Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN BORDERLINE DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KECEMASAN REMAJA Surinto, Erfin; Saifudin , Moh; Rokhman, Abdul
Jurnal Keperawatan Malang Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v10i2.398

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable age group prone to psychological disorders, one of which is anxiety. Borderline Personality Disorder (BPD) is characterized by emotional instability and interpersonal difficulties that can trigger anxiety. On the other hand, peer support is considered to play an important role in maintaining adolescents’ emotional balance Purpose: This study aimed to determine the relationship between Borderline Personality Disorder (BPD) and peer support with anxiety levels among adolescents at one of senior high school at Lamongan. Methods: This research used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 116 twelfth-grade students which was selected through simple random sampling. Instruments used were the BSL-23 questionnaire to measure BPD, a peer support questionnaire, and the HARS scale to measure anxiety. Data were analyzed using Spearman Rank correlation test with SPSS version 22. Result: The results showed that most respondents were in the moderate category of Borderline Personality Disorder (52.6%) and peer support (50.9%), while anxiety was mostly in the severe category (44.0%). There was a significant correlation between Borderline Personality Disorder and anxiety (r = 0.759, p = 0.000). However, no significant correlation was found between peer support and anxiety (r = 0.081, p = 0.390). Implication: The findings indicate that Borderline Personality Disorder is significantly associated with anxiety among adolescents, highlighting the need for psychological interventions to prevent anxiety. Although peer support was not statistically significant, it remains an important factor in maintaining adolescents’ emotional balance. Keywords: Adolescents; Anxiety; Borderline personality disorder; Peer support
Model Tasharruf Zakat Untuk Optimalisasi Akses Kesehatan Lansia Berbasis Collaborative Community Engagement Wibowo, Teguh Hadi; Turlina , Lilin; Aris, Arifal; Majid, Abdul; Mulyono, Khubby; Praja, Tatag Satria; Mas'adah, Ninik; Saifudin , Moh; Rokhman, Abdul; Yaumi, Sri
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v1i2.68

Abstract

Meskipun isu akses kesehatan lansia di wilayah perdesaan telah banyak dibahas dalam penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat, kajian yang secara khusus mengintegrasikan tasharruf zakat sebagai model intervensi kesehatan lansia berbasis Collaborative Community Engagement (CCE) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model tasharruf zakat dalam mengoptimalkan akses kesehatan lansia di Desa Solokuro, Kabupaten Lamongan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 60 lansia sebagai partisipan utama, dipilih melalui purposive sampling, serta didukung oleh kader PKK, perangkat desa, dan lembaga pengelola zakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara singkat, dokumentasi kegiatan, dan hasil pemeriksaan kesehatan dasar, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model tasharruf zakat melalui bakti sosial kesehatan mampu meningkatkan akses lansia terhadap layanan kesehatan dasar, kesadaran terhadap kondisi kesehatan, serta memperkuat peran komunitas dalam pendampingan lansia. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan konsep Collaborative Community Engagement dan Islamic Social Finance, serta memperluas pemahaman mengenai zakat sebagai instrumen perlindungan sosial di sektor kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model serupa secara berkelanjutan dan membuka peluang kajian lanjutan terkait dampak jangka panjang serta integrasi zakat dengan sistem pembiayaan kesehatan lainnya.