Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA: LITERATUR REVIEW Taofiq Hidayat; Miftahul Falah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/mwnwx997

Abstract

Nyeri sendi merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling prevalen pada lansia, yang disebabkan oleh proses degeneratif seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, dan gout arthritis. Terapi farmakologis sering kali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga intervensi nonfarmakologis seperti kompres jahe memerlukan kajian efektivitas secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kompres jahe dalam mereduksi intensitas nyeri sendi pada lansia melalui pendekatan systematic review yang berbasis pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2025 menggunakan kata kunci “kompres jahe”, “nyeri sendi”, dan “lansia”. Sebanyak 1.268 artikel teridentifikasi pada tahap awal. Setelah proses penyaringan berdasarkan judul, 1.184 artikel dieliminasi karena tidak relevan. Sebanyak 42 artikel memasuki tahap eligibility, namun 37 artikel tereksklusi karena tidak dapat diakses atau tidak memenuhi kriteria kelengkapan. Lima artikel yang memenuhi seluruh kriteria inklusi kemudian dianalisis menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua artikel melaporkan penurunan intensitas nyeri sendi secara signifikan (p < 0,05) setelah pemberian kompres jahe, baik dalam bentuk parutan, rebusan, maupun kompres hangat jahe. Efektivitas tersebut terkait dengan kandungan gingerol dan shogaol yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik. Berdasarkan temuan ini, kompres jahe terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia dan dapat direkomendasikan sebagai komponen praktik keperawatan mandiri.
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE BERDASARKAN MANUAL MUSCLE TESTING (MMT) Eki Nurhakiki; Taofiq Hidayat; Ida Rosidawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/yw8v5h54

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama di dunia dan sering menimbulkan kelemahan otot yang berdampak pada penurunan kemampuan fungsional pasien. Di Indonesia, tingginya angka kejadian stroke menunjukkan perlunya intervensi rehabilitatif yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan tindakan keperawatan yang banyak digunakan untuk mempertahankan mobilitas sendi dan memperbaiki fungsi neuromuskular, sedangkan Manual Muscle Testing (MMT) merupakan alat ukur standar untuk menilai kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke berdasarkan penilaian MMT. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel lima tahun terakhir melalui database Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “stroke”, “Range of Motion (ROM) ”, “muscle strength”, dan “Manual Muscle Testing”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi melalui analisis isi dan ekstraksi data. Hasil kajian menunjukkan bahwa latihan ROM, baik aktif maupun pasif, secara konsisten meningkatkan skor MMT 1–2 tingkat dan memperbaiki kemampuan motorik pasien. Peningkatan ini terjadi melalui mekanisme stimulasi neuromuskular, peningkatan aliran darah, dan pemeliharaan elastisitas jaringan. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa latihan ROM efektif meningkatkan kekuatan otot berdasarkan pengukuran MMT dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan dasar dalam rehabilitasi pasien stroke. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen yang lebih kuat diperlukan untuk memperkuat bukti yang ada.
LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE BERDASARKAN MANUAL MUSCLE TESTING (MMT) Eki Nurhakiki; Taofiq Hidayat; Ida Rosidawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p4dk5a85

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama di dunia dan sering menimbulkan kelemahan otot yang berdampak pada penurunan kemampuan fungsional pasien. Di Indonesia, tingginya angka kejadian stroke menunjukkan perlunya intervensi rehabilitatif yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan tindakan keperawatan yang banyak digunakan untuk mempertahankan mobilitas sendi dan memperbaiki fungsi neuromuskular, sedangkan Manual Muscle Testing (MMT) merupakan alat ukur standar untuk menilai kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke berdasarkan penilaian MMT. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel lima tahun terakhir melalui database Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “stroke”, “Range of Motion (ROM) ”, “muscle strength”, dan “Manual Muscle Testing”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi melalui analisis isi dan ekstraksi data. Hasil kajian menunjukkan bahwa latihan ROM, baik aktif maupun pasif, secara konsisten meningkatkan skor MMT 1–2 tingkat dan memperbaiki kemampuan motorik pasien. Peningkatan ini terjadi melalui mekanisme stimulasi neuromuskular, peningkatan aliran darah, dan pemeliharaan elastisitas jaringan. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa latihan ROM efektif meningkatkan kekuatan otot berdasarkan pengukuran MMT dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan dasar dalam rehabilitasi pasien stroke. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen yang lebih kuat diperlukan untuk memperkuat bukti yang ada.