Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Seni Grafis Menggunakan Teknik Cukil Guna Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa di Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1521

Abstract

Pendidikan seni rupa dan desain juga merupakan bagian dari ilmu yang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia. Pada hakikatnya pembelajaran seni rupa lebih ditekankan pada pembentukan skill yaitu dapat menghasilkan sebuah produk atau karya seni. Maka dari itu penulis beserta tim pengabdian mencoba untuk memberikan pelatihan seni grafis dengan menggunakan teknik cukil kepada mahasiswa di Kota Palembang. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya perwujudan untuk meningkatkan keterampilan bagi mahasiswa agar dapat menjadi generasi yang memiliki ilmu dan keterampilan serta memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Pelatihan seni grafis menggunakan teknik cukil melibatkan sebuah sanggar seni bernama Bekucak Artwork Painting Palembang sebagai mitra yang sudah banyak membantu untuk menyediakan bahan dan alat untuk keperluan praktek pada pelatihan, serta turut mengidentifikasi calon peserta yang akan ikut dalam pelatihan tersebut. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini adalah Sosialisasi, demonstrasi, praktikum, bimbingan dan metode evaluasi. Adapun hasil dari pelatihan ini memberikan pengetahuan serta pengalaman terhadap semua peserta, diantaranya adalah pengetahuan terkait bahan dan alat yang digunakan dan penerapan teknik dengan mempraktekannya secara langsung. Mulai dari pembuatan sketsa, memindahkan sketsa pada media cetakan hardboard, proses pencukilan pada media hardboard, dan yang terkahir yaitu proses mencetak pada media kertas dengan menentukan jumlah atau banyaknya edisi yang akan dicetak. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa di Palembang selama pelatihan seni grafis, tentunya menjadi modal berharga untuk membuka usaha mandiri di bidang industri kreatif. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Improve Student Skills in Palembang  Fine arts and design education is also a part of science that has enormous benefits for human survival. In essence, fine arts learning places more emphasis on skill formation, namely being able to produce a product or work of art. Therefore, the author and the service team are trying to provide graphic arts training using the gouge technique to students in the city of Palembang. The aim of this training activity is one of the efforts to improve students' skills so that they can become a generation that has knowledge and skills and has a role in improving the welfare of society. Graphic arts training using the gouge technique involves an art studio called Bekucak Artwork Painting Palembang as a partner who has helped a lot in providing materials and tools for practical purposes in the training, as well as identifying potential participants who will take part in the training. The methods used in this training activity are socialization, demonstration, practicum, guidance and evaluation methods. The results of this training provide knowledge and experience for all participants, including knowledge regarding the materials and tools used and the application of techniques by practicing them directly. Starting from making a sketch, transferring the sketch to hardboard printing media, the cutting process on hardboard media, and finally the process of printing on paper media by determining the number or number of editions to be printed. The knowledge and experience gained by students in Palembang during graphic arts training is of course valuable capital to open an independent business in the creative industry.
Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Kegiatan Pelatihan Menggambar Pada Murid di Sekolah Alam Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1962

