Fauziah, Hamida Ulfa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penanaman Pola Asuh dan Keteladanan Orang Tua terhadap Pembentukan Nilai Anti Korupsi Anak di Keluarga Nursalim, Nursalim; Sasmita, Wikan; Fauziah, Hamida Ulfa; Andyastuti, Etty; Widodo, Agus; Suratman, Suratman
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada anak melalui pembiasaan dan praktik keteladanan dalam lingkungan rumah tangga. Keluarga dianggap sebagai institusi utama dan paling strategis dalam membentuk karakter anak, terutama dalam mencegah perilaku koruptif sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus pada observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan orang tua sebagai subjek utama. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kejujuran (78%) dan tanggung jawab (70%) merupakan nilai-nilai yang paling ditekankan, diikuti oleh disiplin (65%), sementara kesederhanaan (52%) cenderung kurang mendapat perhatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan orang tua yang konsisten, pembentukan rutinitas harian, pemberian contoh peran, dan pemberian konsekuensi edukatif merupakan strategi kunci dalam menumbuhkan integritas pada anak. Lebih lanjut, studi ini menyoroti bahwa pendidikan antikorupsi tidak hanya harus dijalankan melalui regulasi, tetapi juga melalui praktik sehari-hari dalam keluarga yang didukung oleh ikatan emosional dan komunikasi. Kontribusi studi ini terletak pada penyediaan perspektif empiris tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis keluarga sebagai fondasi budaya antikorupsi. Penelitian ini merekomendasikan agar keluarga, sekolah, dan pembuat kebijakan berkolaborasi dalam memperkuat nilai-nilai antikorupsi melalui program bersama, integrasi kurikulum, dan kampanye kesadaran publik. Oleh karena itu, membangun integritas dan perilaku antikorupsi membutuhkan upaya kolektif yang dimulai dari unit terkecil masyarakat yaitu keluarga.