Istana Sisingamangaraja di Bakkara merupakan salah satu situs sejarah penting yang mewakili identitas budaya Batak Toba. Sebagai pusat kekuasaan Dinasti Sisingamangaraja, situs ini memegang peran bersejarah, religius, dan simbolik bagi masyarakat Batak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah situs Sisingamangaraja dan kedudukannya dalam sejarah Batak, mengkaji potensi kawasan istana sebagai dasar pengembangan wisata naratif berbasis sejarah, serta mengidentifikasi tantangan dan upaya pelestarian yang sedang dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif metode ini melibatkan pengamatan langsung terhadap situs bersejarah di Istana Sisingamangaraja, peneliti juga melakukan wawancara dengan petugas dan pemandu wisata yang merawat dan mengelola tempat tersebut, selain itu untuk mendapatkan informasi dengan kajian pustaka dari buku, artikel ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Istana Sisingamangaraja tidak hanya menjadi representasi material identitas Batak melalui arsitektur adat dan ornamen gorga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata naratif yang mampu memperkuat pemahaman budaya. Namun, pelestarian situs memperjuangkan tantangan terkait pendanaan, regenerasi pengetahuan tradisional, dan edukasi masyarakat. Upaya pemugaran, revitalisasi budaya, dan kolaborasi komunitas menjadi kunci untuk menjaga hilangnya situs ini sebagai warisan budaya.