Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil buah naga terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai lebih dari 82.000 ton per tahun. Pasokan buah naga yang melimpah saat panen raya sering menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan, sehingga petani dan pelaku usaha mengalami kerugian. Diversifikasi produk menjadi mie buah naga yang dilakukan oleh UD. Sri Mulyo merupakan salah satu upaya strategis dalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun, proses produksi yang masih manual, pengeringan yang mengandalkan sinar matahari, kemasan yang kurang kedap udara, serta manajemen usaha yang belum profesional menjadi kendala utama yang membatasi kapasitas dan kualitas produksi. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki kualitas kemasan, memperkuat manajemen usaha, serta mengoptimalkan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaannya meliputi identifikasi masalah, pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP), penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), instalasi peralatan produksi baru (mixer, mesin pencetak, oven pengering), inovasi kemasan kedap udara, dan pendampingan digital marketing. Populasi kegiatan adalah seluruh karyawan UD. Sri Mulyo, dengan partisipasi aktif pemilik dan lima mahasiswa program pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, perbaikan mutu produk, pengurangan waktu pengeringan dari 2-4 hari menjadi 2-3 jam, kemasan lebih menarik dan fungsional, serta terbentuknya sistem manajemen keuangan dan jadwal produksi yang lebih terstruktur. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan jangka panjang dan monitoring keberlanjutan penerapan program agar kualitas tetap terjaga.