Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The 20-20-20 Rule: An Initiative to Maintain Children's Eye Health Amidst the Widespread Use of Gadgets Rini, Windi Indria; Faradis, RA. Hani; Masithah, Dewi; Al-Khansa, Rafifah Muthi; Hidayatih, Nurul; Sunaryo, Andrew Adhitya Pratama
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261397

Abstract

The widespread use of gadgets among children, including santri (Islamic boarding school students), contributes significantly to ocular health issues such as eye strain, dry eyes, and escalating myopia rates. Recognizing the limited awareness of excessive screen exposure risks, this community service intervention aimed to improve the knowledge and awareness of 38 Santri Husada (Student Health Cadres) at Assalafi Al-Fithrah Islamic Boarding School in Surabaya by implementing The 20-20-20 Rule. The methodology employed an interactive educational approach divided into three phases: preparation, implementation, and evaluation. The core procedure involved pre-test administration, interactive health sessions, practical simulation of the 20-20-20 Rule, educational leaflet distribution, and a post-test. Data were analyzed using the N-Gain score to measure effectiveness. Results demonstrated a significant knowledge improvement, with the average score increasing from 5.8 (pre-test) to 8.8 (post-test). N-Gain analysis indicated that 71.05% of participants achieved a high-improvement category, confirming the effectiveness of the interactive educational method. This activity successfully enhanced the santri's health understanding and is deemed a potential sustainable health education model for boarding schools, although long-term monitoring is recommended.
Pencegahan Kebutaan Akibat Kelainan Refraksi Sejak Usia Dini: Edukasi dan Skrining Mata pada Masyarakat Faradis, RA. Hani; Rini, Windi Indria; Lestari, Marselli Widya; Syafira, Syawa Aurora; Hidayatih, Nurul; Arafah, Firda Ayu Agustina; Billah, Nur Fajril Arjuna Arif; Kholil, Moh. Kholil
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.396

Abstract

Kelainan refraksi mata merupakan gangguan penglihatan dengan prevalensi yang meningkat, terutama pada anak usia dini dan remaja. Peningkatan ini dipicu oleh paparan gawai berlebihan, pencahayaan kurang, dan minimnya pemeriksaan mata rutin, yang berdampak negatif pada kualitas belajar dan produktivitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi serta mempromosikan pentingnya pemeriksaan mata berkala. Unsur keterbaruan PkM adalah integrasi edukasi kesehatan mata interaktif yang dikombinasikan dengan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas intervensi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan (ceramah, diskusi, dan tanya jawab) yang melibatkan 23 peserta. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji pretest dan posttest, dengan hasil utama berupa peningkatan skor pengetahuan dan capaian N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pretest 69,57 meningkat menjadi 94,78 pada posttest (selisih 25,21 poin). Analisis N-Gain mengindikasikan sebagian besar peserta berada pada kategori tinggi, dengan 12 peserta mencapai kategori tinggi (N-Gain=1,0) berdasarkan kriteria Hake (1999). Temuan ini membuktikan bahwa program edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat secara bermakna. PkM ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi mata.