Muhammad Tis Asuh Shobirin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ruang Lingkup Studi Islam Interdisipliner: Pendekatan Sejarah dan Relevansinya di Era Milenial Achmad Taufiq; Abdus Salam; Mukhlasin; Muhammad Tis Asuh Shobirin; Muhammad Hori
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3zbhws67

Abstract

Interdisciplinary Islamic studies is a scientific approach that has developed in response to the complexity of Islamic realities amidst modern social, cultural, and technological dynamics. Islam is understood not only as normative teachings derived from the Qur'an and Hadith, but also as a historical and social phenomenon that continues to evolve. This article aims to examine the scope of interdisciplinary Islamic studies, emphasizing the scientific approach, historical development, and its relevance in the millennial era. This research employs a qualitative approach with library research, through a review of various classical and contemporary literature relevant to Islamic studies and interdisciplinary approaches. The results demonstrate that an interdisciplinary approach, particularly one based on history, can provide a more contextual, critical, and comprehensive understanding of Islam by integrating Islamic sciences and the social and humanities. This historical approach helps uncover the dynamics of Islamic thought and practice, which are rich, dialogical, and adaptive to changing times. In the context of the millennial era, interdisciplinary Islamic studies have strategic relevance in interpreting contemporary Islamic phenomena such as digital da'wah, shifts in religious authority, and changes in the religiosity of the younger generation. Thus, interdisciplinary Islamic studies are expected to strengthen moderate, inclusive, and humanist attitudes, while ensuring Islam remains relevant and solution-oriented in facing the challenges of modern life without losing the fundamental values ​​of its teachings.  Abstrak Studi Islam interdisipliner merupakan pendekatan keilmuan yang berkembang sebagai respons atas kompleksitas realitas keislaman di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi modern. Islam tidak hanya dipahami sebagai ajaran normatif yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga sebagai fenomena historis dan sosial yang terus mengalami perkembangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ruang lingkup studi Islam interdisipliner dengan menitikberatkan pada pendekatan keilmuan, perkembangan historis, serta relevansinya di era milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui penelaahan terhadap berbagai literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan kajian studi Islam dan pendekatan interdisipliner. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner, khususnya berbasis sejarah, mampu menghadirkan pemahaman Islam yang lebih kontekstual, kritis, dan komprehensif dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu sosial-humaniora. Pendekatan sejarah membantu menyingkap dinamika pemikiran dan praktik keislaman yang kaya, dialogis, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks era milenial, studi Islam interdisipliner memiliki relevansi strategis dalam membaca fenomena keislaman kontemporer seperti dakwah digital, pergeseran otoritas keagamaan, dan perubahan pola keberagamaan generasi muda. Dengan demikian, studi Islam interdisipliner diharapkan mampu memperkuat sikap moderat, inklusif, dan humanis, serta menjadikan Islam tetap relevan dan solutif dalam menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental ajarannya
Perilaku Dalam Pendidikan Islam Abdus Salam; Achmad Taufiq; Mukhlasin; Muhammad Tis Asuh Shobirin; Titin Nurhidayati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zerbdc08

Abstract

Behavior in Islamic education is a fundamental aspect that lies at the core of the entire educational process. Islamic education is not solely oriented toward the transfer of religious knowledge, but rather emphasizes the formation of noble behavior and morals as a manifestation of faith and knowledge internalized within students. Behavior is understood as a primary indicator of the success of Islamic education, as it is through behavior that the values ​​of Islamic teachings are concretely realized in daily life. This study aims to analyze the concept of behavior in Islamic education and its urgency in developing individuals with faith, knowledge, and noble character. Islamic education views behavior as the result of an integration of cognitive, affective, and psychomotor aspects developed through learning processes, role models, habituation, and a valuable educational environment. Therefore, behavior is positioned not only as the end result of education but also as an integral part of the educational process itself. The study's findings indicate that effective Islamic education is one that is able to transform Islamic values ​​from the realm of texts into real-life contexts. Conscious, consistent, and responsible development of Islamic behavior contributes directly to the formation of individuals with integrity and to the realization of a just, harmonious, and civilized social order. Thus, placing behavior at the heart of Islamic education reaffirms the essence of Islamic education as a process of developing complete human beings (insān kāmil) who are not only intellectually intelligent but also morally just, and oriented toward the welfare of humanity and the sustainability of civilization.  Abstrak Perilaku dalam pendidikan Islam merupakan aspek fundamental yang menjadi inti dari seluruh proses pendidikan. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan keagamaan, tetapi lebih menekankan pada pembentukan perilaku dan akhlak mulia sebagai manifestasi dari iman dan ilmu yang terinternalisasi dalam diri peserta didik. Perilaku dipahami sebagai indikator utama keberhasilan pendidikan Islam, karena melalui perilakulah nilai-nilai ajaran Islam terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep perilaku dalam pendidikan Islam serta urgensinya dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Pendidikan Islam memandang perilaku sebagai hasil integrasi antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dibangun melalui proses pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan pendidikan yang bernilai. Oleh karena itu, perilaku tidak hanya diposisikan sebagai hasil akhir pendidikan, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses pendidikan itu sendiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang efektif adalah pendidikan yang mampu mentransformasikan nilai-nilai Islam dari ranah teks ke dalam konteks kehidupan nyata. Pembinaan perilaku islami secara sadar, konsisten, dan bertanggung jawab berkontribusi langsung pada pembentukan individu yang berintegritas serta pada terwujudnya tatanan sosial yang adil, harmonis, dan beradab. Dengan demikian, menempatkan perilaku sebagai jantung pendidikan Islam menegaskan kembali hakikat pendidikan Islam sebagai proses pembentukan manusia paripurna (insān kāmil) yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermoral, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia serta keberlanjutan peradaban