Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Konten Edukasi Kesehatan Digital untuk Siswa SMA Se-Kota Cimahi Yuswandi, Yuswandi; Musri, Musri; Gustryanti, Kiki; Ismafiaty, Ismafiaty; Melanie, Ritha; Ardianto, Mohammad Dwi; Roswendi, Achmad Setya; Supriadi, Dedi; Jatnika, Galih
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yker3008

Abstract

Edukasi kesehatan memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Inisiatif promosi kesehatan digital masih didominasi oleh konten yang diproduksi oleh tenaga kesehatan atau profesional. Padahal, pendekatan peer-to-peer education yang memberdayakan remaja sebagai pembuat pesan memiliki potensi yang lebih besar untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan dan relevan sebagai change agent. Pelatihan pembuatan konten edukasi kesehatan digital untuk siswa SMA se-Kota Cimahi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam membuat video edukasi kesehatan, khususnya tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk awam. Metode pelatihan meliputi ceramah, demonstrasi, redemonstrasi, publikasi video ke media sosial, serta evaluasi pre-test dan post-test dengan partisipan sebanyak 45 siswa perwakilan dari SMA dan SMK Kesehatan sekota di Cimahi.  Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, dengan persentase siswa yang memiliki kategori pengetahuan baik naik dari 48,9% menjadi 97,8%. Keterampilan pembuatan konten video juga meningkat, ditunjukkan oleh kemampuan peserta dalam membuat storyboard, hook, intro video serta narasi video. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi digital dan komunikasi siswa, tetapi juga memberdayakan mereka sebagai agen perubahan dalam edukasi kesehatan di masyarakat. Hasil pengabdian ini penting sebagai bukti bahwa pemberdayaan remaja melalui pelatihan pembuatan konten digital dapat menjadi strategi efektif dalam promosi kesehatan kepada masyarakat di era digital.
Penerapan Breathing Relaxation Balloon Blowing sebagai Intervensi Keperawatan untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien Tuberkulosis: Case Report Ardianto, Mohammad Dwi; Nabilla, Shalsa
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v21i1.536

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) remains a global health issue with high incidence rates in Indonesia, including West Java Province. Patients with pulmonary TB often experience abnormal breathing patterns that lead to decreased oxygen saturation. Non-pharmacological interventions are needed as complementary therapies to help improve respiratory function. The balloon-blowing breathing relaxation technique is a breathing exercise aimed at improving lung expansion and gas exchange efficiency through the mechanism of positive expiratory pressure. Objective: To describe the application of the balloon-blowing breathing relaxation technique as a nursing intervention to improve oxygen saturation in patients with pulmonary TB. Methods: A descriptive approach using the case report method, covering the nursing care process from assessment to evaluation. The study subject was Mr. J (70 years old) with a medical diagnosis of pulmonary tuberculosis in the Lavender Ward of X General Hospital. The intervention was administered once daily for 15 minutes over three consecutive days. Oxygen saturation measurements were taken using a pulse oximeter before and after the intervention. Results: There was a gradual increase in oxygen saturation from 93% on the first day to 98% on the third day following the intervention. The patient also reported a reduction in shortness of breath and appeared more relaxed. The nursing problem of ineffective breathing pattern was resolved after three days of intervention. Conclusion: The balloon-blowing breathing relaxation technique proved effective as a self-care nursing intervention in improving oxygen saturation in patients with pulmonary tuberculosis. This intervention can be recommended as a complementary therapy in clinical nursing practice to support improvements in patients’ oxygenation status.