Produksi bawang merah dihadapkan pada kendala serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pemberian bakteri endofit diduga dapat menginduksi ketahanan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan ketahanan dan produktivitas tanaman bawang merah melalui aplikasi bakteri endofit asal Platycerium elephantotis yang berpotensi sebagai Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Penelitian ini dilakukan di Desa Dadaprejo, Kota Batu, dengan menggunakan varietas bawang merah Tajuk, yang ditanam menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan isolat bakteri endofit dari P. elephantotis (PE 5, PE 7, PE 24, PE 25, PE 30, dan PE 49) serta satu kontrol. Pengamatan serangan OPT dilakukan setiap minggu, sementara analisis aktivitas enzim pertahanan tanaman dilakukan pada umur 55 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri Bacillus cereus PE 5 mampu menurunkan kejadian penyakit moler (Fusarium oxysporum f.sp. cepae) secara signifikan pada tanaman bawang merah dibandingkan dengan kontrol, sehingga membuktikan kemampuannya dalam meningkatkan ketahanan tanaman. Isolat PE 5, PE 30, dan A. nosocomonalis PE 49 juga meningkatkan aktivitas enzim peroksidase yang berperan dalam penguatan dinding sel dan sintesis senyawa antimikroba, sehingga memperkuat respons pertahanan tanaman. Meskipun demikian, aplikasi isolat bakteri tidak berpengaruh nyata terhadap produksi fenol, yang diduga dipengaruhi oleh serangan hama S. exigua yang merata pada seluruh tanaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa aplikasi PGPB, terutama isolat Bacillus cereus PE 5, berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman bawang merah.