Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Factors Affecting Tourist Visits To Merese Hill In Central Lombok Regency Faiqotul Mala; Hikmatul Hasanah
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol. 8 No. 2 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i2.283

Abstract

Tourism plays a vital role in regional economic development, particularly in priority destinations such as Mandalika in Central Lombok, yet limited research has examined the key determinants of tourist visits to specific sites within this area. This study aims to assess the effects of attractiveness, facilities, accessibility, and promotion on the number of tourist visits to the Merese Hill tourist destination, which is part of the Mandalika Special Economic Zone (KEK), Central Lombok. The research addresses a gap in understanding how these four factors interact to influence visitor behavior in newly developed tourism areas. The study adopts a quantitative approach using a multiple linear regression model. Primary data were collected through accidental sampling by distributing questionnaires to 100 tourists who visited Merese Hill in June 2025. The findings revealed that the four independent variables significantly affect the level of tourist arrivals, both simultaneously and partially. Among them, attractiveness emerged as the most influential factor, followed by promotion, facilities, and accessibility. These findings underscore the importance of managing destination attractiveness and optimizing digital promotion strategies to strengthen Mandalika’s competitiveness in the national and international tourism markets.
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia  Pengelola Desa Wisata Tumpak Melalui Program EDUKARSA: Pelatihan Hospitaliti dan Digital di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Anak Agung Ngurah Sedana Putra; Gugung Gumilar; Rumba Rumba; Ida Ayu Yadnya Sari Dewi Utami Pidana; Hastuti Nurhayati; Abdul Hanan; Manda Rahmat; Hikmatul Hasanah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/gkn0ev46

Abstract

Desa Wisata Tumpak di Lombok Tengah memiliki potensi alam dan pangan lokal yang besar, namun pengelolaan profesional dan pemasaran digitalnya masih terbatas. Untuk mengatasi hal ini, tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mencakup komunikasi berbahasa asing, pengolahan makanan dan minuman lokal, serta pemanfaatan media digital untuk promosi desa. Metode pelaksanaan meliputi observasi, penyusunan materi, pelatihan praktis dua hari, evaluasi, dan pemantauan hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam membuat produk lokal dan mempromosikan desa secara digital, mendorong kemandirian promosi, menarik wisatawan, dan memperkuat daya saing desa berbasis potensi lokal
MASYARAKAT DESA BINAAN YANG BERDAYA: PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UNTUK DESA WISATA TUMPAK LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Hastuti Nurhayati; Anak Agung Ngurah Sedana Putra; Rumba Rumba; Abdul Hanan; Ida Ayu Yadnya Sari Dewi Utami; Gugung Gumilar; Manda Rahmat; Hikmatul Hasanah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh tim Politeknik Pariwisata Lombok bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Wisata Tumpak, Lombok Tengah, mengatasi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah potensi pangan lokal. Kegiatan ini diawali dengan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok untuk menggali tantangan yang dihadapi masyarakat. Pada tanggal 28-29 Juni 2025, program pelatihan dilaksanakan di balai desa, diikuti oleh tujuh peserta dari pengelola desa wisata, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pengusaha kuliner. Melalui pelatihan ini, diharapkan perekonomian masyarakat dan sajian kuliner di Desa Wisata Tumpak dapat meningkat. Selain itu, program ini diharapkan memfasilitasi pengembangan kapasitas masyarakat dalam mempromosikan pariwisata lokal melalui kuliner, dengan dampak yang berlanjut di masa mendatang. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik, dan para peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap kegiatan tersebut, yang memberikan manfaat sesuai harapan mereka. Banyak peserta berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa depan.