Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI TERIPANG SEBAGAI AGEN ANTI-GASTRITIS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Arianto, Cindy Chavally; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Sukmawati, Dinar Danan
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.378

Abstract

 Gastritis merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang umum terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif dan mekanisme pertahanan mukosa. Keterbatasan terapi konvensional, termasuk meningkatnya resistensi antibiotik dan risiko efek samping jangka panjang, mendorong pencarian agen gastroprotektif alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan merangkum bukti ilmiah mengenai potensi teripang (Holothuroidea) sebagai agen anti-gastritis melalui systematic literature review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak tujuh artikel orisinal memenuhi kriteria inklusi setelah proses identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Data diekstraksi menggunakan formulir standar yang memuat spesies teripang, komponen bioaktif, desain penelitian, metode induksi gastritis, dan parameter biologis. Analisis dilakukan secara naratif karena heterogenitas desain penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komponen bioaktif utama teripang, yaitu fucoidan, peptida, dan polisakarida sulfat, memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri terhadap Helicobacter pylori. Aktivitas tersebut berkontribusi pada pengurangan stres oksidatif, penurunan ekspresi sitokin proinflamasi, serta perbaikan struktur dan regenerasi mukosa lambung. Selain itu, beberapa studi melaporkan peningkatan aktivitas enzim pertahanan endogen serta modulasi mikrobiota usus, yang turut mendukung efek protektif mukosa. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi signifikan sebagai agen alami pendukung pencegahan dan terapi gastritis. Namun, penelitian pra-klinis terstandar dan uji klinis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan konsistensi aktivitas farmakologisnya sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat fitofarmaka atau produk nutraseutikal berbasis bukti.
Pemberdayaan Peternak Kambing Etawa Wijaya Makmur Farm dan Pengembangan Produk Diversifikasi Olahan Susu di Desa Alangamba Kecamatan Binangun Cilacap Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Mubarak, Zulfikar Yusya; Aji, Ajeng Puspo; Sumarmono, Juni; Rahayu, Ahadiyat Yugi; Jati, Dian Purnomo; Ananta, Sella Dwi; Arianto, Cindy Chavally; Octavia, Wenny Puspita; Putri, Adisa Refinatania; Fauziah, Khansa Intan; Khairunnisa, Husna Salma Nur
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.3923

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian peternak kambing Etawa di Wijaya Makmur Farm, Desa Alangamba, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, melalui diversifikasi produk olahan susu, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan keterampilan pengolahan, rendahnya nilai tambah susu segar, belum optimalnya branding, serta pemasaran yang masih bergantung pada jaringan lokal. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, dan pelatihan pemasaran digital. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, perbandingan nilai pretest-posttest, pencatatan jumlah varian produk, dan data penjualan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari skor pretest 50 menjadi 85 atau naik 35 poin. Nilai aspek kewirausahaan, manajemen usaha, branding produk, dan pemasaran digital meningkat dari 48-54% menjadi 80-88%. Diversifikasi produk berkembang dari satu menjadi lima varian, sedangkan penjualan meningkat dari 100 menjadi 132 unit per bulan atau naik 32%. Keberlanjutan program ditindaklanjuti melalui kelompok usaha bersama, jejaring pemasaran, pencatatan usaha, dan pemantauan tahunan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas susu kambing dan penguatan ekonomi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna di sektor peternakan rakyat. Empowerment of Etawa Goat Farmers at Wijaya Makmur Farm and Development of Diversified Goat Milk Products in Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap.” Abstract This community service program aimed to improve the capacity of Etawa goat farmers at Wijaya Makmur Farm, Alangamba Village, Binangun Subdistrict, Cilacap Regency, through goat milk product diversification, business management strengthening, and digital marketing implementation. The main problems identified included limited technical skills in milk processing, low added value of fresh milk, suboptimal product branding, and marketing practices that still depended on local networks. The program was conducted using a participatory approach through socialization, practice-based training, production assistance, business management strengthening, and digital marketing training. Evaluation was carried out through observation, interviews, questionnaires, pretest-posttest comparison, records of product variants, and sales data. The results showed an increase in participants understanding from a pretest score of 50 to a posttest score of 85, indicating a 35 poin improvement. Score in entrepreneurship, business management, product branding and digital marketing increased from 48-54% to 80-88%. Product diversification increased from one to five variants, while monthly sales rose from 100 to 132 units, or by 32%. Program sustainability is supported through a joint business group, marketing networks, business records, and annual monitoring. Overall, this program contributes to increasing the addes value of Etawa goat milk and strengthening local potential based economic self-reliance.