moral. Dengan demikian, pendidikan berbasis akulturasi budaya di pesantren berhasil melahirkan insan yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus ketahanan sosial yang inklusif, sehingga tetap relevan dalam menghadapi dinamika perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri budayanya.
Melampaui Toleransi: Sintesis Tematik Realitas Sosial Masyarakat Multikultural Gresik Moch. Bachrurrosyady Amrulloh; Ahmad Hanif Fahruddin; Tasya Amelya Putri; Izzatul Laily Al Fa’iq
Akademika Vol 19 No 2 (2025): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v19i2.2674

Abstract

Keberagaman masyarakat Indonesia sering dipahami melalui konsep toleransi yang bersifat normatif. Pendekatan ini belum sepenuhnya menggambarkan realitas sosial keberagaman yang dijalani masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan mengkaji realitas sosial masyarakat multikultural dengan menempatkan moderasi beragama sebagai praktik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui sintesis tematik atas dua penelitian lapangan di Kabupaten Gresik, yaitu di Kelurahan Sukorame (Kampung Pancasila) dan Kelurahan Tlogopatut (Kampung Moderasi). Data dianalisis berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama terbangun melalui keberagaman yang dinormalisasi dalam kehidupan sosial, penguatan ruang sosial informal, partisipasi lintas agama, serta peran aktor lokal dalam menjaga harmoni. Temuan ini menegaskan bahwa moderasi beragama di tingkat masyarakat berfungsi sebagai etos sosial yang dihidupi bersama.