Abstract

Pelatihan Menggambar yang diadakan oleh tim PkM dari Universitas Indo Global Mandiri melibatkan murid-murid di Sekolah Dasar Sekolah Alam Palembang sebagai mitra. Adapun jumlah mitra yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 75 murid. Pelatihan ini berangkat dari permasalahan dasar, yaitu pada Jenjang awal pendidikan di Sekolah Dasar, orangtua dan guru hendaknya tidak hanya berfokus mengajarkan anak mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi juga pengembangan kecerdasan interpersonal mereka juga harus diasah dan diperhatikan. Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan seseorang dalam memahami perasaan orang lain, memotivasi dan mudah memiliki hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Permasalahan lainnya, pada konteks pendidikan, di Sekolah-sekolah tidak jarang ditemui yang mengajarkan tentang bidang seni merupakan guru yang bukan bidangnya atau tidak memiliki kompetensi dibidang seni, terutama seni rupa. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah, mengasah keterampilan, kreatifitas serta yang lebih terpenting adalah mengasah kecerdasan interpersonal mereka. Kegiatan PkM yang dilaksanakan ini menggunakan metode Survei, wawancara, sosialisasi, dan Pelatihan. Adapun hasil kegiatan menggambar untuk murid Sekolah Dasar diantaranya adalah menghasilkan karya gambar yang memiliki nilai estetik, serta sesuai dengan unsur-unsur dan kaedah pada bidang seni rupa. Peserta juga dapat pengetahuan terkait dengan bahan, alat dan teknik yang digunakan untuk menggmbar, serta yang paling terpenting adalah dapat mengasah kecerdasan interpersonal untuk peka terhadap lingkungan sekitar baik dalam bersosialisi, maupun dalam merespon benda ataupun objek disekitar untuk diadikan ide dalam menciptakan atau menghasilkan sebuah karya seni. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Increase Student Skills in Palembang Abstract The Drawing Training held by the PkM team from Indo Global Mandiri University involved students at Sekolah Alam Palembang Elementary School as partners. The number of partners who took part in this training was 75 students. This training starts from the basic problem, namely that at the initial level of education in elementary school, parents and teachers should not only focus on teaching their children to read, write and count. However, the development of their interpersonal intelligence must also be honed and paid attention to. Interpersonal intelligence is a person's ability to understand other people's feelings, motivate and easily have social relationships with the surrounding environment. Another problem, in the educational context, is that in schools it is not uncommon to find teachers who teach about the arts, who are not in the field or do not have competence in the arts, especially fine arts. This training aims to increase, hone their skills, creativity and, more importantly, hone their interpersonal intelligence. The PkM activities carried out use survey, interview, outreach and training methods. The results of drawing activities for elementary school students include producing drawings that have aesthetic value, and are in accordance with the elements and rules in the field of fine arts. Participants also gain knowledge related to materials, tools and techniques used for drawing, and the most important thing is to be able to hone their interpersonal intelligence to be sensitive to the surrounding environment both in socializing, and in responding to things or objects around them to use as ideas in creating or producing a work art.
Penguatan Kelembagaan Pada Organisasi Pengelola Zakat Melalui Good Amil Governance (GAG) Fatmawati, Fatmawati; Iswandi, Heri; Fauziah, Fauziah; Herviani, Septy
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 8, No 2 (2023): J-Alif, Volume 8, Nomor 2, November 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v8i2.4849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Penguatan Kelembagaan pada Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) melalui Good Governance. Masalah yang masih terkait dengan pengelolaan zakat, salah satunya yaitu masalah yang bersumber dari dalam Lembaga Pengelola Zakat Itu sendiri antara lain menjamurnya jumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ), rendahnya sinergi antara stakeholder, rendahnya kredibilitas masyarakat terhadap OPZ, tidak optimalnya pendayagunaan zakat serta SDM zakat yang masih kurang profesional. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah model yang dapat mengatasi masalah tersebut. Tata kelola yang baik atau good governance mutlak dibutuhkan dalam Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Penelitian ini merupakan penelitian library research dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penguatan kelembagaan dalam OPZ melalui penerapan good amil governance meliputi, pertama sebagai lembaga keuangan publik, maka harus menerapkan prinsip transparency, accountability, responsibility, independency dan fairness. Kedua, sebagai Lembaga Filantropi Islam mutlak menerapkan shariah compliance. Ketiga, sebagai lembaga pelayanan masyarakat harus mengedepankan service quality.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PENGENALAN TOKOH PERJUANGAN KEMERDEKAAN SUMATERA SELATAN TERHADAP MASYARAKAT KOTA PALEMBANG Darmawan, Adel Ari; Yulius, Yosef; Iswandi, Heri
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 5 No 01 (2024): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

South Sumatra is one of the provinces in Indonesia which has various stories behind its independence, one of which is the services of the South Sumatran freedom fighters. There were several freedom fighters from South Sumatra, such as Sultan Mahmud Badaruddin II, A.K Gani, A.M Thalib, Captain A. Rivai, Col. H Barlian, Harun Sohar, Hasan Kasim, Bambang Utoyo, Abdul Rozak and Dr. Mass. of the many figures of the South Sumatran Independence Fighters, there are very rarely fragments of stories that introduce these fighters. This is due to the very limited media that help introduce the South Sumatra independence fighters such as children's books that tell information about fighters and fragments of the stories of South Sumatran fighters. the community is no longer bound by offline media such as books and so on and the lack of interest from the public to get to know these South Sumatran independence fighters is due to the lack of interesting media for the public to see. Therefore, it is necessary to design visual communication to introduce South Sumatran independence fighters to the people of Palembang city so that it can become a medium for introducing the various stories and figures behind independence in South Sumatra, especially in the city of Palembang. So that the identity of the figures of the South Sumatran freedom fighters is not lost and forgotten and awakens a sense of pride and nationalism for the people of South Sumatra.
Kampanye Sosial Pemanfaatan Pakaian Lama Dengan Metode Upcycle Kepada Generasi Z Di Kota Palembang Pratama, Aditya; Iswandi, Heri; Dion, Keni
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i1.3782

