Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN OBAT ANTIDIABETES DENGAN METODE MINIMUM MAXIMUM STOCK LEVEL DI KLINIK X BANDUNG (APRIL-JUNI 2025) Maharani, Devita Salsa; Lestari, Keri; Ramadhan, Iqbal Sujida; Zaerani, Rani
Farmaka Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v23i3.66725

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang optimal menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di klinik. Pengeloaan sediaan farmasi harus dapat memastikan ketersediaan obat yang memiliki mutu tinggi dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan obat (stockout) maupun kelebihan obat (stagnant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan obat antidiabetes menggunakan metode Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) di instalasi farmasi salah satu klinik di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui tahapan pengumpulan data dan wawancara dengan apoteker di klinik terkait rata-rata penggunaan obat per hari, lead time, dan periode pengadaan pada 3 bulan terakhir yaitu April-Juni 2025, selanjutnya dilakukan perhitungan serta analisis menggunakan metode MMSL. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis obat antidiabetes yang tersedia di Klinik X Bandung. Sampel ditentukan berdasarkan data penggunaan obat yang tercatat dalam sistem pengelolaan obat. Jenis obat yang dianalisis terbatas pada golongan antidiabetes, sedangkan insulin dan obat lain di luar kategori tersebut tidak termasuk dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat antidiabetes dengan kebutuhan persediaan item tertinggi adalah Metformin 500 mg dengan batas minimum sebanyak 4.158 tablet dan batas maksimum sebanyak 13.068 tablet, sedangkan jumlah persediaan terendah adalah Fonylin MR 60 mg dengan batas minimum 30 tablet dan batas maksimum 180 tablet. Penerapan metode MMSL dapat dijadikan estimasi mengenai kebutuhan persediaan obat yang lebih terukur sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengadaan dan pengendalian obat di instalasi farmasi klinik.
Minimum Maximum Stock Level (MMSL) Analysis for Pareto A Cardiovascular Medicines: Evidence from a Community Pharmacy in Bandung, Indonesia Ramadhan, Iqbal Sujida; Kautsar, Angga Prawira
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 15 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v15i1.659

Abstract

The availability of cardiovascular medications is a crucial component of pharmaceutical services in community pharmacies, as it directly affects the continuity of patient therapy. Various studies have discussed drug inventory control, but research evaluating the performance of high-value (Pareto A) cardiovascular drug inventory management using a stockout-episode-based approach in community pharmacies remains limited, particularly in the context of implementing the Minimum Maximum Stock Level (MMSL) method. This study aims to analyze the impact of implementing MMSL on the performance of pareto A cardiovascular drug inventory management in community pharmacy in Bandung, Indonesia. This study uses a quasi-experimental nonequivalent control-group design to compare stockout indicators before and after the implementation of MMSL. The research subjects were selected purposively. The analysis of stockout episodes was conducted using Poisson Regression. In contrast, the duration of stockouts and the value of stockout losses per episode were analyzed using the Mann-Whitney U test. The results showed that implementing MMSL led to a non-significant decrease in stockout episodes (from 1.50 to 1.33 per month; p = 0.782; IRR = 1.125). The duration of stockouts showed a non-significant increase (from 3.0 days to 4.0 days, p = 0.284, r = 0.21). However, the value of stockout losses per episode increased significantly (from IDR 314,223 to IDR 744,746, p = 0.048, r = 0.39). The conclusion of this study indicates that MMSL plays a role in preventing stockouts, but risk management for high-value items still requires additional strategies in pharmaceutical inventory management.