Kasih, Febe Elnosa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontruksi Peribahasa dalam Bahasa Batak Toba Simarmata, Murni; Purba, Dian Berkati Rebeka; Simamora, Yustina Jindi Lusmiran; Kasih, Febe Elnosa; Saragih, Erikson
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 4 (2025): Kode: Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v14i4.71783

Abstract

Penelitian ini menjelaskan kontruksi peribahasa dalam bahasa Batak Toba. Peribahasa adalah cara untuk berkomunikasi yang terdiri dari kalimat yang disusun secara teratur dan ringkas, tetapi memiliki makna khusus. Peribahasa biasanya mengandung nasihat, perumpamaan, atau prinsip moral. Pelestarian tradisi lisan, atau umpama, dalam bahasa Batak Toba sebagai warisan budaya, sangat dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi mendalam tentang tema-tema utama yang terkandung; bagaimana peribahasa berfungsi dalam komunikasi, interaksi sosial dan bagaimana tujuan peribahasa digunakan dalam masyarakat Batak Toba. Data dikumpulkan dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola tema utama melalui penelitian pustaka menyeluruh dari berbagai buku yang berisi kumpulan umpama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema peribahasa Batak Toba terfokus pada hal-hal penting dalam kehidupan, seperti falsafah hidup (seperti perspektif tentang etos kerja dan rezeki), moral dan etika (seperti saran, larangan, dan budi pekerti), harapan dan berkat (seperti doa untuk kesejahteraan dan keturunan). Peribahasa juga berfungsi sebagai alat untuk mengungkapkan nilai-nilai budaya dan pikiran, dengan cara yang bermartabat dan simbolis (terutama dalam upacara adat. Itu tidak hanya digunakan untuk menghiasi tuturan, tetapi juga berfungsi sebagai tuntunan hidup (nasihat), dan pengendalian perilaku sosial. Hasil menunjukkan bahwa umpama sangat penting untuk mempertahankan kohesi sosial dan identitas kultural Batak Toba. Kata Kunci: Analisis Tematik, Batak Toba, Peribahasa, Umpama
Semiotics in the Martumpol Traditional Ceremony in the Toba Batak Kasih, Febe Elnosa; Sianturi, Ginto; Saragih, Anggun Yuni Sarah; Sitorus, Revi Angel Sonata; Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i2.1322

Abstract

This study aims to examine the forms of symbols, their semiotic meanings, and their functions within the martumpol tradition among the Toba Batak community. A qualitative method with a descriptive approach was employed, involving data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a semiotic perspective to understand the system of signs present in the martumpol procession. The results of the study indicate that the martumpol tradition encompasses various forms of symbols, such as verbal, nonverbal, material, ritual actions, and relational symbols. These symbols are interrelated and form a cohesive system of meaning within the cultural context. In semiotic analysis, the meaning of symbols in martumpol is divided into three levels: denotative, connotative, and ideological. At the denotative level, these symbols are interpreted literally, while at the connotative level, they reflect cultural values such as love, respect, and solidarity. At the ideological level, the symbols depict the norms, values, and social structures of the Batak Toba community, particularly within the dalihan na tolu kinship system. Furthermore, the symbols found in the martumpol tradition play a significant role in social life, including serving as a means to legitimize relationships, strengthen solidarity, build trust, and act as a medium for social control and cultural education. This tradition also demonstrates an adaptive nature in response to changing times without losing its fundamental meaning. Thus, martumpol functions not only as a traditional ritual but also as a tool for preserving the cultural values and identity of the Batak Toba community.