Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : agriTECH

Komposisi Kimia, Sifat Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Kambing dengan Bahan Pengenyal yang Berbeda Nafly Comilo Tiven; Edi Suryanto; Rusman Rusman
agriTECH Vol 27, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.888 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9486

Abstract

The experiment was conducted to determine the chemical composition, physical and organoleptic properties of goat meat ball using different gelling agents (albumen, baking powder and borax). The meat ball was prepared from goat meat with the addition of gelling agent at 0.2 percent. The meat balls were analyzed their chemical composition and physical and organoleptic properties. Data of chemical composition and physical properties were analysed using analysis of variance from completely randomized design. The difference of means the treatments were tested by Duncan’s New Multiple Range Test. Data of organoleptic properties analysed with analysis of nonparametric of Kruskal and Wallismethod. The results indicated that the gelling agents had a significant effect (P<0,01) on pH and tenderness, and also had a significant effect (P<0,05) on fat and protein contents, but no significant effect on water content. Gelling agents had a significant effect (P<0,05) on texture, but not significant effect on colour, taste and elasticity. In conclusion, goat meat ball with different gelling agents had different chemical composition, physical and organoleptic properties. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia, sifat fisik dan organoleptik bakso daging kambing yang diberi bahan pengenyal putih telur, soda kue dan boraks. Bakso disiapkan dari daging kambing yang sudah dipisahkan jaringan lemaknya dengan penambahan salah satu bahan pengenyal tersebut diatas dengan dosis 0,2 persen. Parameter yang diamati adalah komposisi kimia, sifat fisik dan organoleptik bakso. Data komposisi kimia dan sifat fisik dianalisis dengan analisis variansi acak lengkap pola searah. Perbedaan diantara perlakuan diuji lanjut dengan Duncan’s New Multiple Range Test. Data sifat organoleptik dianalisis dengan analisis non parametrik metode Kruskal dan Wallis. Hasil analisis statistik terhadap komposisi kimia dan sifat fisik bakso menunjukkan bahwa bahan pengenyal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan keempukan serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak dan protein, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air. Hasil analisis statistik terhadap sifat organoleptik bakso menunjukkan bahwa bahan pengenyal berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tekstur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan kekenyalan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bakso daging kambing dengan bahan pengenyal yang berbeda mempunyai komposisi kimia, sifat fisik dan organoleptik yang berbeda.
Pemanfaatan Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai Sumber Antioksidan Alami pada Nugget Itik Afkir Nurul Hidayat; Rusman Rusman; Edi Suryanto; Ajat Sudrajat
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.096 KB) | DOI: 10.22146/agritech.45499

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai sumber antioksidan alami pada nugget itik afkir. Bawang Dayak yang digunakan berasal dari pedalaman Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan tiga perbedaan konsentrasi bawang dayak segar yaitu 0, 1,5 dan 3%. Kualitas nugget itik afkir di tentukan dari nilai pH, kualitas kimia (kadar air, protein dan lemak), sensoris (warna, rasa, aroma, tekstur, dan daya terima) dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) berpengaruh signifikan terhadap nilai pH, kadar air dan aktfitas antioksidan namun tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak dan kualitas sensoris nugget itik afkir. Penambahan bawang dayak aras 3% menunjukan hasil yang paling baik. Penambahan bawang dayak pada nugget itik afkir aras 3% mampu menghasilkan nilai pH 6,37±0,04,kadar air 55,70±1,82%, protein 15,29±0,96, lemak 5,03±0,74, warna 3,54±0,19, rasa 3,56±0,14, aroma 3,58±0,13, tekstur 3,75±0,09, daya terima 3,72±0,28dan aktivitas antioksidan sebesar 20,46±0,51%. Bawang dayak berpotensi menjadi sumber antioksidan alami.