Abstract

The impact of textile waste is a serious problem for health and the environment. Generation Z often chooses to throw away clothes rather than looking for ways to reuse them and not many are aware that these used items can be recycled into items that have benefits and economic value. Generation Z's lack of awareness of the dangers of textile waste and lack of education about upcycling methods are the main problems in this design. Therefore, it is necessary to design a campaign video that can widely reach Generation Z with the aim of making it easier to provide information about upcycling methods and providing awareness of the dangers of textile waste. The main aim of the design is to provide information about how important it is to use used clothing waste in the city of Palembang, to raise awareness and encourage that used clothing waste can be put to good use. Apart from being useful for protecting the environment, used clothing waste can also produce positive feedback from its use.Keywords : Textile waste, Upcycling, Clothing, Campaign Videos.
Desain Komunikasi Visual Untuk Kampanye Infused Water Sebagai Alternatif Minuman Kesehatan Bagi Masyarakat di Kota Palembang Anisya; Iswandi, Heri; Yulius, Yosef
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Besaung : Desember-Maret
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i1.4611

Abstract

Infused water sangatlah bermanfaat dalam mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat. Dengan mencampurkan berbagai buah-buahan, sayuran, atau rempah-rempah ke dalam air, infused water tidak hanya memberikan sensasi kesegaran tetapi juga menyediakan nutrisi penting. Banyak masyarakat suka mengkonsumsi minuman cepat saji seperti minuman bersoda, karena kemudahan dan ketersediaannya di berbagai tempat. Sebagai respons terhadap kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, perancang di sini mengambil langkah untuk mengkampanyekan infused water. Mulai dari menjelaskan pengertian infused water, yaitu praktik merendam buah dalam air untuk memberikan rasa dan aroma pada minuman. Selanjutnya, perancang juga menjelaskan manfaat dari infused water, seperti meningkatkan hidrasi tubuh, membersihkan racun, dan memberikan antioksidan. Tujuan dari kampanye ini adalah agar masyarakat memahami bahwa infused water bukan hanya menyegarkan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang infused water, diharapkan masyarakat akan lebih cenderung menjadikannya sebagai alternatif minuman sehat dalam kehidupan sehari-hari. Media-media komunikasi yang ada masih sangat kurang untuk menjelaskan, serta tampilan visual yang kurang menarik dari segi isi konten. Maka diperlukan sebuah media yang dapat menyampaikan isi pesan secara tepat agar target sasaran dapat tertarik dan mulai mengkonsumsi infused water dikehidupan sehari-hari. Dengan adanya perancangan komunikasi visual kampanye infused water sebagai alternatif minuman kesehatan bagi masyarakat di kota Palembang ini diharapkan masyarakat dapat menjadikannya sebagai alternatif minuman sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi Pentingnya Kemasan Kreatif Sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing Produk UMKM Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan Mubarat, Husni; Iswandi, Heri; Zihni, Alfinur; Amin, Yusuf
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1454

Abstract

Sosialisasi pentingnya kemasan kreatif produk untuk daya saing UMKM di Kabupaten Musi Banyuasin bertujuan mendorong inovasi desain kemasan yang relevan dengan tren pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen sehingga produknya dapat bersaing. Adapun metode yang digunakan adalah metode sosialisasi, diskusi interaktif, dan analisis produk kemasan. Fokus utama kegiatan ini adalah pada analisis elemen kemasan, seperti label merek, komposisi estetis elemen grafis (warna, garis, dan tipografi), serta informasi produk. Hasil capaian kegiatan PkM ini diantaranya perserta memahami bahwa kemasan tidak hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga alat komunikasi merk yang efektif. Selain itu peserta juga memahami elemen penting kemasan seperti warna, identitas produk, tipografi, dan pentingnya label yang informative dan legal. Dengan demikian, peserta dapat mendesain kembali kemasan produknya agar memiliki daya saing yang kuat.
Analisis Semiotika Roland Barthes pada Kain Songket Silungkang Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat Iswandi, Heri; Didiek Prasetya; Shalyna Nadya Amalia
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Besaung: April-July
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i2.5752

