Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Stunting-Free dan Keluarga Sehat yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Palopo pada Posko 3-3 di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Desa Lampenai memiliki potensi sumber daya yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan dalam kesehatan masyarakat, seperti rendahnya pengetahuan ibu hamil dan ibu balita mengenai gizi seimbang, pemanfaatan posyandu yang belum optimal, kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja putri, serta minimnya pemanfaatan pekarangan sebagai kebun gizi. Kegiatan KKN ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menitikberatkan pada pemanfaatan aset individu, sosial, fisik, dan budaya yang dimiliki desa.Serangkaian program dilaksanakan, antara lain pelatihan kader gizi, pembuatan video edukasi visual, penyusunan buku resep lokal bergizi, demo masak keluarga sehat, senam lansia mingguan, gotong royong kebersihan lingkungan, dan pembuatan taman TOGA. Implementasi kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, mengoptimalkan peran kader posyandu, mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kader, meningkatnya kesadaran keluarga terhadap gizi seimbang dan tumbuh kembang anak, serta terbentuknya wadah edukasi berkelanjutan melalui media visual dan kebun TOGA.Dengan demikian, program KKN ini memberikan dampak positif dalam upaya mewujudkan Desa Lampenai sebagai desa Stunting-Free dan berorientasi pada kesehatan keluarga. Selain itu, pendekatan ABCD terbukti efektif dalam melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif serta menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di wilayah lain.