Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal oleh AskabPSSI Banyuwangi terhadap managemen klub sepakbola dalam upaya meningkatkan prestasisepakbola di Kabupaten Banyuwangi. Komunikasi interpersonal dalam konteks ini dipahamisebagai proses pertukaran informasi dan makna antara pengurus Askab dan pihak klub secaralangsung, yang mencakup aspek keterbukaan, empati, kepercayaan, serta dialog dua arah yangkonstruktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengadopsiteori pertukaran sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen klub dan komunikasiinterpersonal Askab pada umumnya cukup efektif. Komunikasi tidak hanya berlangsung secaraformal, tetapi juga mencakup perpertukaran ide dan evaluasi bersama mengenai programpembinaan, pelatihan, serta pengembangan prestasi. Askab menunjukkan peran aktif dalammemberikan bimbingan teknis, pelatihan pelatih, serta akses terhadap kompetisi yangberdampak langsung pada peningkatan kualitas pemain dan pencapaian prestasi klub.Meskipun demikian, penelitian ini menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktupertemuan, penggunaan media komunikasi yang belum optimal, perbedaan presepsi, sertabelum adanya sistem koordinasi yang baku. Berdasarkan teori pertukaran sosial, efektivitaskomunikasi terbentuk ketika kedua belah pihak terlibat dalam hubungan yang salingmenguntungkan. Dalam hal ini, Askab memberikan dukungan dan arahan strategis, sementaraklub menunjukkan partisipasi aktif dan peningkatan prestasi sebagai bentuk kontribusi.Komunikasi interpersonal yang sehat menciptakan iklim kolaboratif, memperkuat rasamemiliki terhadap tujuan bersama, serta mendorong pembinaan sepakbola yang berkelanjutandi Banyuwangi.