Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Influence of Food Quality And Dinescape on Customer Satisfaction in Restaurants in Garut District West Java Province Gugung Gumilar; Siska Mandalia
JURNAL PENDIDIKAN DAN KELUARGA Vol 15 No 01 (2023): Jurnal Pendidikan dan Keluarga
Publisher : Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpk/vol15-iss01/1210

Abstract

The background of the study was coming from the restaurant customer complaints in Garut to the food quality amounting to 21.58% and to the restaurant dinescapes amounting to 20.86%, each of which caused a decrease in the number of customers. This complaint data was found since the researcher has participated in the organization of AKAR (Association of Café and Restaurant) for Garut area. The decrease of customers’ visit showed that the quality and the dinescape of the restaurants in Garut are not satisfying. This research is aimed at identifying the food quality, analyzing the restaurant dinescape, and knowing to what extent the influence of food quality toward the restaurants dinescapes in Garut. The research method in this study was the survey explanatory whose characteristic is descriptive and verificative. Data were gathered through questionnaire distributed to respondents; they are the restaurant customers in Garut. The number of questionnaires spread out were 381 respondents and responded by Cargo, D’Anclom and Lify Eatery restaurants di Garut. The data was analysed using Path Analysis which is assisted by SPSS 21.0 system. The result of analysis shows that the food quality and dinescape of Cargo, D’Anclom, and Lify Eatery restaurants are not good. In addition, the data analysis also indicates that the food quality and dinescape of the restaurant influence significantly the customers’ satisfaction in Garut with the total of influence amounting to 85.3%. Based on the result of study, it could be identified that the food quality and dinescape must be of great importance to be paid much attention by the owners because the food quality and dinescape which are served well are potential to the restaurant managements to be able to keep the customers as one of high profitable sources for restaurants.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DESA WISATA RINTISAN ‘GIONG SIU’ KELURAHAN BABAKAN KOTA MATARAM Gugung Gumilar; Abdul Hanaan; Muhammad Satrio; Sri Wahyuni; Muh. Ilham H; Abdul Hadi; Sopiah Ariani
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3: September-Desember 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i3.3010

Abstract

Kawasan wisata ‘Giong Siu’ Kelurahan Babakan, Kota Mataram memiliki potensi wisata alam terutama sebagai ground camping hutan kota untuk dapat dikembangkan menjadi pusat wisata baru bagi warga kota Mataram dan sekitarnya. Hutan Kota ‘Giong Siu’ menjadi destinasi wisata baru di Kota Mataram menjadi alternatif untuk warga kota dan sekitarnya yang secara potensial dapat memberi nuansa baru di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Keberadaan ‘Giong Siu’ (seribu ayunan secara arti harfiah) memerlukan ‘uluran tangan’ pemerintah dan para stakeholder untuk dikembangkan lebih lanjut karena keberadaannya baru terendus oleh masyarakat sekitar sebagai sebuah potensi wisata camping ground di tengah kota. Politeknik Pariwisata Lombok melalui unit P3M memberikan mandat kepada tim PKM Mataram untuk memberikan andilnya sebagai akademisi untuk mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian pada masyarakat, dan yang menjadi lokus tim adalah desa wisata rintisan ‘Giong Siu’ Babakan, Kota Mataram. Proses pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah observasi, wawancara Focus Group Discussion (FGD) dan workshop atau praktek lapangan. Pada pelaksnaannya, para peserta mengikuti FGD di hari pertama Bersama dengan para stakeholder untuk memebrikan masukan dan atensi kepada keberadaan desa wisata ‘Giong Siu’ Babakan dan dilanjutkan dengan pelatihan di lapangan pada hari berikutnya. Peserta adalah POKDARWIS ‘Bahana Lestari’ yang berjumlah 14 orang untuk diberikan pembekalan dalam pengelolaan desa wisata serta pelayanan prima kepada pengunjung
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia  Pengelola Desa Wisata Tumpak Melalui Program EDUKARSA: Pelatihan Hospitaliti dan Digital di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Anak Agung Ngurah Sedana Putra; Gugung Gumilar; Rumba Rumba; Ida Ayu Yadnya Sari Dewi Utami Pidana; Hastuti Nurhayati; Abdul Hanan; Manda Rahmat; Hikmatul Hasanah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/gkn0ev46

Abstract

Desa Wisata Tumpak di Lombok Tengah memiliki potensi alam dan pangan lokal yang besar, namun pengelolaan profesional dan pemasaran digitalnya masih terbatas. Untuk mengatasi hal ini, tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mencakup komunikasi berbahasa asing, pengolahan makanan dan minuman lokal, serta pemanfaatan media digital untuk promosi desa. Metode pelaksanaan meliputi observasi, penyusunan materi, pelatihan praktis dua hari, evaluasi, dan pemantauan hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam membuat produk lokal dan mempromosikan desa secara digital, mendorong kemandirian promosi, menarik wisatawan, dan memperkuat daya saing desa berbasis potensi lokal
MASYARAKAT DESA BINAAN YANG BERDAYA: PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UNTUK DESA WISATA TUMPAK LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Hastuti Nurhayati; Anak Agung Ngurah Sedana Putra; Rumba Rumba; Abdul Hanan; Ida Ayu Yadnya Sari Dewi Utami; Gugung Gumilar; Manda Rahmat; Hikmatul Hasanah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh tim Politeknik Pariwisata Lombok bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Wisata Tumpak, Lombok Tengah, mengatasi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah potensi pangan lokal. Kegiatan ini diawali dengan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan diskusi kelompok untuk menggali tantangan yang dihadapi masyarakat. Pada tanggal 28-29 Juni 2025, program pelatihan dilaksanakan di balai desa, diikuti oleh tujuh peserta dari pengelola desa wisata, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pengusaha kuliner. Melalui pelatihan ini, diharapkan perekonomian masyarakat dan sajian kuliner di Desa Wisata Tumpak dapat meningkat. Selain itu, program ini diharapkan memfasilitasi pengembangan kapasitas masyarakat dalam mempromosikan pariwisata lokal melalui kuliner, dengan dampak yang berlanjut di masa mendatang. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik, dan para peserta menyatakan kepuasan tinggi terhadap kegiatan tersebut, yang memberikan manfaat sesuai harapan mereka. Banyak peserta berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa depan.
Manajemen Sinergitas Stakeholder Dalam Membangun Desa Wisata Giong Siu Babakan Kota Mataram Abdul Hanan; Isdar Wahim; Jumraidin; Gugung Gumilar
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1553

Abstract

Desa Wisata Giong Siu, yang terletak di Kota Mataram, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan budaya, namun menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan sinergi antar pemangku kepentingan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola desa, memperkuat kolaborasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pihak terkait, serta memperbaiki kualitas fasilitas dan layanan wisata. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis, penguatan struktur organisasi, promosi digital, dan evaluasi fasilitas wisata. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan kompetensi pengelola, peningkatan fasilitas, dan terciptanya sinergi yang lebih baik antar pemangku kepentingan. Selain itu, promosi desa melalui kerjasama dengan RSUP NTB berhasil memperluas jangkauan pasar. Sebagai simpulan, program PKM ini berhasil memperkuat Desa Wisata Giong Siu sebagai destinasi wisata berdaya saing, namun keberlanjutan pengembangan memerlukan evaluasi rutin dan kolaborasi yang lebih luas.