Abstract

Silungkang Songket is one of the crafts of the people of Sawahlunto City which is a superior product in the area. The specialty of Minangkabau songket cloth, especially in the Silungkang area, lies in its very diverse motifs, including the rangkiang motif, the pucuk rebung motif, the bungo canngkeh motif, and so on. Each of these motifs has its own name and meaning, and usually the motifs applied are inspired by plants, animals or objects in the surrounding nature. This study aims to read the elements of signs in Silungkang Songket cloth by choosing one decorative motif as a case study using Roland Barthes' semiotic concept, namely through the analysis of the sign system in the form of denotation, connotation, and myth. The research method used is a qualitative approach with a descriptive nature. The results of this study indicate that Silungkang Songket cloth is not just a physical object, but also a sign system that reflects social and cultural values. This study also reveals how the Minangkabau people give symbolic meaning to the cultural work. Roland Barthes' semiotic analysis of Silungkang songket cloth shows that every visual element in the cloth not only functions as an aesthetic decoration, but also as a cultural sign that contains layered meanings. And finally, when viewed from the mythological element, the rangkiang motif on the songket cloth serves to strengthen the Minang cultural narrative about harmony, welfare, and social order based on custom and religion.
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang Iswandi, Heri; Didiek Prasetya
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 1 (2024): Vol. 6 (2024) No. 1
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i1.199

Abstract

Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang. Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang. Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongsong merupakan kain khas Palembang yang asal mulanya dibawa oleh masyarakat Pulau Jawa ke Sumatera Selatan. Oleh karena itu masyarakat lebih mengenal kain songket dibanding kain tenun blongsong yang didatangkan dari pulau Jawa. Adapun penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara ke pengrajin yang berada di Kelurahan Tuan Kentang. Berdasarkan dari hasil wawancara, pembuatan kain tenun blongsong dapat dikatakan cukup rumit dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama. Satu helai kain dapat memakan waktu sekitar satu bulan dikarenakan proses awal hingga tahap penenunan masih menggunakan alat manual. Akan tetapi pengrajin masih tetap membuat kain walaupun sampai saat ini masih banyak masyarakat Palembang yang belum mengetahui dan mengenal kain tenun blongsong sebagai kain khas Kota Palembang. Selain itu jika dilihat dari corak pada motif kain tenun blongsong, pola dan bentuknya tidak terlalu tegas, sehingga secara keseluruan motifnya tidak semenarik yang ada pada kain tenun tajung yang justru harganya lebih murah atau lebih terjangkau oleh masyarakat. Melihat dari permasalahan tersebut, maka penulis berinisiatif untuk mengembangkan motif kain tenun blongsong dengan metode stilasi, agar motif yang dihasilkan menjadi lebih estetik. Sehingga ada kesesuaian antara lamanya pengerjaan dengan hasil kain dengan motif yang lebih menarik.
Analisis Interpretasi pada Kain Songket Silungkang melalui Pendekatan Hermeneutika Wilhelm Dilthey Iswandi, Heri; Husni Mubarat; Didiek Prasetya
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 (2024) No. 2
Publisher : fakultas Desain Koomunikasi visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v6i2.227

Abstract

Salah satu daerah penghasil kain songket di Sumatera Barat adalah Desa Silungkang. Silungkang terletak di tepi jalan raya Sumatera sekitar 95 km dari selatan-timur Kota Padang. Kain tenun songket yang dihasilkan di Desa Silungkang merupakan bagian dari jati diri masyarakat Minangkabau. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan ragam hias Minangkabau yang menjadi elemen estetik dan juga memiliki nilai filosofi berkaitan dengan sistem kekerabatan masyarakat Minangkabau. Kain tenun songket dipandang sebagai aset yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi, karena pada dasarnya kain tenun songket adalah simbol tentang keberadaan sebuah entitas yang membuat sesuatu menjadi ada dan dikenal. Oleh sebab itu, maka metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, karena objek kajian berupa kain songket Silungkang di Minangkabau, suatu hasil karya budaya hasil kreasi manusia yang berfungsi sebagai simbol identitas masyarakatnya. Adapun kain songket ini mengandung berbagai unsur nilai, norma, dan simbol yang sulit dijelaskan melalui angka, statistik, atau metode kuantitatif lainnya. Nilai, norma, dan simbol hanya dapat dijelaskan melalui fenomena alami, interaksi simbolis, serta budaya. Ragam motif kain tenun songket masyarakat adat Minangkabau khususnya di daerah Silungkang, selain memiliki fungsi sosial dan makna budaya melalui simbol-simbol institusi tradisional berisi tentang aturan hidup yang menyangkut dengan agama, intelektual, etika, dan estetika, sebagai wujud ikatan manusia untuk hidup yang lebih baik di dunia dan akhirat. Melalui pendekatan hermeneutika Wilhelm Dilthey, maka dapat membuka cakrawala bagi masyarakat atau pembaca tentang pemahaman motif atau ragam hias pada songket Silungkang dari arti dan maknanya.