Ahmad Syarif Hidayatullah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Komunikasi Interpersonal Askab PSSI Banyuwangi terhadap Managemen klub untuk meningkatkan prestasi sepakbola di Kabupaten Banyuwangi Suyono; Ahmad Syarif Hidayatullah
Interelasi Humaniora Vol. 1 No. 5 (2025): INTERELASI - Desember
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24716/w5ta3f15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal oleh AskabPSSI Banyuwangi terhadap managemen klub sepakbola dalam upaya meningkatkan prestasisepakbola di Kabupaten Banyuwangi. Komunikasi interpersonal dalam konteks ini dipahamisebagai proses pertukaran informasi dan makna antara pengurus Askab dan pihak klub secaralangsung, yang mencakup aspek keterbukaan, empati, kepercayaan, serta dialog dua arah yangkonstruktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengadopsiteori pertukaran sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen klub dan komunikasiinterpersonal Askab pada umumnya cukup efektif. Komunikasi tidak hanya berlangsung secaraformal, tetapi juga mencakup perpertukaran ide dan evaluasi bersama mengenai programpembinaan, pelatihan, serta pengembangan prestasi. Askab menunjukkan peran aktif dalammemberikan bimbingan teknis, pelatihan pelatih, serta akses terhadap kompetisi yangberdampak langsung pada peningkatan kualitas pemain dan pencapaian prestasi klub.Meskipun demikian, penelitian ini menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktupertemuan, penggunaan media komunikasi yang belum optimal, perbedaan presepsi, sertabelum adanya sistem koordinasi yang baku. Berdasarkan teori pertukaran sosial, efektivitaskomunikasi terbentuk ketika kedua belah pihak terlibat dalam hubungan yang salingmenguntungkan. Dalam hal ini, Askab memberikan dukungan dan arahan strategis, sementaraklub menunjukkan partisipasi aktif dan peningkatan prestasi sebagai bentuk kontribusi.Komunikasi interpersonal yang sehat menciptakan iklim kolaboratif, memperkuat rasamemiliki terhadap tujuan bersama, serta mendorong pembinaan sepakbola yang berkelanjutandi Banyuwangi.
Burhaana Rabbih and Self-Control: A Model of Sustainable Resistance to the Digital Moral Crisis Muhammad Sulaiman Nuh; Rahmat Hidayat; Ahmad Syarif Hidayatullah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.3152

Abstract

The development of digital technology has given rise to increasingly complex moral challenges, marked by increased impulsive behavior, weakened self-control, and the normalization of deviance through social media. This phenomenon demonstrates that conventional normative and psychological approaches have not been fully able to address the recurring and ongoing moral crisis. This article aims to examine the meaning of Burhāna Rabbih in Surah Yusuf verse 24 and integrate it with Baumeister's self-control theory to formulate a sustainable resistance model as a framework for moral resilience in the digital era. This research uses a qualitative approach with library and thematic interpretation (maudhu'i) methods, as well as an interdisciplinary analysis of Qur'anic studies and modern psychology. Data were obtained from the Qur'an, classical and contemporary commentaries, psychological literature from the past five years, and empirical reports related to digital moral phenomena. The results show that Burhāna Rabbih functions as a spiritual-psychological mechanism that strengthens moral standards, internal motivation, self-awareness, and volitional strength. The integration of this concept with Baumeister's self-control theory produces a sustainable resistance model that can explain moral resilience in a sustainable manner, not just situationally. This research contributes to the development of interdisciplinary thematic interpretations and offers an alternative approach to strengthening morals and self-control in the digital era.